Arthroplasty: Prosedur Atasi Nyeri Sendi Berkepanjangan
Kesehatan Tubuh

Arthroplasty: Prosedur Atasi Nyeri Sendi Berkepanjangan

07 Agustus 2025 6 menit waktu baca
Arthroplasty adalah

 

Arthroplasty adalah salah satu metode pengobatan untuk mengatasi gangguan sendi. Prosedur ini biasanya dilakukan apabila metode perawatan sederhana, seperti penggunaan kompres dingin atau hangat, minum obat, atau melakukan terapi fisik, tidak cukup efektif untuk mengatasi masalah pada sendi.

 

Lantas, bagaimana sebenarnya prosedur arthroplasty dilakukan dan apakah terdapat efek samping yang perlu diwaspadai oleh pasien? Simak penjelasan lengkap di artikel berikut ini untuk memahami tahapan tindakan dan hal-hal penting yang perlu diketahui seputar arthroplasty.

 

Apa Itu Arthroplasty?

 

Arthroplasty adalah prosedur operasi yang dilakukan untuk memperbaiki atau mengembalikan fungsi sendi yang mengalami kerusakan. Prosedur arthroplasty umumnya dilakukan untuk pergantian sendi pinggul dan lutut. Namun, tindakan ini juga dapat dilakukan untuk memperbaiki sendi pada bagian tubuh lainnya, seperti sendi bahu, sendi siku, dan sendi pergelangan kaki. 

 

Tujuan dari prosedur arthroplasty adalah untuk meredakan rasa nyeri, memulihkan rentang gerak, dan meningkatkan kekuatan pada sendi yang mengalami kerusakan atau cedera sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman. Arthroplasty terbagi ke dalam dua jenis, yaitu:

 

  • Operasi penggantian sendi spesifik, yaitu mengganti sendi yang rusak secara total, termasuk sendi bahu, pinggul, dan lutut.

  • Operasi penggantian sendi minimal invasif, yaitu memperbaiki atau memulihkan sendi yang rusak, meredakan nyeri, dan mengembalikan fungsi sendi, namun dengan ukuran sayatan yang lebih kecil, sekitar 7–10 cm.

 

Gangguan Kesehatan yang Memerlukan Arthroplasty

 

Tidak semua masalah sendi memerlukan prosedur arthroplasty karena dapat diobati dengan perawatan sederhana. Namun umumnya, seseorang perlu menjalani prosedur arthroplasty jika mengalami beberapa kondisi medis berikut: 

 

1. Rheumatoid Arthritis

 

Kondisi medis pertama yang dapat menjadi indikasi dibutuhkannya arthroplasty adalah rheumatoid arthritis, yaitu peradangan kronis pada sendi yang menimbulkan rasa nyeri dan pembengkakan. Kondisi ini umumnya terjadi akibat gangguan pada sistem imun tubuh.

 

Pada gangguan autoimun, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan sehat yang membentuk sendi, seperti tendon, ligamen, dan tulang rawan. Adapun gejala awalnya adalah rasa nyeri yang meluas secara perlahan dan semakin memburuk hingga menyebabkan kekakuan pada persendian.

 

2. Osteoarthritis

 

Osteoarthritis adalah salah satu jenis radang sendi yang sering terjadi pada orang lanjut usia akibat degenerasi sendi. Pasalnya, kinerja sendi pada lansia yang cenderung menurun dapat mengakibatkan pengikisan tulang rawan yang berfungsi untuk melindungi tulang. 

 

Kerusakan sendi akibat osteoarthritis sering terjadi pada pinggul, pinggang, tangan, dan lutut. Kondisi ini sebaiknya ditangani sedini mungkin agar tidak memburuk. Adapun pencegahannya dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat sejak dini, seperti menjaga berat badan ideal dan rutin berolahraga.

 

3. Cedera pada Sendi

 

Sebenarnya, tidak semua jenis cedera pada sendi memerlukan tindakan arthroplasty. Prosedur medis ini umumnya dianjurkan ketika pasien mengalami gejala arthritis yang cukup berat, terutama yang disebabkan oleh dislokasi atau keretakan tulang.

 

Kondisi arthritis ini juga dikenal dengan sebutan post-traumatic arthritis, yaitu peradangan atau pembengkakan pada sendi yang terjadi setelah seseorang mengalami cedera, baik karena kecelakaan maupun akibat aktivitas fisik seperti berolahraga secara intens.

 

Indikasi Dilakukannya Prosedur Arthroplasty

 

Arthroplasty termasuk ke dalam prosedur operasi besar sehingga tidak semua permasalahan sendi memerlukan tindakan ini. Biasanya, dokter akan mempertimbangkan arthroplasty jika pasien mengalami sejumlah kondisi sebagai berikut:

 

  • Nyeri sendi yang tidak kunjung reda atau membaik meski sudah menjalani perawatan nonbedah, seperti istirahat total, penggunaan penyangga (brace), obat-obatan, terapi fisik, dan lain-lain.

  • Pembengkakan dan peradangan pada sendi tidak kunjung membaik, meski pasien telah menjalani perubahan gaya hidup dan pengobatan.

  • Mengalami keterbatasan dalam pergerakan atau mobilitas dan terdapat kekakuan sendi sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

 

Persiapan Menjalani Prosedur Arthroplasty

 

Sebelum menjalani prosedur arthroplasty, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan. Hal ini bertujuan agar tindakan medis yang dilakukan dapat berjalan lancar dan mampu memberikan hasil yang optimal bagi pasien. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipersiapkan:

 

  • Menandatangani formulir persetujuan tindakan operasi.

  • Menjalani pemeriksaan fisik lengkap guna memastikan kondisi kesehatan pasien sebelum menjalani operasi. Pemeriksaan ini mencakup tes darah atau tes diagnostik lainnya.

  • Memberikan informasi kepada dokter terkait riwayat obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Pasalnya, terdapat beberapa jenis obat yang perlu dihentikan sebelum menjalani tindakan arthroplasty, salah satunya adalah obat pengencer darah (antikoagulan).

  • Memberi tahu dokter terkait riwayat alergi yang diderita.

  • Berpuasa selama 8 jam atau sesuai anjuran dokter sebelum menjalani operasi.

  • Memastikan bahwa pasien tidak sedang hamil atau mengandung.

  • Menjaga kesehatan fisik dan mental sebelum menjalani operasi.

 

Prosedur Arthroplasty

 

Tahapan pelaksanaan prosedur arthroplasty bisa berbeda-beda, tergantung dari kondisi pasien serta tim medis yang menanganinya. Namun, tahapan prosedur yang umum dilakukan dalam tindakan arthroplasty adalah sebagai berikut:

 

  1. Pasien akan diminta untuk mengenakan pakaian khusus untuk operasi.

  2. Dokter akan memasangkan selang infus.

  3. Pasien dipasangkan kateter urine.

  4. Dokter akan memulai proses anestesi agar pasien dapat tertidur sepenuhnya selama tindakan operasi berlangsung. Dokter anestesi juga akan memantau detak jantung, laju pernapasan, tekanan darah, serta saturasi oksigen pasien.

  5. Dokter akan membersihkan kulit pada area yang akan dilakukan pembedahan menggunakan larutan antiseptik.

  6. Dokter membuat sayatan di kulit dekat area sendi, kemudian memperbaiki bagian sendi yang rusak.

  7. Jika proses perbaikan sendi sudah selesai, dokter akan menutup bekas sayatan dengan jahitan.

  8. Luka operasi akan ditutup dengan perban.

 

Risiko Komplikasi dari Prosedur Arthroplasty

 

Secara umum, arthroplasty adalah prosedur yang aman dilakukan. Namun, sama halnya dengan tindakan operasi lainnya, tindakan ini juga dapat menimbulkan beberapa komplikasi. Risiko komplikasi akan meningkat pada penderita yang mengidap penyakit diabetes yang tidak terkontrol, penyakit jantung, atau penyakit autoimun. Adapun sejumlah komplikasi yang dapat terjadi setelah prosedur arthroplasty adalah sebagai berikut:

 

  • Infeksi, bisa terjadi apabila luka bekas operasi tidak dibersihkan dengan baik.

  • Perdarahan pada bekas sayatan operasi.

  • Cedera pada saraf di sekitar sendi yang mengalami penggantian, ditandai dengan gejala seperti kelemahan dan mati rasa.

  • Pembekuan darah.

  • Sendi baru yang dipasang tidak berfungsi dengan baik, misalnya lemah dan kaku.

 

Perawatan setelah Arthroplasty

 

Setelah menjalani prosedur arthroplasty, biasanya pasien akan dibawa ke ruang pemulihan untuk dilakukan observasi pascatindakan. Jika kondisi pasien sudah stabil, pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap dan dirawat selama beberapa hari untuk menjalani proses pemulihan dan evaluasi pascaoperasi.

 

Dokter juga akan membuat jadwal fisioterapi dan merencanakan program terapi rehabilitasi untuk mengembalikan kekuatan sendi dan memulihkan rentang gerak. Selama berada di rumah sakit, pasien akan diberikan obat pereda nyeri untuk mengendalikan rasa sakit agar bisa menjalani perawatan lanjutan dengan lancar.

 

Selanjutnya, untuk meminimalisasi risiko komplikasi sekaligus mendukung proses pemulihan pascaoperasi, pasien dianjurkan untuk menjalani perawatan mandiri di rumah secara teratur dan konsisten. Adapun beberapa langkah perawatan yang dapat dilakukan antara lain:

 

  • Menjaga area bekas sayatan operasi agar tetap bersih dan kering.

  • Membersihkan dan merawat luka bekas operasi sesuai dengan saran dari dokter.

  • Melakukan kontrol pascaoperasi secara rutin.

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri jika masih merasakan nyeri.

  • Menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang sesuai dengan yang disarankan oleh ahli gizi.

  • Membatasi aktivitas selama masa pemulihan.

  • Menggunakan alat bantu untuk menopang tubuh agar tetap seimbang atau menggunakan alat bantu jalan jika diperlukan.

 

Itulah penjelasan mengenai prosedur arthroplasty yang perlu Anda pahami. Perlu diingat bahwa informasi yang disampaikan di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat dijadikan sebagai pengganti diagnosis atau saran medis langsung dari dokter.

 

Apabila Anda memerlukan perawatan lanjutan untuk menangani gangguan pada sendi, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat sesuai kebutuhan medis Anda.

 

Selain itu, Siloam Hospitals juga menyediakan paket Fisioterapi dengan layanan Siloam At Home, yang memungkinkan Anda menjalani sesi terapi di rumah dengan nyaman dan aman. Layanan ini dirancang untuk membantu pemulihan fungsi sendi dan mobilitas pasca arthroplasty tanpa harus datang langsung ke rumah sakit. Tim fisioterapis profesional akan datang ke lokasi Anda dan memberikan perawatan sesuai kebutuhan serta kondisi medis Anda.

 

Melalui aplikasi MySiloam, Anda dapat melihat jadwal praktik dokter, memesan janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail