Pola Hidup Sehat
Hiperprolaktinemia - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Hiperprolaktinemia adalah kondisi ketika kadar hormon prolaktin di dalam darah lebih tinggi dari jumlah normal. Biasanya, hal ini disebabkan oleh pertumbuhan tumor jinak (nonkanker) pada kelenjar hipofisis yang disebut sebagai prolaktinoma. Hiperprolaktinemia adalah kondisi yang bisa disembuhkan dengan perawatan yang tepat. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai hiperprolaktinemia melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Hiperprolaktinemia?
Seperti yang sudah dijelaskan, hiperprolaktinemia adalah kondisi ketika kadar hormon prolaktin di dalam darah terlalu tinggi. Meski umumnya tidak mengancam jiwa, kondisi ini berpotensi menjadi penyebab infertilitas atau berbagai masalah lainnya.
Sebagai informasi, prolaktin atau laktotropin adalah hormon yang utamanya bertanggung jawab atas perkembangan payudara, laktasi, dan menjaga homeostasis tubuh (keseimbangan mekanisme fisiologis agar tubuh tetap berfungsi secara normal).
Selain itu, prolaktin juga berperan dalam beberapa proses dan fungsi tubuh. Hormon ini diproduksi utamanya oleh kelenjar hipofisis. Namun, beberapa sistem dan bagian tubuh lainnya juga bisa mengeluarkan prolaktin, seperti sistem saraf pusat, sistem imun tubuh, rahim (uterus), dan kelenjar payudara. Hormon ini biasanya mengalami peningkatan pada orang yang sedang hamil dan menyusui.
Penyebab Hiperprolaktinemia
Hiperprolaktinemia adalah suatu kondisi yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Namun, terkadang tidak diketahui apa penyebab yang mendasarinya atau disebut juga dengan hiperprolaktinemia idiopatik. Adapun beberapa faktor yang bisa menyebabkan hiperprolaktinemia adalah:
-
Prolaktinoma: Kondisi ini merupakan penyebab paling umum hiperprolaktinemia. Prolaktinoma adalah tumor jinak yang terbentuk di dalam kelenjar hipofisis. Beberapa gejala prolaktinoma, terutama apabila berukuran besar, di antaranya adalah sakit kepala, mual dan muntah, nyeri atau tekanan pada sinus, serta gangguan penglihatan dan penciuman.
-
Obat-obatan: Beberapa obat yang dapat memengaruhi produksi prolaktin adalah terapi estrogen, obat antipsikotik/penghambat reseptor dopamin (risperidone, haloperidol), obat antiemetik/penghambat reseptor dopamin (metoclopramide, domperidone), antihipertensi (seperti verapamil, methyldopa, labetalol), antikejang (seperti phenythoin), dan lain-lain. Namun, jika disebabkan oleh obat, kadar prolaktin biasanya dapat kembali normal setelah 3–4 hari.
-
Kondisi medis tertentu: Seperti hipertiroidisme, penyakit ginjal, sindrom ovarium polikistik (PCOS), dan sindrom Cushing (salah satu masalah kesehatan ketika terjadi peningkatan hormon kortisol pada tubuh).
-
Jenis tumor pada kelenjar hipofisis lainnya: Terbentuknya tumor apa pun (selain prolaktinoma) di kelenjar hipofisis dapat memblokir dopamin yang berfungsi menekan prolaktin sehingga menyebabkan hiperprolaktinemia.
Selain penyebab di atas, hiperprolaktinemia dapat terjadi secara fisiologis, seperti karena kehamilan, menyusui, olahraga, stres, kejang, tidur, periode neonatus (bayi baru lahir), dan lain-lain. Namun penyebab fisiologis ini hanya akan menyebabkan hiperprolaktinemia sementara dan dapat kembali ke kadar normal.
Gejala Hiperprolaktinemia
Gejala hiperprolaktinemia bisa berbeda-beda, mulai dari yang ringan atau bahkan tidak ada gejala. Secara umum, sejumlah gejala hiperprolaktinemia adalah:
-
Infertilitas.
-
Kehilangan gairah seksual.
-
Massa tulang rendah.
-
Keluarnya cairan seperti susu dari puting susu meski tidak hamil atau menyusui (galactorrhea).
Secara lebih spesifik, beberapa gejala hiperprolaktinemia pada wanita adalah sebagai berikut:
-
Perubahan siklus menstruasi yang tidak dikarenakan oleh menopause, misalnya menstruasi tidak teratur atau bahkan tidak menstruasi (amenorrhea).
-
Vagina kering.
-
Nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia).
Hiperprolaktinemia juga bisa terjadi pada pria. Adapun beberapa gejalanya adalah sebagai berikut:
-
Kadar testosteron rendah.
-
Pembesaran jaringan payudara (gynecomastia).
Diagnosis Hiperprolaktinemia
Untuk menegakkan diagnosis hiperprolaktinemia, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis atau wawancara medis terhadap pasien. Anamnesis ini meliputi gejala-gejala serta riwayat kesehatan pasien. Bila pasien terindikasi mengalami hiperprolaktinemia, dokter akan merekomendasikan pasien menjalani tes darah prolaktin.
Jika hasil tes darah tersebut menunjukkan bahwa kadar prolaktin lebih tinggi dari normal, selanjutnya dokter akan mencari tahu penyebab yang mendasarinya. Dalam hal ini, dokter biasanya meminta pasien menjalani beberapa pemeriksaan penunjang, seperti tes darah lainnya serta tes pencitraan.
Pengobatan Hiperprolaktinemia
Dokter akan menyesuaikan pengobatan hiperprolaktinemia dengan penyebab yang mendasarinya. Pada beberapa kasus, kadar prolaktin yang tinggi tidak memerlukan perawatan medis khusus atau tidak menunjukkan gejala yang memerlukan pengobatan. Namun, jika dibutuhkan, beberapa pilihan pengobatan untuk hiperprolaktinemia adalah:
-
Obat agonis dopamin: Obat ini efektif mengatur kadar prolaktin sekaligus mengecilkan tumor prolaktinoma.
-
Operasi: Jika obat-obatan tidak efektif mengecilkan prolaktinoma, dokter mungkin menyarankan operasi untuk mengangkat tumor.
-
Radioterapi (terapi radiasi): Terapi ini biasanya dilakukan ketika obat-obatan maupun operasi belum cukup efektif untuk menghilangkan tumor dan menurunkan kadar prolaktin.
Pada pasien hiperprolaktinemia yang disebabkan oleh hipertiroidisme biasanya diobati dengan terapi hormon tiroid sintetis untuk mengembalikan prolaktin ke kadar normalnya. Sedangkan, jika tinggi kadar prolaktin dipengaruhi oleh obat-obatan, dokter akan meresepkan obat lain yang tidak memengaruhi produksi prolaktin.
Perlu dipahami bahwa tanda dan gejala terkait hiperprolaktinemia di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama yang mewakili kondisi tersebut. Bukan tidak mungkin, beberapa gejala yang disebutkan di atas juga terjadi pada kondisi medis lain, sehingga penting untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrinologi Metabolik dan Diabetes di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang tepat.
Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Hyperprolactinemia. Diakses pada 2024 | Thapa, Sudan., Kamal Bhusal. Hyperprolactinemia. Diakses pada 2024 | Hopkins Medicina. Hyperprolactinemia. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Pranikah Basic (Wanita)
Skrining Pranikah, Skrining Pria & Wanita
18 Service/Item
Rp8.500.000
TERPOPULER
Skrining Pranikah Advance (Wanita)
Skrining Pranikah, Skrining Pria & Wanita
25 Service/Item
Rp11.000.000
Kunjungan Dokter Spesialis Penyakit Dalam - Homecare
Rp640.000
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300
TERPOPULER
Prolactine / Prolaktin
1 Service/Item
Rp373.500






