Kesehatan Tubuh
Glioblastoma Multiforme (GBM): Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Table of Contents
Glioblastoma multiforme (GBM) adalah jenis tumor otak yang ganas dan agresif. GBM biasanya terjadi pada sistem saraf pusat, terutama dalam bagian otak yang disebut sel glia. Penyakit ini merupakan jenis kanker otak primer yang paling serius dengan prognosis yang buruk, sehingga membutuhkan penanganan yang tepat dan juga cepat. Mari pahami selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Apa itu GBM (Glioblastoma Multiforme)?
Glioblastoma Multiforme atau GBM adalah jenis tumor yang berkembang di dalam sistem saraf pusat, tepatnya pada otak atau sumsum tulang belakang. GBM merupakan tumor otak ganas yang dapat tumbuh secara agresif sehingga prognosisnya dinilai sangat buruk.
GBM adalah jenis tumor otak astrositoma, yakni tumor yang yang berasal dari sel glial bernama astrosit. Sel astrosit memiliki peran sebagai pendukung kesehatan sel saraf yang ada di dalam otak. Tumor terbentuk ketika sel-sel astrosit tumbuh secara abnormal.
GBM adalah tumor yang sering ditemukan di otak besar, yaitu di bagian samping (lobus temporal) dan depan (lobus frontal). Meski begitu, tumor ini juga bisa terjadi di bagian otak mana pun, tak terkecuali otak kecil, batang otak, dan sumsum tulang belakang, namun jarang menyebar (metastasis) ke bagian tubuh lainnya.
Penyebab Glioblastoma Multiforme
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab GBM. Namun, sama halnya dengan jenis tumor lainnya, terdapat dugaan bahwa kondisi ini berhubungan dengan mutasi genetik atau perubahan gen.
Di samping itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya tumor GBM adalah sebagai berikut:
- Memiliki keluarga dengan riwayat kelainan genetik langka.
- Berusia 45 tahun ke atas.
- Berjenis kelamin pria.
- Terkena paparan bahan kimia.
- Terkena paparan radiasi di area kepala, misalnya riwayat radioterapi untuk tumor otak atau kanker lainnya yang bermetastasis ke otak.
Gejala Glioblastoma Multiforme
Mengingat bahwa GBM adalah tumor yang dapat tumbuh dan menyebar dengan cepat, maka gejala yang akan dirasakan oleh penderitanya pertama kali dipicu oleh adanya penekanan dari sel-sel tumor ke jaringan sehat di sekitarnya.
Dalam hal ini, gejala yang ditimbulkan bisa berbeda-beda, tergantung dari lokasi di mana sel kanker/tumor tumbuh dan berkembang. Adapun beberapa gejala yang bisa muncul adalah:
- Perubahan penglihatan menjadi kabur/ganda.
- Nyeri kepala yang berlangsung lama.
- Mual dan muntah.
- Kesulitan berpikir dan berbicara.
- Kejang.
- Perubahan kepribadian.
- Mudah mengalami perubahan suasana hati.
- Lemah otot.
- Kehilangan nafsu makan.
- Amnesia (kehilangan ingatan).
- Hemiparesis (salah satu sisi badan menjadi lebih lemah).
Diagnosis GBM
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis atau wawancara medis terkait gejala yang dirasakan serta riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik yang berkaitan dengan kemampuan fungsi neurologis pasien, seperti memeriksa fungsi pendengaran, penglihatan, koordinasi, sensitivitas sentuhan, keseimbangan, kekuatan, dan refleks tubuh.
Setelah itu, dokter akan meminta pasien menjalani pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis, seperti:
- Tes pencitraan, dengan CT Scan, MRI, dan PET Scan untuk menemukan keberadaan tumor.
- Biopsi dengan mengambil sampel jaringan tumor pada otak.
- Tes darah dan prosedur pemeriksaan lainnya yang dapat membantu menentukan kinerja organ tubuh.
Pengobatan GBM
Apabila dalam proses pemeriksaan pasien dinyatakan menderita GBM, maka dokter akan menganjurkannya untuk melakukan beberapa perawatan di rumah sakit, seperti:
- Prosedur operasi untuk mengangkat sel kanker semaksimal mungkin.
- Radioterapi untuk menghancurkan sisa-sisa sel kanker.
- Kemoterapi, pengobatan kanker dengan obat-obatan yang bisa dilakukan bersama radioterapi atau setelahnya untuk membunuh sisa sel kanker.
- Imunoterapi untuk memicu sistem imun tubuh agar lebih kuat dalam menghancurkan sel kanker.
Selain menjalani terapi, sejumlah obat-obatan yang diberikan oleh dokter kepada penderita GBM adalah sebagai berikut:
- Obat kortikosteroid untuk meredakan pembengkakan di otak.
- Obat antikonvulsan untuk meredakan rasa nyeri serta risiko kejang yang disebabkan oleh kanker.
Namun, perlu diketahui bahwa GBM adalah kondisi yang termasuk sulit untuk disembuhkan. Pasalnya, tumor otak ganas ini memiliki bentuk seperti jari-jari, sehingga lebih sulit diangkat ketika operasi. Tidak hanya itu, kanker ini juga terdiri dari berbagai jenis sel ganas. Sedangkan, perawatan kanker umumnya hanya efektif untuk beberapa jenis sel kanker saja.
Jadi, tujuan utama dari pengobatan GBM adalah untuk memperlambat perkembangan sel-sel kanker. Berbagai terapi tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, sehingga bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.
GBM adalah jenis tumor otak ganas yang dapat menyebar dengan agresif dan cepat. Apabila penyebarannya semakin luas, maka penanganannya juga akan semakin sulit. Itulah sebabnya, kondisi ini perlu dideteksi sejak dini.
Maka dari itu, apabila Anda mengalami gejala yang mengarah pada GBM atau rasa tidak nyaman pada bagian kepala, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter.
Gunakan fitur Cari Dokter untuk membuat janji temu dengan dokter terlebih dahulu. Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Rumah Sakit Siloam terdekat dan melakukan Self Check In agar memudahkan Anda check in dan mengantri melalui virtual queue. Mari unduh aplikasinya dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







