Mengenal Chemical Peeling, Manfaat, Hasil, dan Risikonya
Kecantikan

Mengenal Chemical Peeling, Manfaat, Hasil, dan Risikonya

14 Oktober 2025 5 menit waktu baca
mengenal chemical peeling & manfaatnya

Chemical peeling adalah salah satu perawatan kecantikan yang digunakan untuk mengangkat sel-sel kulit mati di wajah. Perawatan wajah ini bertujuan untuk membuat wajah yang sebelumnya terlihat kusam dan berjerawat menjadi tampak segar serta bersih.

 

Perawatan chemical peeling perlu dilakukan secara hati-hati. Pasalnya, ada berbagai risiko dan efek samping yang dapat terjadi jika perawatan ini tidak dilakukan dengan tepat. Mari simak penjelasan lebih lanjut mengenai chemical peeling dalam ulasan berikut ini.

 

Apa itu Chemical Peeling?

 

Chemical peeling adalah perawatan wajah untuk mengangkat kotoran dan sel-sel kulit mati (eksfoliasi) menggunakan bahan kimia khusus. Sebenarnya, chemical peeling tidak hanya bisa dilakukan di wajah, namun bisa juga di leher maupun tangan.

 

Apakah chemical peeling bisa dilakukan sendiri? Perawatan ini tidak dianjurkan untuk dilakukan sendiri di rumah. Chemical peeling sendiri merupakan perawatan medis yang harus menggunakan krim khusus berbahan dasar kimia.

 

Salah satu risiko melakukan chemical peeling mandiri adalah terjadinya kerusakan kulit secara permanen. Hal ini mungkin terjadi apabila penggunaan cairan peeling tidak sesuai dengan jenis maupun kondisi kulit. Itulah sebabnya jenis perawatan wajah ini perlu dilakukan di bawah pengawasan dokter spesialis kulit.

 

Manfaat Chemical Peeling

 

Beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari perawatan chemical peeling adalah sebagai berikut:

 

  • Memperbaiki penampilan dan tekstur kulit, sehingga kulit terasa lebih halus.

  • Memudarkan garis-garis halus dan kerutan di wajah.

  • Membantu mengatasi masalah jerawat.

  • Memudarkan bekas jerawat.

  • Membantu mengecilkan pori-pori kulit.

  • Mengatasi kemerahan pada kulit wajah.

  • Mencerahkan kulit.

  • Mengurangi risiko penyakit kanker kulit.

  • Mengatasi flek hitam di kulit wajah.

  • Memudarkan bercak melasma atau bercak kecokelatan akibat penggunaan pil KB, paparan sinar matahari, atau perubahan hormon selama kehamilan.

 

Persiapan sebelum Menjalani Chemical Peeling

 

Sebelum menjalani perawatan ini, perlu diketahui bahwa chemical peeling tidak disarankan untuk orang dengan kondisi tertentu sebagai berikut:

 

  • Memiliki iritasi, luka, sunburn, dan infeksi pada kulit yang akan dilakukan perawatan.

  • Berusia di bawah 17 tahun.

  • Sedang mengonsumsi obat isotretinoin dalam 6 bulan terakhir.

  • Sedang dalam kondisi hamil atau menyusui.

  • Memiliki riwayat alergi terhadap agen chemical peeling.

  • Seseorang dengan riwayat penyakit psoriasis, penyakit jaringan ikat, dermatitis atopik, menerima terapi radiasi, atau baru saja menjalani operasi pada wajah.

 

Oleh karena itu, sebelum melakukan prosedur ini, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) dengan pasien untuk mengetahui riwayat kesehatan, alergi, serta obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik pada kondisi kulit terlebih dahulu untuk memastikan bahwa kulit pasien siap menerima bahan-bahan kimia yang akan digunakan.

 

Adapun persiapan lainnya yang perlu dilakukan seseorang sebelum menjalani perawatan wajah ini, antara lain:

 

  • Menginformasikan kepada dokter terkait skincare yang sedang digunakan atau obat penunjang perawatan wajah yang sedang dikonsumsi

  • Tidak melakukan waxing, dermal filler, laser hair removal, dan elektrolisis dalam waktu seminggu terakhir sebelum menjalani perawatan.

  • Bagi pria, hindari mencukur jenggot maupun kumis sebelum perawatan.

  • Hindari penggunaan masker eksfoliasi sebelum perawatan.

  • Datang dengan muka bersih tanpa pemakaian riasan atau pelembap wajah.

 

Prosedur Chemical Peeling

 

Terdapat beberapa jenis prosedur chemical peeling yang tersedia, berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Light Chemical Peel

 

Jenis peeling ini menggunakan bahan kimia yang sifatnya ringan, seperti alpha-hydroxy acid yang hanya berpengaruh pada lapisan terluar kulit. Setelah bahan kimia tersebut dioleskan, mungkin akan menimbulkan sensasi seperti disengat pada kulit. 

 

Setelah prosedur selesai dilakukan, dokter akan memberikan cairan penetral seperti toner untuk membersihkan produk peeling. Perawatan ini memerlukan waktu sekitar 4–7 hari hingga hasilnya terlihat. Selama durasi waktu tersebut, kulit akan tampak lebih gelap untuk sementara waktu.

 

2. Medium Chemical Peel

 

Bahan yang digunakan dalam jenis peeling ini adalah glycolic acid atau trichloroacetic, perawatan ini dinilai lebih efektif dalam mengangkat sel-sel kulit mati karena bisa mencapai lapisan luar dan tengah kulit.

 

Selain mengoleskan bahan kimia tersebut pada permukaan kulit, prosedur ini juga melibatkan sinar biru (blue peel) agar proses pengelupasan sel-sel kulit mati menjadi lebih maksimal. Pasien mungkin akan merasakan sensasi tersengat bahkan terbakar dalam waktu beberapa menit. Pada prosedur ini, tidak diperlukan cairan penetral untuk membersihkan produk peeling.

 

Kulit umumnya akan pulih dalam waktu 5–7 hari pascaperawatan. Namun, kulit kemungkinan tetap berwarna kemerahan dalam waktu berbulan-bulan. Efek samping dari perawatan ini adalah kulit bisa membengkak, kering bersisik, dan muncul jerawat sebelum sel-sel kulit benar-benar beregenerasi.

 

3. Deep Chemical Peel

 

Deep chemical peel menggunakan bahan phenol atau trichloroacetic acid sebagai bahan kimianya. Pasalnya, senyawa tersebut dapat menembus hingga lapisan tengah kulit secara menyeluruh.

 

Pada prosedur ini, dokter akan memberikan pelindung mata untuk menghindari iritasi pada mata. Kemudian, pasien juga akan diberikan anestesi (bius) lokal di bagian kulit yang akan di-peeling. Pada beberapa kasus, dokter juga memberikan infus untuk menjaga cairan tubuh dan sebagai langkah antisipasi terhadap reaksi alergi.

 

Deep chemical peel dapat menyebabkan pembengkakan dan kemerahan pada wajah, sensasi terbakar, serta berdenyut-denyut. Bahkan, pembengkakan bisa terjadi pada kelopak mata. Umumnya, dibutuhkan waktu hingga dua minggu sampai kulit beregenerasi, namun kulit kemerahan akan bertahan dalam waktu beberapa bulan.

 

Produk Chemical Peeling

 

Beberapa jenis produk yang digunakan untuk chemical peeling ini adalah sebagai berikut:

 

  • Glycolic acid: Membantu pengelupasan bagian kulit terluar agar teksturnya menjadi lebih halus, cocok untuk kulit normal atau cenderung berminyak.

  • Phytic acid: Cocok untuk kulit sensitif dan kulit dengan kondisi hiperpigmentasi karena peradangan.

  • Mandelic acid: Menyamarkan noda hitam dan bekas luka, cocok untuk semua jenis kulit terutama yang berpori-pori besar.

  • Salicylic acid: Membersihkan jerawat-jerawat di wajah, cocok untuk tipe kulit berjerawat.

  • Lactic acid: Menyamarkan noda hitam, cocok untuk semua tipe kulit.

 

Perawatan Setelah Chemical Peeling

 

Setelah melakukan perawatan ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

 

  • Menghentikan penggunaan produk perawatan kulit yang dapat memicu iritasi.

  • Jangan lupa menggunakan pelembap dan sunscreen.

  • Hindari aktivitas di luar ruangan yang membuat kulit terkena paparan sinar matahari secara langsung untuk sementara waktu.

 

Efek Samping Chemical Peeling

 

Pada dasarnya, chemical peeling adalah perawatan wajah yang aman dilakukan selama berada di bawah pengawasan dokter. Adapun efek samping yang ditimbulkan akibat implementasi chemical peeling yang tidak sesuai prosedur:

 

  • Infeksi virus, bakteri, atau jamur. Namun, lebih sering menyebabkan infeksi virus, seperti kambuhnya infeksi herpes simpleks.

  • Kulit menjadi lebih gelap atau cerah secara signifikan.

  • Terjadi pembengkakan dan kemerahan pada kulit.

  • Bekas luka permanen yang muncul akibat pergantian kulit.

  • Kerusakan jantung, ginjal, dan hati akibat penggunaan phenol yang berlebihan pada perawatan deep peeling.

 

Itulah informasi mengenai chemical peeling yang perlu Anda ketahui. Jika mengalami efek samping akibat perawatan kulit atau memiliki masalah kulit lainnya, sebaiknya langsung konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter spesialis kulit Siloam Hospitals terdekat.

 

Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.

 

Gunakan juga fitur dalam aplikasi MySiloam untuk menemukan Rumah Sakit Siloam terdekat dan melakukan Self Check In agar memudahkan Anda check in dan antre lewat virtual queue. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail