Kesehatan Tubuh
Mengenal Penyebab Eksim Basah, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Eksim basah adalah suatu kondisi kulit yang umum terjadi dan dapat menyebabkan rasa gatal yang intens dan kemerahan pada kulit. Kondisi yang disebut juga dengan dermatitis atopik ini biasanya lebih sering terjadi pada anak-anak, namun tak menutup kemungkinan terjadi pada orang dewasa.
Pada dasarnya, eksim basah bukanlah sebuah diagnosis penyakit, melainkan istilah untuk menggambarkan keluhan kulit yang terlihat basah yang diakibatkan oleh penyakit kulit tertentu. Tak jarang, permasalahan kulit ini dianggap sepele sehingga tidak diobati dengan cara yang tepat. Padahal, eksim basah memerlukan pengobatan khusus.
Mari pahami lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, hingga pengobatan eksim basah atau dermatitis atopik dalam artikel di bawah ini.
Apa itu Eksim Basah?
Pada dasarnya, eksim basah maupun eksim kering bukanlah istilah resmi dalam dunia medis. Eksim adalah bahasa awam untuk kondisi dermatitis atopik, yakni peradangan pada lapisan kulit yang menyebabkan kulit menjadi kemerahan, kasar, kering, dan gatal.
Sementara itu, eksim basah adalah istilah yang banyak digunakan orang untuk menyebutkan suatu masalah kulit yang tidak hanya gatal dan kering, tetapi juga disertai bisul-bisul atau bintil-bintil berisi air dan nanah. Ketika bisul tersebut pecah, kulit akan menjadi basah.
Penyebab Eksim Basah
Eksim basah biasanya menandakan bahwa luka pada kulit sudah mengalami infeksi. Di mana, infeksi tersebut dapat disebabkan oleh kebiasaan menggaruk area kulit yang gatal, sehingga dengan mudah berkembang menjadi luka terbuka. Alhasil, bakteri, virus, atau jamur penyebab infeksi lebih mudah masuk ke dalam tubuh melalui luka tersebut.
Penyebab paling umum terjadinya infeksi pada kulit adalah bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus grup A. Pasalnya, bakteri-bakteri tersebut bisa dengan mudah mencari jalan untuk masuk melalui permukaan kulit yang mengalami luka terbuka.
Eksim basah juga dapat disebabkan oleh gangguan autoimun yang menyerang kulit, seperti pemfigoid bulosa, pemfigus vulgaris, dan epidermolysis bullosa. Selain itu, beberapa jenis dermatitis yang bisa menyebabkan eksim basah adalah dermatitis kontak, dermatitis atopik, dan dermatitis numular.
Gejala Eksim Basah
Dibandingkan dengan eksim kering, gejala eksim basah lebih mudah dikenali. Adapun beberapa gejala eksim basah adalah sebagai berikut:
-
Rasa gatal yang hebat.
-
Sensasi panas seperti terbakar pada kulit.
-
Muncul benjolan atau bisul berisi nanah yang terkelupas atau pecah.
-
Sisa bisul yang banyak.
-
Disertai keluarnya nanah berwarna putih/kekuningan.
Penderita eksim basah yang disebabkan oleh infeksi biasanya juga mengalami beberapa gejala berikut:
-
Demam.
-
Menggigil.
-
Lelah dan lemas.
Cara Mengobati Eksim Basah
Pada dasarnya, segala jenis eksim, termasuk eksim basah adalah penyakit yang tidak dapat diobati. Hingga saat ini, pengobatan eksim basah yang dilakukan hanya bertujuan untuk mencegah kambuhnya gejala serta menyembuhkan area kulit yang terkena. Adapun sejumlah cara mengobati eksim basah yang biasa dilakukan, yaitu:
-
Mengonsumsi obat antihistamin untuk meredakan gatal.
-
Melakukan terapi sinar UV (fototerapi) untuk menangani peradangan.
-
Mengoleskan salep yang diresepkan oleh dokter, untuk mengurangi kemerahan, pembengkakan, dan nyeri pada area kulit yang mengalami eksim.
-
Mengonsumsi obat antibiotik oral atau topikal untuk mengatasi infeksi yang menyebabkan eksim sesuai anjuran dari dokter.
-
Penggunaan obat imunosupresan untuk mengurangi respons kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang tubuh, sehingga peradangan bisa berkurang.
Perawatan Eksim Basah
Selain menjalani pengobatan secara medis, eksim basah perlu dirawat dengan tepat agar pemulihannya lebih cepat. Adapun beberapa perawatan yang perlu diperhatikan untuk eksim basah adalah sebagai berikut.
1. Hindari Menggaruk
Meski terasa sangat gatal, sebaiknya hindari menggaruk area kulit yang terkena eksim basah. Sebab, hal ini justru akan menimbulkan luka dan membuat kondisi semakin parah. Selain itu, menggaruk juga meningkatkan risiko infeksi bakteri, virus, atau kuman lainnya yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka.
Kemudian, pastikan juga kuku dalam kondisi bersih dan pendek. Hal ini karena kuku yang panjang, tajam, dan kotor lebih berisiko untuk melukai kulit dan menyebabkan infeksi.
2. Menutup Luka
Supaya kondisi eksim tidak semakin parah akibat iritasi ataupun infeksi, maka tutuplah luka dengan perban. Kemudian, ganti perban minimal satu kali sehari atau ketika perban terlihat basah/kotor. Untuk membantu meredakan rasa gatal yang mungkin muncul, berikan kompres dingin pada eksim basah setiap penggantian perban.
3. Menjaga Kebersihan Kulit
Menjaga kebersihan kulit di sekitar eksim juga tak kalah penting. Tak sedikit masyarakat yang berpikir bahwa orang yang sedang mengalami permasalahan kulit tidak boleh mandi. Padahal, mandi adalah salah satu cara menjaga kebersihan tubuh saat mengalami masalah kulit.
Penderita disarankan untuk mandi dengan air hangat menggunakan sabun yang berbahan lembut guna menghindari terjadinya iritasi kulit. Penderita juga disarankan untuk tidak menggosok kulit atau menggunakan loofah, scrub, dan waslap guna menghindari terjadinya luka pada kulit.
Setelah mandi, tepuk kulit secara perlahan menggunakan handuk hingga kulit kering atau sedikit lembap. Kemudian, oleskan salep ke area eksim basah sesuai petunjuk penggunaan.
Setelah itu, gunakan pelembap ke seluruh tubuh agar kulit tidak kering. Menjaga kelembapan kulit diketahui dapat menurunkan risiko kambuhnya eksim basah.
Selain itu, pastikan juga untuk mencuci tangan hingga benar-benar bersih, saat sebelum dan sesudah membersihkan eksim basah.
4. Mengenakan Pakaian Nyaman
Saat mengalami eksim basah, sebaiknya gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Pasalnya, keringat berlebih dan udara lembap dapat menyebabkan eksim basah menjadi semakin gatal,teriritasi, dan sulit untuk sembuh.
5. Menghindari Pemicu Alergi
Apabila eksim basah terjadi karena respons alergi atau iritasi, maka kenali apa faktor pemicunya dan usahakan untuk menghindarinya. Adapun beberapa alergen penyebab eksim basah adalah asap rokok, detergen, dan parfum. Cara ini dilakukan untuk mencegah kambuhnya gejala dan keparahan eksim.
Itulah penjelasan mengenai penyebab hingga pengobatan eksim basah yang perlu Anda ketahui. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami keluhan terkait masalah kulit. Kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan secara tepat.
Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dan cepat. Segera unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Armina Haramaini, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Wound Care Basic - Homecare
Perawatan Luka Homecare
1 Service/Item
Rp299.000
TERPOPULER
Suntik Booster Vitamin C
Lainnya, Vaksinasi
Rp99.000
TERPOPULER
Full Blood Count (CBC + DIFF + LED) / Hematologi Lengkap
Darah, Imunologi, Infeksi
1 Service/Item
Rp113.400
TERPOPULER
Wound Care Basic Bundling 3x - Homecare
Perawatan Luka Homecare
Rp1.100.000







