Dermatitis Seboroik - Penyebab Hingga Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Dermatitis Seboroik - Penyebab Hingga Cara Mengobatinya

19 Desember 2025 4 menit waktu baca
Dermatitis Seboroik - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents

Dermatitis seboroik adalah penyakit kulit yang ditandai dengan kulit kemerahan, bersisik, dan berketombe. Kondisi ini kerap terjadi pada bagian kulit yang berminyak seperti kulit kepala, alis, dan sisi hidung.

 

Meski tidak berbahaya, penyakit dermatitis seboroik perlu ditangani dengan tepat agar tidak mengganggu aktivitas keseharian. Mari kenali penyebab, gejala, dan cara mengatasi dermatitis seboroik selengkapnya melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Dermatitis Seboroik?

 

Seborrheic dermatitis atau dermatitis seboroik adalah penyakit kulit yang umum terjadi pada bagian kulit kepala. Kondisi ini menyebabkan kulit kemerahan, gatal, bersisik, dan berketombe.

 

Dermatitis seboroik dapat dialami oleh siapa saja, namun lebih sering terjadi pada bayi dan orang dewasa berusia 30–60 tahun. Dermatitis seboroik pada bayi dikenal dengan istilah cradle cap. Pada kebanyakan kasus, dermatitis seboroik dapat hilang dengan sendirinya. Kendati demikian, penyakit kulit ini bersifat kambuhan sehingga perlu ditangani dengan tepat.

 

Penyebab Dermatitis Seboroik

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab dermatitis seboroik. Namun, terdapat dugaan bahwa pertumbuhan jamur Malassezia pada permukaan kulit yang berminyak menjadi salah satu faktor pemicu munculnya dermatitis seboroik.

 

Di samping itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami dermatitis seboroik adalah sebagai berikut:

  • Memiliki daya tahan tubuh lemah. Kondisi ini biasanya terjadi pada penderita kanker, HIV/AIDS, atau seseorang yang sedang mengonsumsi imunosupresan setelah transplantasi organ.
  • Peningkatan hormon androgen di dalam tubuh. Kondisi ini biasanya terjadi pada remaja laki-laki di masa pubertas.
  • Stres.
  • Perubahan cuaca ekstrem, seperti terlalu dingin atau kering.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti lithium atau interferon.
  • Mengidap gangguan mental, seperti depresi.
  • Mengidap gangguan saraf, seperti penyakit parkinson.
  • Menggunakan pelembap wajah yang mengandung alkohol.
  • Memiliki riwayat penyakit kulit lain, seperti psoriasis, jerawat, atau rosacea.

 

Gejala Dermatitis Seboroik

 

Gejala dermatitis seboroik cenderung bervariasi menyesuaikan tingkat keparahannya. Namun, sejumlah gejala umum dari dermatitis seboroik adalah sebagai berikut:

  • Gatal.
  • Munculnya ruam berbentuk seperti cincin (annular) pada tipe dermatitis seboroik petaloid.
  • Kulit berwarna kemerahan.
  • Munculnya sisik putih kekuningan yang berminyak pada kulit kepala, alis, bulu mata, atau ketiak.
  • Keluar cairan berwarna bening dari telinga jika dermatitis seboroik terjadi pada bagian dalam telinga.

 

Diagnosis Dermatitis Seboroik

 

Tindakan yang umum dilakukan dokter untuk mendiagnosis dermatitis seboroik adalah wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Namun, jika terdapat dugaan penyakit lain, dokter akan melanjutkan diagnosis dengan mengambil sampel jaringan kulit (biopsi) untuk diperiksa pada laboratorium.

 

Cara Mengobati Dermatitis Seboroik

 

Pada sebagian besar kasus, dermatitis seboroik dapat hilang dengan sendirinya. Namun, jika gejala yang muncul cukup mengganggu, dokter akan meresepkan obat-obatan tertentu untuk menyembuhkan dermatitis seboroik. Adapun beberapa jenis obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit dermatitis seboroik adalah sebagai berikut:

 

1.  Obat Antijamur

 

Salah satu jenis obat yang kerap digunakan untuk mengatasi dermatitis seboroik adalah obat antijamur, seperti selenium sulfide, asam salisilat, dan clotrimazole. Umumnya, dokter akan meresepkan obat antijamur untuk penderita dermatitis seboroik dalam bentuk gel, krim, atau sampo.

 

2.  Kortikosteroid Topikal

 

Dokter juga dapat meresepkan sampo, krim, atau salep yang mengandung kortikosteroid untuk mengatasi dermatitis seboroik. Obat ini akan bekerja dengan menghambat peradangan pada kulit yang terdampak.

 

3. Calcineurin inhibitor

 

Calcineurin inhibitor adalah obat non steroid yang digunakan untuk mengatasi kemerahan dan peradangan pada kulit. Beberapa jenis calcineurin inhibitor yang umum digunakan untuk mengobati dermatitis seboroik adalah tacrolimus dan pimecrolimus.

 

4. Pengobatan Dermatitis Seboroik Lainnya

 

Selain menggunakan obat-obatan di atas, penderita dermatitis seboroik juga dianjurkan untuk melakukan perawatan mandiri di rumah, seperti:

  • Hindari menggaruk kulit yang terkena dermatitis seboroik agar tidak memperburuk iritasi serta menurunkan risiko infeksi.
  • Jaga kebersihan kulit yang terdampak, seperti keramas dan mandi secara rutin.
  • Gunakan minyak zaitun atau produk pelembap untuk menjaga kelembapan kulit.
  • Hindari menggunakan produk kecantikan yang mengandung alkohol.
  • Gunakan pakaian berbahan lembut, seperti kain katun, guna mengurangi iritasi pada kulit yang terdampak.
  • Gunakan sampo atau krim yang mengandung tea tree oil dan ekstrak lidah buaya untuk meredakan iritasi pada kulit.

 

Cara Mencegah Dermatitis Seboroik

 

Dermatitis seboroik adalah penyakit kulit yang cenderung sulit dicegah. Kendati demikian, Anda dapat menerapkan beberapa cara berikut untuk mengurangi risiko terjadinya dermatitis seboroik.

  • Kelola stres dengan baik.
  • Gunakan krim pelembap kulit secara teratur.
  • Hindari menggunakan produk penata rambut, seperti hair spray atau gel rambut terlalu sering yang berisiko mengiritasi kulit kepala.
  • Jaga kebersihan diri dengan keramas dan mandi secara rutin.

 

Dermatitis seboroik adalah penyakit kulit pada bagian kepala. Dugaan faktor pemicu kondisi medis ini karena ada pertumbuhan jamur Malassezia pada permukaan kulit yang berminyak dan mengakibatkan gatal-gatal hingga kulit bersisik terutama di kepala, alis, bulu mata, ketiak. Tetapi, ada beberapa kasus saat kondisi ini bisa hilang dengan sendirinya.

 

Namun, bila Anda mengeluhkan gejala yang mengarah pada dermatitis seboroik, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Dermatologi (Kulit) guna mendapatkan hasil diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 5

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail