Mengenal Elektromiografi (EMG), Fungsi hingga Prosedurnya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Elektromiografi (EMG), Fungsi hingga Prosedurnya

03 Juni 2026 4 menit waktu baca
elektromiografi adalah

Elektromiografi adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur aktivitas listrik otot beserta saraf yang mengendalikannya. Prosedur ini bertujuan mendeteksi kelainan pada fungsi saraf dan otot, atau gangguan pada transmisi sinyal dari saraf ke otot dan sebaliknya. Mari simak jenis-jenis elektromiografi beserta prosedur selengkapnya melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Elektromiografi (EMG)?

 

Elektromiografi atau EMG adalah prosedur pemeriksaan untuk mengetahui kondisi otot, saraf, atau keduanya. Pemeriksaan medis ini dilakukan menggunakan elektroda yang terhubung dengan mesin EMG. Melalui bantuan alat tersebut, dokter dapat memantau pergerakan listrik otot dalam bentuk grafik pada layar monitor yang terhubung.

 

Selanjutnya, dokter akan melakukan analisis lebih mendalam berdasarkan grafik tersebut. Pemeriksaan elektromiografi umumnya disertai dengan prosedur NCV (nerve conduction velocity), yaitu pengukuran kecepatan aktivitas listrik saraf yang mengontrol otot.

 

Jenis Elektromiografi

 

Berdasarkan teknik pemeriksaannya, elektromiografi terbagi menjadi dua jenis, yaitu intramuscular electromyography dan surface electromyography. Berikut penjelasannya:

 

1. Intramuscular Electromyography

 

Pada prosedur intramuscular EMG, elektroda yang digunakan yakni berupa jarum halus dan tipis yang dimasukkan ke dalam otot melalui permukaan kulit. Intramuscular electromyography diketahui mampu memberikan hasil analisis yang lebih spesifik, terutama untuk otot yang berukuran kecil dan terdalam.

 

Meski begitu, pemeriksaan ini hanya akan dilakukan untuk kondisi tertentu setelah melalui evaluasi dokter. Selama pemeriksaan berlangsung, intramuscular electromyography berisiko menimbulkan rasa nyeri hingga menyebabkan infeksi atau perdarahan pada area tusukan jarum. Namun, kecil kemungkinan hal tersebut terjadi.

 

2. Surface Electromyography (sEMG)

 

Prosedur ini dilakukan dengan menempelkan elektroda pada permukaan kulit, tepatnya di atas otot yang mengalami keluhan. Prosedur sEMG kerap menjadi pilihan dokter karena dianggap lebih aman dan praktis, terutama untuk pemeriksaan otot besar yang berada di dekat permukaan kulit. Prosedur ini biasanya dilakukan pada kondisi tertentu, seperti kelemahan otot, dan kram otot untuk mendiagnosis penyebabnya.

 

Fungsi Elektromiografi

 

Pemeriksaan elektromiografi bertujuan untuk menilai kemampuan otot dalam memberi respons berupa sinyal dari saraf. Pada kondisi normal, otot akan secara otomatis bergerak ketika menerima sinyal listrik dari saraf, yakni berupa perintah untuk bekerja.

 

Namun, pada kondisi medis tertentu, otot dapat terasa nyeri atau lemah secara mendadak yang membuatnya sulit untuk menangkap sinyal dari saraf. Pada momen inilah pemeriksaan elektromiografi dibutuhkan. Elektromiografi dapat membantu dokter mendeteksi kelainan fungsi saraf dan otot atau gangguan transmisi sinyal antara keduanya.

 

Kondisi yang Membutuhkan Pemeriksaan EMG

 

Elektromiografi adalah jenis pemeriksaan yang dapat direkomendasikan oleh dokter bagi pasien dengan keluhan sebagai berikut:

 

  • Mati rasa.

  • Kelemahan pada otot.

  • Kedutan pada otot.

  • Kesemutan.

  • Mengalami nyeri dan kram otot.

  • Penglihatan ganda.

  • Kelopak mata turun.

  • Pingsan.

 

Prosedur Elektromiografi

 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pasien sebelum, selama, dan setelah menjalani prosedur elektromiografi. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

A. Sebelum Elektromiografi

 

Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terlebih dahulu untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan untuk menjalani elektromiografi. Jika sudah, pasien akan diminta untuk melakukan beberapa persiapan berikut ini:

 

  • Membersihkan diri dengan tujuan menghilangkan minyak pada kulit.

  • Menghindari aktivitas merokok dan minuman berkafein 2–3 jam sebelum pemeriksaan.

  • Gunakan pakaian yang memudahkan akses pemeriksaan.

  • Tidak disarankan menggunakan krim pada tubuh, terutama pada bagian yang akan dilakukan pemeriksaan, setidaknya beberapa hari sebelumnya.

  • Menghentikan obat-obat tertentu.

 

B. Selama Prosedur Elektromiografi

 

Elektromiografi dapat berlangsung selama 30–60 menit. Selama prosedur pemeriksaan dilakukan, pasien diharapkan tenang dan mengikuti instruksi dari dokter agar hasilnya sesuai, yaitu:

 

  • Pasien diharuskan melepas semua benda-benda logam, seperti jam tangan ataupun perhiasan karena dapat berpengaruh pada hasil pemeriksaan.

  • Prosedur dimulai dengan menempelkan atau menusukkan elektroda pada area otot tersebut.

  • Dokter akan memandu pasien untuk mencoba beberapa gerakan yang dapat mengencangkan otot.

  • Mesin EMG akan merekam aktivitas listrik otot pasien yang kemudian ditampilkan pada monitor untuk dianalisis oleh dokter.

  • Setelah selesai melakukan analisis, elektroda akan dilepaskan secara perlahan.

 

C. Setelah Elektromiografi

 

Setelah melakukan elektromiografi, pasien biasanya dapat dipersilakan untuk pulang ke rumah dan melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal selama tidak ada pantangan khusus dari dokter. Hasil pemeriksaan akan disampaikan oleh dokter secara lengkap di hari yang sama atau beberapa hari setelahnya. Hasil pemeriksaan dikatakan normal apabila EMG menunjukkan aktivitas listrik yang kecil pada saat otot sedang dalam posisi diam atau relaksasi.

 

Risiko Efek Samping Elektromiografi

 

Elektromiografi adalah prosedur yang aman dilakukan. Namun, meski jarang terjadi, EMG juga memiliki beberapa risiko efek samping, terutama untuk jenis pemeriksaan intramuscular electromyography, seperti:

 

  • Nyeri.

  • Memar.

  • Perdarahan ringan.

  • Bengkak.

 

Penting untuk diketahui bahwa elektromiografi hanya akan direkomendasikan setelah dokter mengevaluasi kondisi pasien secara menyeluruh dan dipastikan pasien telah memenuhi persyaratan untuk menjalani prosedur medis tersebut. Apabila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait elektromiografi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani pasien akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis spesifik pasien.

 

Demi kemudahan akses layanan, Siloam Medical Concierge hadir untuk membantu Anda memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis. Mari, mulai perjalanan kesembuhan Anda bersama kami, di Indonesia.

 

second opinion penanganan komprehensif

Dokter Kami
dr-pricilla-yani-gunawan-sps

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Pricilla Yani Gunawan, Sp.N, Subspes.E.N.K (K), F.Neuroimaging-Neurosonology

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail