Kesehatan Tubuh
Ini Dia Penyebab Mudah Memar, Bukan Hanya Karena Cedera!

Table of Contents
- Penyebab Mudah Memar
- A. Penyebab Mudah Memar yang Paling Umum Terjadi
- 1. Olahraga Intens
- 2. Kekurangan Nutrisi
- 3. Pengaruh Obat-obatan
- 4. Diabetes
- B. Penyebab Mudah Memar yang Cukup Jarang Terjadi
- 1. Kemoterapi
- 2. Limfoma Non-Hodgkin
- C. Penyebab Mudah Memar yang Paling Jarang Terjadi
- 1. Immune Thrombocytopenia (ITP)
- 2. Hemofilia A dan B
- 3. Trombofilia
- 4. Penyakit Von Willebrand
- 5. Sindrom Ehlers-Danlos
- 6. Sindrom Cushing
- Mengenal Warna Memar
Memar umumnya muncul akibat benturan atau tekanan pada permukaan kulit. Namun, jika memar muncul terlalu sering atau mudah terbentuk meski hanya terkena sentuhan ringan, hal ini bisa menjadi tanda adanya kondisi tertentu pada tubuh yang perlu diperhatikan. Mari simak ulasan lebih lanjut mengenai penyebab mudah memar di bawah ini.
Penyebab Mudah Memar
Memar adalah perubahan warna kulit yang paling sering muncul akibat trauma berupa benturan benda keras. Meski begitu, sebenarnya memar tidak selalu disebabkan oleh trauma, apalagi jika kondisi ini terjadi terlalu mudah dan sering. Berikut adalah uraian tentang penyebab mudah memar mulai dari yang paling umum hingga paling jarang.
A. Penyebab Mudah Memar yang Paling Umum Terjadi
Benturan adalah salah satu penyebab mudah memar yang paling umum terjadi. Namun, di samping benturan, terdapat beberapa faktor umum lainnya yang bisa menyebabkan terbentuknya memar lebih mudah, di antaranya sebagai berikut:
1. Olahraga Intens
Olahraga yang terlalu intens tidak hanya bisa menyebabkan kelelahan dan pegal, namun juga memar. Hal ini bisa terjadi ketika jaringan otot di bawah kulit mengalami cedera akibat otot terlalu dipaksa. Cedera ini dapat menyebabkan pembuluh darah pecah dan memicu memar. Bagi seseorang yang memiliki kecenderungan perdarahan lebih banyak, darah lebih mudah keluar dari pembuluh dan menyebabkan memar meski tanpa benturan.
2. Kekurangan Nutrisi
Penyebab mudah memar berikutnya adalah kekurangan nutrisi. Pasalnya, kekurangan vitamin tertentu dapat membuat tubuh lebih mudah memar. Adapun beberapa vitamin yang berperan dalam pembekuan darah adalah sebagai berikut:
-
Vitamin C: Berperan dalam proses penyembuhan luka serta menjaga kekuatan dinding pembuluh darah. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan memar yang muncul secara tiba-tiba.
-
Zat besi: Nutrisi ini dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel darah merah yang sehat. Kekurangan zat besi dapat membuat kulit menjadi lebih rentan mengalami memar.
-
Vitamin K: Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan darah sulit membeku dan memar mudah terbentuk karena vitamin ini berperan penting dalam proses pembekuan darah.
3. Pengaruh Obat-obatan
Jenis obat-obatan tertentu diketahui bisa menjadi penyebab mudah memar, terutama obat yang memengaruhi kemampuan darah untuk membeku. Beberapa obat tersebut adalah obat pengencer darah (antikoagulan) dan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen.
Pasalnya, jenis obat tersebut bisa membuat proses pembekuan darah menjadi lebih lambat, sehingga jika terjadi luka kecil di pembuluh darah, akan cenderung lebih banyak darah yang keluar yang pada akhirnya akan membentuk memar.
4. Diabetes
Sebenarnya, diabetes tidak menyebabkan memar secara langsung namun berisiko memperlambat proses penyembuhan luka. Oleh sebab itu, jika tubuh mengalami cedera ringan, proses pemulihannya menjadi lebih lama sehingga memar bisa bertahan lebih lama daripada biasanya.
B. Penyebab Mudah Memar yang Cukup Jarang Terjadi
Beberapa kondisi medis yang lebih jarang terjadi namun bisa menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami memar, di antaranya sebagai berikut:
1. Kemoterapi
Kemoterapi adalah salah satu perawatan kanker yang bisa menjadi penyebab mudah memar. Hal ini terjadi karena kemoterapi dapat menyebabkan penurunan jumlah trombosit (sel pembeku darah). Akibatnya, darah menjadi lebih lambat membeku dan lebih mudah membentuk memar, bahkan karena benturan ringan.
2. Limfoma Non-Hodgkin
Limfoma non-Hodgkin adalah kanker yang menyerang sel limfosit dalam sistem imun. Apabila kanker ini bermetastasis ke sumsum tulang, produksi sel darah dapat terganggu dan menyebabkan jumlah trombosit menurun. Hal ini bisa membuat darah lebih sulit membeku dan meningkatkan risiko memar serta perdarahan tanpa sebab yang jelas.
C. Penyebab Mudah Memar yang Paling Jarang Terjadi
Penyebab mudah memar yang paling jarang terjadi umumnya berkaitan dengan penyakit serius yang memengaruhi sistem darah atau kekebalan tubuh, di antaranya:
1. Immune Thrombocytopenia (ITP)
Immune thrombocytopenia (ITP) merupakan suatu kondisi yang dapat menyebabkan jumlah trombosit menurun drastis sehingga darah lebih sulit membeku. Seseorang dengan kondisi ITP bisa tiba-tiba mengalami memar dengan bintik merah keunguan kecil di kulit yang menyerupai ruam.
2. Hemofilia A dan B
Penyebab mudah memar yang jarang terjadi berikutnya adalah hemofilia A dan B. Hemofilia A adalah kondisi genetik langka yang membuat tubuh kekurangan faktor pembeku darah yang dikenal dengan faktor VIII. Hal ini menyebabkan perdarahan lebih mudah terjadi sehingga memar mudah terbentuk hanya dari cedera ringan.
Sementara itu, hemofilia B adalah kondisi genetik yang terjadi akibat kekurangan faktor IX. gejalanya mirip dengan hemofilia A, yaitu perdarahan berlebihan dan lebih mudah memar.
3. Trombofilia
Penyebab mudah memar yang jarang terjadi selanjutnya adalah trombofilia, yaitu kondisi ketika darah cenderung lebih mudah membeku karena ketidakseimbangan zat pembeku di dalam tubuh. Jika penderita trombofilia mengonsumsi obat pengencer darah untuk mengatasi kondisi tersebut, ia akan lebih mudah memar.
4. Penyakit Von Willebrand
Penyakit Von Willebrand adalah kelainan genetik yang memengaruhi kemampuan darah untuk membeku. Kondisi ini sudah ada sejak lahir namun sering kali baru disadari gejalanya di kemudian hari. Pada kondisi ini, darah menjadi sulit membeku sehingga perdarahan bisa menjadi lebih berat atau lama dan ketika darah ini terjadi di bawah kulit, maka akan membentuk memar.
5. Sindrom Ehlers-Danlos
Sindrom Ehlers-Danlos adalah kelainan genetik yang memengaruhi jaringan ikat tubuh. Kondisi ini membuat produksi kolagen dalam tubuh terganggu. Akibatnya, penderita sindrom ini memiliki kulit yang sangat tipis, elastis, dan mudah rusak sehingga memar bisa muncul meski hanya dari gesekan ringan.
6. Sindrom Cushing
Sindrom Cushing adalah kondisi ketika kadar hormon kortisol terlalu tinggi. Hal ini bisa disebabkan oleh gangguan hormonal maupun penggunaan obat-obatan steroid dalam jangka panjang. Kadar kortisol yang berlebihan dapat membuat kulit menjadi tipis sehingga lebih rentan memar.
Mengenal Warna Memar
Sejak terbentuknya, memar akan mengalami perubahan warna seiring waktu sebagai bagian dari proses penyembuhan alami tubuh. Adapun tahapan perubahan warna memar adalah sebagai berikut:
-
24 jam pertama: Memar berwarna merah karena adanya darah segar yang kaya oksigen mengalir ke area yang cedera. Sedangkan, pada kulit lebih gelap, warnanya mungkin tidak terlalu nampak meski area yang memar terlihat lebih gelap dari sekitarnya.
-
Hari ke-1 hingga ke-2: Darah mulai kehilangan oksigen sehingga darah berubah warna menjadi kebiruan, keunguan, atau kehitaman. Hal ini juga menandakan awal dari proses pemecahan darah oleh tubuh. Pada kulit yang lebih gelap, warna memar mungkin tampak lebih pekat.
-
Hari ke-5 hingga ke-10: Memar biasanya tampak kehijauan atau kuning pada kulit yang cerah atau sedang. Sementara pada warna kulit yang gelap, memar perlahan mulai memudar. Warna ini berasal dari zat hasil pemecahan hemoglobin (biliverdin) dan bilirubin.
-
Hari ke-10 hingga ke-14: Warna memar berubah menjadi cokelat muda atau cokelat kekuningan yang menandakan bahwa memar akan hilang.
Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Berbagai kondisi yang dijelaskan di atas pun tidak secara spesifik merepresentasikan penyebab mudah memar.
Apabila mengalami gejala-gejala tidak biasa yang berkaitan dengan kondisi ini, penting untuk memperoleh diagnosis yang akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh penanganan lebih lanjut sesuai dengan kondisi tubuh.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Very Well Health. Ecchymosis or Hematoma?. Diakses pada 2025 | Medical News Today. What do the colors of a bruise mean?. Diakses pada 2025 | Healthline. What Causes Random Bruising?. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini






