Epidural Hematoma (EDH) - Penyebab, Gejala, & Penanganannya
Kesehatan Tubuh

Epidural Hematoma (EDH) - Penyebab, Gejala, & Penanganannya

30 Oktober 2025 4 menit waktu baca
mengenal epidural hematoma

Perdarahan epidural atau epidural hematoma adalah kondisi medis yang terjadi karena adanya perdarahan pada ruang di antara duramater (lapisan pelindung otak paling luar) dan tulang tengkorak. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh cedera yang menimbulkan keretakan pada tulang tengkorak.

 

Mari pahami lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, diagnosis, hingga penanganan perdarahan epidural selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Epidural Hematoma (EDH)?

 

Perdarahan epidural, epidural hematoma, atau EDH adalah perdarahan yang terjadi pada area epidural, yaitu ruang di antara lapisan duramater dan tulang tengkorak. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan di kepala dan berisiko menekan otak. Karena itulah, EDH termasuk kondisi gawat darurat medis yang berisiko mengancam nyawa sehingga perlu segera mendapatkan tindakan medis yang tepat.

 

Epidural hematoma dapat dialami oleh siapa saja. Namun, kondisi ini lebih berisiko terjadi pada anak-anak dan remaja, terutama mereka yang mengalami cedera kepala akibat aktivitas olahraga (snowboarding, skateboard, bersepeda, dan lain-lain) atau kecelakaan saat berkendara. Selain itu, kasus perdarahan epidural ini juga lebih sering ditemukan pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan.

 

Penyebab Epidural Hematoma

 

EDH paling umum disebabkan oleh cedera kepala yang memicu keretakan tulang tengkorak serta kerusakan lapisan dura dan pembuluh darah di otak akibat kecelakaan saat berkendara, terjatuh, atau kecelakaan saat berolahraga. Selain itu, EDH juga bisa disebabkan sejumlah kondisi medis tertentu, di antaranya adalah:

  • Tumor otak.
  • Kehamilan.
  • Kelainan pembuluh darah.
  • Gangguan pembekuan darah, seperti koagulopati.
  • Infeksi atau abses.
  • Cedera pada tulang belakang
  • Lumbal pungsi atau tindakan epidural anestesi.
  • Penyakit Paget.
  • Malformasi arteri vena dan malformasi kavernosa.

 

Faktor Risiko Epidural Hematoma

 

Adapun sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami perdarahan epidural adalah sebagai berikut:

  • Anak-anak berusia di bawah 2 tahun lebih berisiko mengalami epidural hematoma karena memiliki selaput otak dan tulang tengkorak yang belum terbentuk sempurna.
  • Mengonsumsi obat pengencer darah.
  • Memiliki kondisi tertentu seperti lanjut usia, stroke, atau sulit berjalan yang dapat meningkatkan risiko terjatuh dan menyebabkan cedera kepala.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Tidak menggunakan alat pelindung diri dengan benar saat melakukan aktivitas yang berisiko menyebabkan cedera, seperti saat berolahraga dan berkendara.

 

Gejala Epidural Hematoma

 

Gejala EDH biasanya muncul beberapa menit atau beberapa jam setelah cedera kepala terjadi. Gejala yang muncul cenderung beragam sesuai dengan tingkat keparahannya. Penderita epidural hematoma diketahui mengalami perubahan pola kesadaran yang khas, yaitu diawali dengan penurunan kesadaran, lalu sadar, kemudian kembali hilang kesadaran. Pola ini disebut sebagai lucid interval. Beberapa gejala umum lainnya dari EDH adalah sebagai berikut:

  • Mual dan muntah.
  • Sakit kepala.
  • Kejang.
  • Bingungan atau linglung.
  • Gangguan berbicara.
  • Pupil membesar pada salah satu mata.
  • Gangguan penglihatan pada salah satu mata.
  • Mati rasa pada salah satu sisi tubuh.
  • Sesak napas.

 

Komplikasi Epidural Hematoma

 

EDH tergolong sebagai kondisi gawat darurat medis sehingga perlu segera ditangani dengan tepat. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi, di antaranya adalah:

  • Infeksi, seperti meningitis.
  • Perdarahan.
  • Hidrosefalus.
  • Herniasi otak.
  • Kerusakan otak atau sumsum tulang belakang.
  • Gangguan pernapasan.
  • Koma.
  • Kematian.

 

Diagnosis Epidural Hematoma

 

Untuk menegakkan diagnosis, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan anamnesis atau wawancara medis dengan pasien untuk mengetahui gejala serta riwayat medis pasien. Selain itu, terdapat sejumlah pemeriksaan penunjang yang bisa digunakan untuk membantu mengonfirmasi diagnosis EDH, yaitu:

  • MRI (Magnetic Resonance Imaging) dan CT scan kepala atau tulang belakang, untuk mengamati kondisi otak dan tulang tengkorak.
  • Tes darah, dapat dilakukan untuk melihat apakah terdapat faktor-faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko perdarahan atau tanda-tanda gangguan proses pembekuan darah.
  • Angiografi serebral, mungkin dapat dilakukan jika epidural hematoma dicurigai disebabkan oleh malformasi arteri vena.

 

Penanganan Epidural Hematoma

 

Dokter dapat menindaklanjuti epidural hematoma melalui beberapa tindakan medis, di antaranya adalah dengan tindakan operasi, pemberian obat-obatan, hingga fisioterapi. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Tindakan Operasi

 

Tindakan operasi seperti kraniotomi dan evakuasi hematoma merupakan penanganan pertama yang dapat dilakukan dokter untuk mengatasi EDH. Tindakan ini dilakukan dengan mengangkat sepotong bagian dari tengkorak untuk mengakses bagian otak yang mengalami perdarahan. Operasi ini bertujuan untuk membantu mengevakuasi atau mengeluarkan darah yang menumpuk pada ruang epidural dan mengurangi tekanan berlebih pada otak.

 

2. Pemberian Obat-obatan

 

Untuk mengurangi tekanan pada otak akibat penumpukan darah, dokter dapat memberikan infus manitol melalui intravena. Selain itu, obat antikejang juga dapat diberikan pada pasien EDH untuk mengurangi serta mencegah kejang yang dapat terjadi sebagai komplikasi dari cedera kepala.

 

3. Fisioterapi

 

Fisioterapi adalah terapi rehabilitasi yang dilakukan untuk membantu meningkatkan serta mengembalikan kemampuan fisik pasien. Pasien EDH direkomendasikan untuk menjalani terapi ini jika terdapat keluhan seperti kesulitan berjalan, lumpuh, mati rasa, hingga gangguan perkemihan yang muncul akibat cedera.

 

4. Perawatan Mandiri

 

Dokter juga dapat menyarankan pasien untuk melakukan perawatan mandiri di rumah sebagai upaya membantu mempercepat proses pemulihan. Berikut adalah beberapa perawatan mandiri yang dianjurkan untuk pasien EDH:

  • Istirahat yang cukup.
  • Melakukan aktivitas fisik ringan sesuai dengan anjuran dari dokter.
  • Menghindari jenis olahraga intensitas tinggi.
  • Menghindari konsumsi minuman yang mengandung alkohol secara berlebihan.

 

Cara Mencegah Epidural Hematoma

 

Pada dasarnya, EDH dapat dicegah dengan menghindari faktor risikonya. Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kondisi tersebut adalah:

  • Menggunakan alat pelindung diri dengan baik saat berolahraga dan berkendara.
  • Berhati-hati agar tidak terjatuh atau tersandung.
  • Mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas dan hindari mengonsumsi alkohol saat hendak berkendara.

 

Segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat apabila Anda atau kerabat terdekat memiliki keluhan seperti ulasan di atas. Bersama Siloam Hospitals, segala keluhan kesehatan pasien akan ditangani oleh dokter spesialis berpengalaman sehingga dapat memberikan tindakan medis yang tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh.


Sebelum mengunjungi Siloam Hospitals, jadwalkan terlebih dahulu pertemuan dengan dokter menggunakan fitur Cari Dokter. Fitur tersebut juga dapat ditemukan pada MySiloam apps. Unduh MySiloam sekarang dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail