Hipoparatiroidisme - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Hipoparatiroidisme - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

03 Juni 2025 4 menit waktu baca
hipoparatiroidisme adalah

Hipoparatiroidisme adalah kondisi medis yang jarang terjadi, yaitu saat tubuh memproduksi hormon paratiroid dalam kadar yang lebih rendah dari nilai normal. Penurunan kadar hormon ini dapat menyebabkan kadar kalsium darah menurun secara abnormal serta memicu peningkatan fosfor dalam darah. Lantas, apa yang menyebabkan terjadinya hipoparatiroidisme? Ketahui penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Hipoparatiroidisme?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, hipoparatiroidisme adalah kondisi ketika tubuh menghasilkan hormon paratiroid dalam kadar yang rendah secara abnormal. Padahal, hormon ini berperan penting untuk mengatur dan menjaga keseimbangan mineral dalam tubuh, yaitu kalsium dan fosfor.

 

Bila produksi hormon paratiroid terlalu rendah, kadar kalsium dalam darah akan menurun, dan sebaliknya, kadar fosfor akan meningkat. Kondisi ini bisa pulih dengan mengonsumsi suplemen atau melalui terapi penggantian hormon paratiroid.

 

Penyebab Hipoparatiroidisme

 

Hipoparatiroidisme terjadi ketika kelenjar paratiroid tidak menghasilkan hormon paratiroid yang cukup untuk mengontrol kadar kalsium dan fosfor dalam darah. Kalsium adalah mineral yang disimpan dalam tulang dan gigi agar bagian-bagian tersebut tetap keras. Selain itu, kalsium juga diperlukan untuk menjaga fungsi otot, membantu saraf dan otak bekerja dengan baik, serta mengontrol irama jantung dan tekanan darah.

 

Sementara itu, fosfor dapat ditemukan di seluruh sel dalam tubuh, namun sebagian besar didapatkan di tulang. Fosfor dibutuhkan tubuh untuk mengolah energi dari makanan serta membantu fungsi otot, saraf, jantung dan ginjal. 

 

Adapun beberapa kondisi yang dapat menyebabkan tubuh tidak menghasilkan hormon paratiroid yang cukup adalah sebagai berikut:

 

  • Pembedahan leher. Kondisi ini bisa berkembang setelah terjadi kerusakan yang tidak disengaja pada kelenjar paratiroid saat sedang melakukan prosedur pembedahan leher, misalnya pengangkatan kelenjar tiroid.

  • Penyakit autoimun. Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa terjadi akibat sistem kekebalan tubuh salah mengenali jaringan paratiroid sebagai benda asing sehingga secara keliru menyerangnya.

  • Hipoparatiroidisme turunan.

  • Rendahnya kadar magnesium dalam darah. Kadar magnesium normal dibutuhkan untuk memproduksi hormon paratiroid secara normal.

  • Pengobatan radiasi kanker yang ekstensif pada wajah atau leher.

 

Gejala Hipoparatiroidisme

 

Gejala yang muncul akibat hipoparatiroidisme sering kali berkaitan dengan kadar kalsium yang rendah dalam darah. Gejala tersebut dapat meliputi kesemutan atau rasa terbakar pada ujung jari-jari dan bibir serta sejumlah gejala lain, di antaranya:

 

  • Nyeri otot atau kram pada tungkai, kaki, perut, atau wajah.

  • Kedutan atau kejang otot, terutama di sekitar mulut, namun bisa juga di tangan, lengan, atau tenggorokan.

  • Kelelahan dan kelemahan otot.

  • Nyeri perut yang parah saat menstruasi.

  • Kerontokan rambut namun tidak merata.

  • Kulit kering.

  • Kuku rapuh.

  • Depresi atau kecemasan.

 

Diagnosis Hipoparatiroidisme

 

Dalam mendiagnosis hipoparatiroidisme, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis atau wawancara medis untuk mengetahui tentang riwayat kesehatan pasien dan juga melakukan pemeriksaan fisik. Dokter biasanya juga meminta pasien menjalani pemeriksaan darah dan urine. Diagnosis ini dapat ditegakkan apabila pada tes darah ditemukan:

 

  • Kadar kalsium yang rendah.

  • Kadar hormon paratiroid yang rendah.

  • Kadar fosfor darah yang tinggi.

 

Sementara itu, tes urine dapat membantu dokter mengetahui seberapa banyak kadar kalsium yang terbuang melalui urine. Pasalnya, hormon paratiroid yang normal bekerja pada ginjal untuk mencegah terlalu banyak kalsium terbuang dalam urine. Pada beberapa kasus, dokter dapat menyarankan pemeriksaan elektrokardiogram untuk melihat efek hipoparatiroidisme terhadap fungsi jantung.

 

Pengobatan Hipoparatiroidisme

 

Tujuan pengobatan hipoparatiroidisme adalah meringankan gejala dan mengembalikan kadar normal kalsium serta jenis mineral lainnya di dalam darah. Sebagai informasi, kadar kalsium normal adalah sekitar 2,2–2,6 mmol/L. Namun, beberapa orang terkadang disarankan untuk menjaga kadar kalsium dalam kisaran sedikit lebih rendah, misalnya 1,8–2,25 mmol/L.

 

Guna mengembalikan kadar kalsium dalam darah, penderita dapat mengonsumsi makanan tinggi kalsium dan rendah fosfor, atau suplemen kalsium karbonat dan vitamin D, seperti calcitriol atau alfacalcidol. Namun, suplemen tersebut biasanya perlu dikonsumsi seumur hidup.

 

Jika kadar kalsium pasien turun ke tingkat yang sangat rendah hingga menyebabkan kejang otot, pasien akan diberikan kalsium melalui infus langsung ke pembuluh darah. Penderita juga disarankan menjalani tes darah secara teratur untuk memantau kadar hormon paratiroid, kalsium, dan fosfor. 

 

Komplikasi Hipoparatiroidisme

 

Hipoparatiroidisme adalah kondisi yang berisiko menyebabkan sejumlah komplikasi, baik yang dapat dipulihkan maupun yang tidak bisa dipulihkan. Adapun beberapa komplikasi akibat kadar kalsium yang rendah dan bisa membaik melalui perawatan yang tepat adalah sebagai berikut:

 

  • Kejang otot atau kram pada tangan dan jari-jari yang bisa berlangsung lama dan menyakitkan.

  • Nyeri otot dan kedutan atau kejang pada otot-otot wajah, tenggorokan, serta lengan. Pada beberapa kasus, kejang ini dapat mengganggu pernapasan.

  • Kesemutan atau sensasi terbakar pada bibir, lidah, dan jari-jari.

  • Masalah pada fungsi ginjal, seperti gagal ginjal dan batu ginjal.

  • Aritmia jantung, pingsan, hingga gagal jantung.

 

Sementara itu, beberapa komplikasi yang tidak dapat dipulihkan akibat hipoparatiroidisme adalah:

 

  • Pengerasan dan perubahan bentuk tulang, serta pertumbuhan yang buruk.

  • Perkembangan mental yang tertunda pada anak-anak.

  • Penumpukan kalsium di otak.

  • Penglihatan yang keruh karena katarak.

  • Gigi yang tidak terbentuk dengan benar.

 

Hipoparatiroidisme memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk mencegah terjadinya komplikasi. Untuk itu, jika Anda atau kerabat mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada hipoparatiroidisme, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke Dokter Spesialis Penyakit dalam di Siloam Hospitals untuk mencari tahu penyebab pastinya. Anda bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter dan membuat janji temu dengan dokter terkait.

 

Aplikasi My Siloam (1)

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail