Ibu dan Anak
Gastroschisis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Table of Contents
Gastroschisis adalah kelainan kongenital yang membuat bayi terlahir dengan usus atau organ pencernaan lain berada di luar tubuh. Kondisi ini bisa terdeteksi sejak janin berada di dalam kandungan melalui pemeriksaan USG kehamilan. Namun, pada beberapa kasus, gastroschisis baru diketahui ketika bayi dilahirkan. Mari pahami lebih lanjut mengenai gastroschisis dalam artikel berikut ini.
Apa itu Gastroschisis?
Gastroschisis adalah kelainan kongenital (bawaan sejak bayi) yang membuat usus atau organ pencernaan lainnya berada di luar perut. Kondisi ini terjadi ketika terdapat lubang di dekat pusar yang bisa dilalui oleh organ-organ di dalam perut. Pada sebagian besar kasus gastroschisis, organ yang berada di luar perut adalah usus, meski tidak menutup kemungkinan organ pencernaan lainnya juga bisa keluar.
Prevalensi gastroschisis diperkirakan sekitar 1 dari 4000 kelahiran hidup. Insiden gastroschisis meningkat di seluruh dunia. Angka kejadian gastroschisis pada bayi laki-laki sama dengan bayi perempuan. Namun, insidensi gastroschisis ditemukan lebih tinggi pada wanita Hispanik, kehamilan tunggal, dan wanita muda berusia kurang dari 20 tahun.
Gastroschisis adalah kondisi yang hampir sama dengan omphalocele. Namun, perbedaannya adalah posisi lubang pada kasus omfalokel terletak tepat di tengah pusar, sedangkan lubang gastroschisis berada di sekitar pusar. Selain itu, pada omphalocele, organ yang keluar dari perut diselubungi oleh lapisan membran atau kantung. Sedangkan pada gastroschisis, organ yang keluar tidak diselubungi oleh lapisan membran tersebut.
Penyebab Gastroschisis
Gastroschisis adalah kondisi yang terjadi karena dinding perut janin tidak terbentuk dengan sempurna. Gastroschisis merupakan suatu kelainan kongenital yaitu ketika dinding anterior abdomen (dinding perut bagian depan) tidak tertutup sepenuhnya sehingga usus, lambung, dan terkadang organ abdomen lainnya seperti ovarium, kandung kemih, dan liver bisa berada di luar perut.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya hal tersebut. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini bisa terjadi karena adanya perubahan (mutasi) pada gen atau kromosom tertentu. Gangguan aliran darah ke sistem pencernaan bayi juga bisa memicu terjadinya gastroschisis.
Di samping itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gastroschisis adalah sebagai berikut:
-
Sang ibu hamil saat berusia di bawah 20 tahun.
-
Ibu mengalami kekurangan nutrisi selama hamil.
-
Ibu memiliki kebiasaan merokok atau terkena paparan asap rokok selama hamil.
-
Ibu mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan saat hamil.
-
Ibu mengonsumsi obat aspirin, ibuprofen, atau dekongestan (seperti pseudoephedrine dan phenylpropanolamine) tanpa anjuran dokter selama hamil.
Gejala Gastroschisis
Gejala utama gastroschisis adalah usus keluar dari perut tanpa diselubungi oleh lapisan membran. Organ pencernaan tersebut keluar dari sebuah lubang yang umumnya terletak di sisi kanan pusar (umbilicus). Organ yang keluar dari perut biasanya adalah usus halus. Namun, organ pencernaan lain, seperti usus besar, lambung, kantong empedu, atau liver, juga bisa keluar dari dinding perut bayi.
Di samping itu, kondisi ini juga bisa ditandai dengan suhu tubuh yang terlalu rendah (hipotermia). Organ tubuh yang berada di luar perut bisa menyebabkan panas tubuh banyak keluar sehingga bayi bisa mengalami hipotermia.
Bayi yang menderita gastroschisis juga mungkin mengalami intrauterine growth restriction (IUGR) atau pertumbuhan janin terhambat. Sekitar 10% gastroschisis ini berhubungan dengan malformasi (kelainan) di luar sistem pencernaan.
Di samping itu, sekitar 25% penderita kasus gastroschisis memiliki masalah tambahan pada sistem pencernaan, seperti misalnya atresia usus (pembentukan usus yang tidak sempurna), stenosis (penyempitan), perforasi (kebocoran), nekrosis (kematian jaringan), malrotasi usus, dan volvulus (usus yang terpelintir).
Diagnosis Gastroschisis
Penegakan diagnosis gastroschisis dapat dilakukan sejak janin masih di dalam kandungan maupun setelah bayi dilahirkan. Ketika janin masih di dalam kandungan, gastroschisis dapat terdeteksi melalui USG kehamilan pada usia kehamilan 20 minggu (trimester kedua) atau ketiga. Selain itu, gastroschisis pada janin juga bisa terdeteksi melalui pemeriksaan kadar alpha-fetoprotein pada darah.
Jika janin dicurigai mengalami gastroschisis, dokter dapat menggunakan fetal echocardiogram untuk memeriksa kondisi jantung guna mendeteksi kelainan jantung pada janin selama di dalam kandungan. Sementara pada bayi yang sudah dilahirkan, penegakan diagnosis gastroschisis umumnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik. Selain itu, tes penunjang mungkin juga bisa dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan masalah kesehatan lain.
Pengobatan Gastroschisis
Apabila gastroschisis terdeteksi sejak janin masih di dalam kandungan, dokter akan melakukan pemantauan secara rutin pada ibu hamil agar bayi bisa lahir dengan kondisi sehat. Dokter juga dapat merencanakan proses persalinan yang aman serta mempersiapkan penanganan gastroschisis setelah bayi dilahirkan.
Sementara itu, untuk menangani gastroschisis pada bayi yang baru dilahirkan, dokter dapat segera melakukan tindakan operasi (primary repair). Jika lubang hanya berukuran kecil dan organ pencernaan yang keluar dari perut hanya sedikit, dokter dapat melakukan operasi sesaat setelah bayi dilahirkan. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan usus ke dalam menggunakan jahitan.
Di sisi lain, jika lubang berukuran besar dan sebagian besar organ pencernaan keluar dari perut, dokter dapat melakukan tindakan operasi lebih satu kali (staged repair). Dalam prosedur ini, usus yang keluar akan dilapisi dengan bahan khusus, kemudian dimasukkan kembali ke dalam perut secara bertahap. Setelah itu, lubang akan ditutup dengan jahitan.
Selain itu, beberapa tindakan lain yang bisa dilakukan oleh dokter dalam menangani bayi dengan gastroschisis adalah sebagai berikut:
-
Memantau suhu tubuh pasien secara berkala.
-
Memberikan asupan nutrisi melalui infus.
-
Memberikan antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi.
-
Memasang nasogastric tube (NGT).
Komplikasi Gastroschisis
Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, gastroschisis bisa menimbulkan sejumlah komplikasi, baik sebelum maupun setelah bayi dilahirkan. Adapun beberapa risiko komplikasi yang dapat muncul akibat tidak segera menangani gastroschisis adalah:
-
Peradangan atau iritasi pada usus. Akibatnya, usus tidak bisa bekerja dengan baik.
-
Necrotizing enterocolitis (NEC), yaitu peradangan pada usus yang dapat mengancam jiwa.
-
Gangguan sistem pernapasan.
-
Atresia usus (kondisi ketika usus tidak berkembang dengan sempurna saat janin berada di dalam kandungan).
Pencegahan Gastroschisis
Gastroschisis adalah kondisi yang cenderung sulit untuk dicegah, mengingat penyebabnya masih belum diketahui secara pasti. Meski demikian, beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya gastroschisis adalah sebagai berikut:
-
Kontrol kehamilan secara rutin.
-
Mengonsumsi vitamin dan suplemen prenatal sesuai dengan anjuran dokter.
-
Tidak merokok maupun mengonsumsi minuman beralkohol selama hamil.
-
Menjalani gaya hidup sehat, seperti rutin berolahraga serta mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.
-
Tidak mengonsumsi obat-obatan secara sembarangan tanpa anjuran dokter.
Pada intinya, gastroschisis adalah kondisi yang perlu segera ditangani dengan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi. Dalam hal ini, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pediatri (Anak) dari Siloam Hospitals untuk memperoleh penanganan gastroschisis yang tepat.
Untuk memudahkan, jadwalkan terlebih dahulu pertemuan Anda dengan dokter terkait melalui fitur yang tersedia pada aplikasi MySiloam. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk mengakses layanan kesehatan lebih cepat, seperti memesan paket kesehatan hingga cek hasil skrining.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







