Apa itu Difteri? Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan
Kesehatan Tubuh

Apa itu Difteri? Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

04 September 2025 3 menit waktu baca
difteri adalah

Table of Contents

Difteri adalah golongan penyakit menular yang terjadi karena infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae. Difteri menyerang hidung dan tenggorokan yang biasanya ditandai dengan munculnya selaput abu-abu yang melapisi tenggorokan dan amandel.

 

Difteri tergolong penyakit berbahaya, bahkan dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan segera. Simak selengkapnya mengenai penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahan difteri di bawah ini!

 

Apa itu Difteri?

 

Difteri adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan atas dan tenggorokan. Kondisi ini menyebabkan selaput jaringan mati dan menumpuk di tenggorokan dan amandel. Akibatnya, penderita difteri mengalami kesulitan bernapas dan menelan.

 

Pada tahap lanjut, bakteri Corynebacterium diphtheriae dapat menghasilkan racun yang berisiko menimbulkan gangguan pada beberapa bagian tubuh lain, seperti kulit, jantung, hingga saraf. Bahkan, difteri berpotensi mengancam jiwa bila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Difteri adalah penyakit menular yang dapat menyebar melalui batuk, bersin, dan luka terbuka dari orang terinfeksi. Penyakit ini dapat menyerang orang dari segala usia dengan tingkat kematian sebanyak 20% pada penderita di bawah 5 tahun atau di atas 60 tahun.

 

Difteri kerap terjadi di negara-negara berkembang dengan tingkat vaksinasi yang rendah, termasuk Indonesia. Sejak tahun 2018, WHO melaporkan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami peningkatan isu difteri.

 

Penyebab Difteri

 

Penyakit difteri disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae yang dapat menular antar manusia melalui percikan air liur atau menghirup udara yang dihembuskan oleh orang terinfeksi. Berikut penjelasan mengenai penularan difteri:

 

1. Partikel Udara

 

Seseorang dapat tertular difteri apabila menghirup partikel udara yang berasal dari bersin atau batuk dari orang terinfeksi. Cara penularan ini berpotensi tinggi terjadi di tempat ramai.

 

2. Permukaan Barang yang Terkontaminasi

 

Selain partikel udara, difteri juga dapat menular melalui sentuhan benda yang terkontaminasi bakteri. Misalnya, Anda berisiko tinggi tertular difteri jika memegang tisu bekas penderita difteri. Meski jarang terjadi, difteri juga dapat menyebar melalui peralatan pribadi yang digunakan bersama, salah satunya handuk.

 

3. Luka yang Terinfeksi

 

Menyentuh luka terbuka yang telah terpapar bakteri juga bisa menjadi salah satu penyebab seseorang tertular difteri.

 

Gejala Difteri

 

Gejala difteri akan muncul 2-5 hari setelah seseorang terinfeksi bakteri Corynebacterium diphteriae. Selanjutnya, bakteri akan menyebar ke aliran darah dan menimbulkan beberapa gejala, seperti:

 

  • Terdapat lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi amandel dan tenggorokan
  • Demam dan menggigil
  • Batuk
  • Gangguan penglihatan
  • Kulit pucat, berkeringat dingin, dan jantung berdebar cepat
  • Kesulitan bernapas
  • Mudah merasa lemas dan lelah
  • Lendir dari mulut atau hidung terkadang bercampur darah
  • Nyeri tenggorokan
  • Suara menjadi serak
  • Kebingungan saat berbicara hingga melantur

 

Komplikasi Difteri

 

Difteri adalah kondisi yang dapat menimbulkan beberapa risiko komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat. Komplikasi difteri di antaranya:

 

1. Gangguan Pernapasan

 

Bakteri penyebab difteri menghasilkan racun yang mengakibatkan kerusakan jaringan di hidung, tenggorokan, atau area terinfeksi lain. Pada kondisi ini, infeksi menimbulkan lapisan abu-abu yang terdiri atas sel-sel mati, bakteri, dan zat lainnya yang berpotensi menghambat pernapasan.

 

2. Kerusakan Jantung

 

Racun difteri dapat menyebar melalui aliran darah sehingga berisiko merusak jaringan lain pada tubuh, salah satunya otot jantung. Kondisi ini memungkinkan penderita difteri mengalami miokarditis.

 

3. Kerusakan Saraf

 

Selain kerusakan pada jantung, racun bakteri difteri juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada saraf. Akibatnya, penderita difteri mengalami kesulitan menelan. Kelemahan otot juga bisa terjadi karena peradangan pada saraf lengan dan kaki.

 

Pengobatan Difteri

 

Sebagai langkah pengobatan difteri, pada umumnya dokter akan meresepkan obat-obatan untuk membasmi bakteri penyebab infeksi, seperti:

 

Antitoksin

 

Antitoksin adalah obat yang berfungsi menetralkan racun akibat difteri. Antitoksin biasanya diberikan melalui suntikan ke otot atau pembuluh darah. Namun sebelum menyuntikkan antitoksin, dokter perlu melakukan tes alergi kulit untuk memastikan pasien terbebas dari alergi antitoksin.

 

Antibiotik

 

Tujuan pemberian antibiotik pada pengidap difteri adalah untuk mematikan bakteri penyebab difteri dan membersihkan infeksi. Antibiotik juga dapat membantu mencegah terjadinya penularan difteri ke orang lain.

 

Pencegahan Difteri dengan Vaksin DPT

 

Difteri adalah penyakit yang dapat dicegah melalui pemberian vaksin DPT. Vaksinasi ini dilakukan secara bertahap sejak masa kanak-kanak, yaitu mulai dari usia 2 bulan hingga 6 tahun. Anak-anak yang telah mendapatkan vaksin DPT sebelum usia 7 tahun disarankan untuk melakukan booster vaksin difteri ketika berusia 18 tahun.

 

Apabila Anda merasakan gejala di atas, segera konsultasikan pada dokter agar tidak berlanjut pada kondisi serius. Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat dari dokter terbaik kami.


Anda dapat membuat janji temu terlebih dahulu secara online melalui aplikasi MySiloam atau dengan menghubungi call center kami di 1-500-911. Mari jaga kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-agustinus-sony-yudianto-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ropi-affandi-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-emanuel-q-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail