Kesehatan Tubuh
DAGUSIBU, Prosedur Penggunaan Obat yang Perlu Diperhatikan

Table of Contents
DAGUSIBU adalah program yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan obat dengan baik dan benar. Program ini dilakukan dengan menginformasikan cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan tepat. Mari simak informasi lengkap mengenai apa itu DAGUSIBU dalam artikel berikut ini.
Apa itu DAGUSIBU?
DAGUSIBU adalah program yang diperkenalkan dan disosialisasikan oleh Ikatan Apoteker Indonesia atau IAI. Secara umum, tujuan DAGUSIBU adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai cara memperlakukan obat dengan baik dan benar. Pada dasarnya, DAGUSIBU adalah singkatan dari dapatkan, gunakan, simpan, dan buang. Adapun penjelasan dari masing-masing prinsip DAGUSIBU adalah sebagai berikut:
1. DA (Dapatkan)
Prinsip pertama dari DAGUSIBU adalah DA yang berarti dapatkan. Dalam hal ini, setiap individu disarankan untuk mendapatkan obat-obatan yang sesuai dengan standar dan perizinan dari tempat yang telah terjamin mutu serta kualitasnya. Beberapa tempat yang direkomendasikan untuk memperoleh obat-obatan adalah apotek, instalasi farmasi di rumah sakit, klinik, puskesmas, dan toko obat resmi.
Cara mendapatkan obat-obatan ini juga perlu disesuaikan dengan jenis atau golongan obat terkait. Berikut penjelasannya:
-
Obat bebas: Bisa dibeli dengan bebas di apotek ataupun swalayan tanpa memerlukan resep dari dokter.
-
Obat bebas terbatas: Bisa dibeli tanpa resep dokter. Namun, jika menderita penyakit atau riwayat tertentu, disarankan untuk menggunakan obat ini sesuai anjuran dokter.
-
Obat herbal: Bisa dibeli tanpa resep dokter.
-
Obat keras dan psikotropika: Hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.
-
Obat golongan narkotika: Hanya bisa didapatkan dengan resep dokter yang terdapat tanda tangan dan nomor izin praktik dokter tersebut. Pasien juga tidak dapat menebus obat golongan ini menggunakan salinan resep.
Di samping itu, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memperoleh obat-obatan, di antaranya sebagai berikut:
-
Memeriksa informasi obat yang tercantum pada kemasan atau brosur.
-
Memperhatikan tanggal kedaluwarsa pada kemasan obat.
-
Jika ingin menebus obat dengan resep dokter, pastikan untuk mengunjungi instalasi farmasi atau apotek yang sudah memiliki legalitas.
2. GU (Gunakan)
Obat merupakan bahan aktif yang perlu digunakan dengan dosis tertentu untuk mendiagnosis, menyembuhkan, hingga mencegah penyakit dan menjaga kesehatan tubuh. Penggunaan bahan aktif ini perlu sesuaikan dengan prinsip yang tepat, yaitu:
-
Tepat diagnosis.
-
Tepat indikasi.
-
Tepat pemilihan obat.
-
Tepat dosis, cara, dan lama pemberian.
-
Tepat pemberian informasi.
Secara umum, penggunaan obat-obatan juga perlu dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini:
-
Mengonsumsi obat sesuai dengan aturan yang tertera pada etiket.
-
Mengonsumsi obat sesuai dengan waktu yang dianjurkan.
-
Mematuhi aturan pemakaian obat pada etiket.
-
Minum obat sampai habis sesuai dengan resep dokter, terutama obat antibiotik.
-
Memperhatikan indikasi, efek samping, dan kontraindikasi obat.
-
Menghentikan penggunaan obat apabila tidak memberikan efek terapi atau justru menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan dan konsultasi ke dokter tentang efek samping yang dialami tersebut.
-
Tidak dianjurkan untuk menyatukan berbagai jenis obat dalam satu wadah.
-
Tidak dianjurkan untuk melepas etiket dari wadah obat. Sebab, terdapat cara penggunaan obat dan informasi penting yang tertera di dalam etiket tersebut.
-
Hindari menggunakan obat yang diresepkan untuk orang lain meskipun merasakan gejala yang sama.
-
Bertanya kepada dokter, apoteker, atau petugas kesehatan untuk memperoleh informasi penggunaan obat yang lengkap dan tepat.
Selain itu, penting pula untuk menggunakan obat sesuai dengan bentuk sediaan obat tersebut, seperti:
-
Obat sirup: Sebelum dikonsumsi, kocok botol obat terlebih dahulu. Lalu, tuangkan obat pada sendok takar yang sudah tersedia sesuai dengan anjuran resep atau petunjuk kemasan.
-
Puyer: Masukkan bubuk obat ke dalam pelarut (bisa air putih atau air gula) sebelum meminumnya.
-
Tablet: Dikonsumsi dengan cara ditenggak dengan air mineral. Tidak disarankan untuk dihaluskan terlebih dahulu karena beberapa jenis obat mungkin manfaatnya akan hilang jika pelindung tablet dihancurkan. Karena itu, konsultasikan dulu ke dokter atau apoteker apabila ingin menghaluskan obat.
-
Kapsul: Dikonsumsi secara langsung atau dengan cara mengeluarkan bubuk obat di dalam kapsul tersebut untuk dilarutkan.
-
Obat oles: Diaplikasikan secara langsung pada permukaan kulit/lesi.
-
Supositoria: Dimasukkan ke dalam dubur, uretra, atau vagina.
-
Obat tetes: Diteteskan langsung pada mata, hidung, atau telinga.
-
Obat suntik: Diaplikasikan melalui suntikan atau injeksi. Penggunaan obat suntik juga dapat dibedakan menjadi tiga metode, yaitu:
-
Subcutaneous injection (SC): Disuntikkan pada lapisan bawah kulit.
-
Intramuskular (IM): Disuntikkan pada lapisan jaringan otot.
-
Intravena (IV): Disuntikkan pada pembuluh darah.
-
Serbuk inhalasi: Dihirup secara oral (melalui mulut), biasanya menggunakan alat khusus seperti inhaler dan nebulizer.
-
Obat tempel atau implan: Ditempel pada kulit bagian tubuh yang ingin diobati atau ditanam di bawah permukaan kulit.
3. SI (Simpan)
Prinsip DAGUSIBU selanjutnya adalah simpan. Pada dasarnya, penyimpanan obat perlu disesuaikan dengan anjuran yang tertera pada kemasan karena dapat memengaruhi efektivitas obat. Di samping itu, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyimpan obat adalah sebagai berikut:
-
Simpan sesuai dengan petunjuk kemasan obat.
-
Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
-
Simpan obat dalam kemasan asli dan pastikan kemasan tersebut tertutup rapat agar terhindar dari kontaminasi.
-
Simpan obat pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung, kering, dan sejuk.
-
Jangan tinggalkan obat di dalam mobil terlalu lama. Sebab, lingkungan tersebut memiliki suhu udara yang tidak stabil dan dapat merusak sediaan obat.
-
Periksa tanggal kedaluwarsa dan kondisi obat secara rutin.
Dalam menyimpan obat, bentuk sediaan obat adalah salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan. Berikut adalah cara-cara menyimpan obat berdasarkan bentuk sediaannya:
-
Tablet dan kapsul: Hindari penyimpanan di tempat yang panas atau lembap.
-
Sediaan obat cair: Hindari penyimpanan di lemari pendingin agar tidak beku, kecuali ditentukan pada etiket atau kemasan obat.
-
Sediaan ovula dan supositoria: Simpan di lemari es agar obat tidak mencair pada suhu kamar.
-
Sediaan aerosol atau spray: Hindari penyimpanan di tempat bersuhu tinggi agar obat tidak meledak.
4. BU (Buang)
Prinsip terakhir dari DAGUSIBU adalah buang, terutama jika obat sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Adapun ciri-ciri obat yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa adalah memiliki rasa, bau, dan warna yang telah berubah dari sebelumnya.
Namun, membuang obat tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, karena hal tersebut berisiko disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Secara umum, berikut adalah cara membuang obat yang perlu diperhatikan:
-
Pastikan obat sudah rusak, kedaluwarsa, berubah warna, dan tidak diperlukan.
-
Hancurkan obat, terutama jika berbentuk kapsul atau tablet. Untuk sediaan obat cair, encerkan terlebih dahulu dengan air atau tambahkan pasir dan tanah. Lalu, buang bersama dengan sampah lain.
-
Lepaskan etiket dan tutup botol terlebih dahulu. Lalu, hancurkan botol obat tersebut agar tidak disalahgunakan.
-
Khusus untuk obat antibiotik, buanglah obat bersama dengan kemasannya. Namun, pastikan untuk melepaskan label yang ada pada kemasan obat terlebih dahulu.
Dapat disimpulkan bahwa DAGUSIBU adalah prinsip yang perlu diperhatikan dan dipahami oleh setiap individu sebelum menggunakan obat-obatan. Jika masih bingung dengan penggunaan obat-obatan, Anda disarankan untuk mendiskusikannya dengan dokter spesialis yang sesuai dengan kondisi Anda di Siloam Hospitals terdekat.
Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk menikmati kemudahan akses berbagai layanan kesehatan dari Siloam Hospitals. Aplikasinya dapat diunduh secara gratis pada smartphone Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Siloam Ruby
Skrining Umum
21 Service/Item
Rp1.000.000
TERPOPULER
Paket Siloam Silver
Skrining Umum
22 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Siloam Pearl
Skrining Umum
31 Service/Item
Rp4.300.000
TERPOPULER
Paket Siloam Platinum
Skrining Umum
43 Service/Item
Rp14.000.000
Paket Sehat 2
3 Service/Item
Rp390.000







