Kecantikan
Apa itu Implan Payudara? Ini Jenis, Manfaat, dan Prosedurnya

Table of Contents
Breast implant atau implan payudara adalah alat artifisial atau buatan yang digunakan untuk memperbaiki bentuk dan ukuran payudara. Selain alasan estetika, pemasangan implan payudara juga biasanya dilakukan setelah menjalani operasi pengangkatan payudara karena kondisi medis tertentu.
Mari kenali jenis, manfaat, prosedur, serta efek samping implan payudara selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Implan Payudara?
Breast implant atau implan payudara adalah alat buatan yang terbuat dari bahan silikon atau sebuah kantung larutan berisi cairan saline yang dimasukkan ke dalam payudara melalui prosedur pembedahan. Adapun fungsi implan payudara di antaranya adalah untuk alasan estetika agar payudara terlihat lebih besar, kencang, berisi, dan simetris. Namun, selain itu, implan payudara juga berfungsi untuk merekonstruksi bentuk payudara setelah operasi pengangkatan payudara karena penyakit tertentu, seperti kanker payudara .
Implan payudara biasanya hanya boleh ditempatkan dalam tubuh seseorang dalam kurun waktu 10–15 tahun. Setelah itu, implan perlu diganti untuk menghindari risiko komplikasi.
Jenis Implan Payudara
Berdasarkan jenis bahannya, implan payudara dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu implan saline dan implan silikon. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Implan Saline
Implan saline adalah implan payudara yang terbuat dari kantung silikon berisi larutan saline atau air garam steril. Implan saline cenderung lebih mudah pecah atau berubah-ubah posisi (beriak) seiring dengan berjalannya waktu. Meski begitu, cairan dalam implan tersebut dinilai tetap aman apabila terserap ke dalam tubuh.
Jika digunakan untuk alasan estetika, implan saline hanya dianjurkan untuk wanita yang sudah berusia di atas 18 tahun. Namun, jika bertujuan untuk memperbaiki atau merekonstruksi payudara, jenis implan ini dapat digunakan oleh semua kalangan usia.
2. Implan Silikon
Implan silikon merupakan salah satu jenis implan payudara berupa gel silikon yang menyerupai lemak manusia. Namun, kekurangan dari gel silikon sebagai implan payudara adalah gel berisiko menyebar ke jaringan payudara dan menyebabkan benjolan.
Penggunaan silikon sebagai implan payudara dimulai pada tahun 1940 atau lebih tepatnya setelah selesai perang dunia II. Pada awalnya, silikon ini digunakan dengan cara disuntikkan pada payudara wanita di zaman perang dunia II. Namun, penggunaan silikon tersebut ternyata sering kali menimbulkan berbagai komplikasi, seperti nyeri hingga infeksi parah yang menyebabkan payudara harus diangkat.
Setelah itu, pada tahun 1962, Dr. Thomas Cronin merancang sebuah kantung implan payudara untuk menampung gel silikon. Pada tahun 1963, Dr. Thomas Cronin bekerja sama dengan Dow Corning Corporation untuk mengembangkan dan memproduksi implan payudara berbahan silikon seperti yang telah beredar hingga saat ini.
Implan silikon dinilai lebih unggul secara estetika karena terlihat lebih alami dibandingkan dengan implan saline. Jika digunakan untuk tujuan pembesaran payudara, maka jenis implan ini hanya dapat digunakan pada wanita berusia di atas 22 tahun. Namun, untuk tujuan rekonstruksi payudara, implan silikon dapat digunakan oleh wanita segala usia.
Selain dalam bentuk kantung, implan silikon juga dapat dilakukan dengan cara menyuntikkan gel silikon ke dalam payudara. Namun, perlu diketahui bahwa walaupun pemasangan implan silikon dinilai lebih aman dibandingkan suntik gel silikon, kedua jenis implan silikon ini tetaplah berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi. Karena itu, sebelum memilih jenis implan payudara, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Manfaat Implan Payudara
Adapun sejumlah manfaat yang bisa didapatkan dengan menggunakan implan payudara adalah sebagai berikut:
- Membuat payudara terlihat lebih kencang dan berisi.
- Memperbaiki bentuk atau ukuran payudara yang tidak simetris.
- Mengembalikan bentuk payudara setelah menjalani prosedur operasi pengangkatan payudara (mastektomi) yang kerap dilakukan oleh penderita kanker payudara.
- Membantu menegaskan identitas wanita.
- Membantu meningkatkan kepercayaan diri.
- Rekonstruksi payudara untuk wanita dengan gangguan perkembangan payudara.
Indikasi dan Kontraindikasi Implan Payudara
Operasi implan payudara adalah tindakan medis yang dapat dilakukan apabila pasien telah memenuhi syarat-syarat di bawah ini:
- Sehat secara fisik.
- Terdapat gangguan pertumbuhan payudara.
- Payudara tidak simetris.
- Kehilangan bentuk dan ukuran payudara akibat kondisi medis tertentu, seperti berat badan menurun drastis, penuaan, setelah hamil, atau melakukan operasi pengangkatan payudara akibat kanker payudara.
Di samping itu, sejumlah kondisi yang membuat seseorang tidak dianjurkan (kontraindikasi) untuk menjalani operasi pemasangan implan payudara adalah sebagai berikut:
- Terdiagnosa dengan kanker payudara aktif.
- Sedang hamil.
- Terdapat infeksi pada payudara.
- Memiliki riwayat penyakit autoimun.
- Sedang menjalani perawatan radioterapi.
- Alergi terhadap bahan silikon.
Persiapan Sebelum Pemasangan Implan Payudara
Sebelum menjalani prosedur pembedahan, dokter dapat melakukan anamnesis atau wawancara medis dengan pasien untuk mengetahui gejala serta riwayat kesehatan dan jenis obat-obatan ataupun suplemen yang sedang dikonsumsi.
Apabila sedang menggunakan obat pengencer darah, dokter akan meminta pasien untuk berhenti mengonsumsi obat tersebut guna menghindari risiko komplikasi perdarahan . Pasien juga akan diminta untuk berpuasa atau tidak mengonsumsi makanan padat selama 6–8 jam sebelum dilakukan tindakan pembedahan.
Selain itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan pencitraan, seperti USG, MRI, atau CT scan untuk memeriksa struktur dan kondisi payudara pasien.
Prosedur Pemasangan Implan Payudara
Adapun langkah-langkah yang dilakukan oleh dokter dalam prosedur pemasangan implan payudara adalah sebagai berikut:
- Melakukan prosedur anestesi atau bius total untuk menghilangkan rasa nyeri dan membuat pasien tertidur selama operasi berlangsung.
- Membuat sayatan pada bagian bawah payudara di sekitar puting. Letak dan ukuran sayatan ini biasanya disesuaikan dengan jenis dan ukuran implan serta bentuk tubuh pasien. Namun, teknik sayatan yang kerap digunakan dalam prosedur pemasangan implan payudara adalah periareolar (sayatan di bagian luar areola), inframammary (sayatan di lipatan antara dada dengan bagian bawah payudara), transaxillary (sayatan di sekitar ketiak), dan transumbilical (sayatan di sekitar pusar).
- Memasukkan implan payudara dan menempatkannya pada bagian atas atau bawah otot dada. Implan ini biasanya dimasukkan dalam keadaan kosong, lalu dokter dapat membuat lubang kecil pada dinding implan tersebut untuk memasukkan larutan saline steril atau gel silikon untuk mengembangkan implan. Setelah itu, lubang kecil pada dinding implan tersebut dapat menutup dengan sendirinya.
- Melakukan penjahitan untuk menutup sayatan dengan menggunakan jarum dan benang khusus. Lalu, luka jahitan tersebut akan ditutup menggunakan kain kasa untuk menghindari risiko kontaminasi dan infeksi.
Prosedur pemasangan implan payudara biasanya berlangsung selama 1–2 jam. Setelah tindakan selesai dilakukan, pasien disarankan untuk menggunakan bra khusus guna menopang payudara. Pasien juga perlu menghindari mengangkat beban berat selama 6 minggu pascaoperasi untuk menghindari risiko komplikasi.
Selain itu, dokter juga akan menganjurkan pasien untuk melakukan pemeriksaan MRI secara rutin (setiap 2–3 tahun sekali) guna mengantisipasi adanya kerusakan pada implan payudara.
Efek Samping dan Komplikasi Implan Payudara
Pada dasarnya, pemasangan implan payudara adalah prosedur medis yang cenderung aman untuk dilakukan. Kendati demikian, terdapat sejumlah efek samping yang umum dialami pasien setelah menjalani pembedahan implan payudara, seperti:
- Payudara memar dan bengkak.
- Nyeri pada otot dada.
- Perdarahan.
Selain itu, implan payudara juga berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi, di antaranya adalah:
- Infeksi pada area bekas sayatan.
- Implan tidak dapat mengangkat payudara sehingga membuat payudara terlihat kendur.
- Perubahan sensitivitas pada puting dan payudara.
- Terbentuknya jaringan parut atau bekas luka ringan yang dapat mengubah posisi implan payudara.
- Penggumpalan darah.
- Memicu pertumbuhan sel kanker. Kanker yang tumbuh akibat implan payudara dikenal dengan nama breast implant-associated anaplastic large cell lymphoma (BIA-ALCL).
- Infeksi payudara.
- Kerusakan atau kebocoran implan payudara.
- Sensasi mati rasa yang berkepanjangan pada bagian luar dada.
- Menghambat produksi ASI.
Melalui ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa implan payudara adalah salah satu alat artifisial atau buatan yang dapat digunakan untuk memperbaiki ukuran dan bentuk payudara. Namun, penggunaan implan payudara ini perlu dilakukan sebaik mungkin agar terhindar dari risiko efek samping atau komplikasi yang dapat membahayakan kesehatan tubuh.
Oleh karenanya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospitals terdekat sebelum hendak menjalani prosedur pemasangan implan payudara. Siloam Hospitals memiliki dokter spesialis bedah plastik yang berpengalaman sehingga dapat memberikan saran dan tindakan yang sesuai dengan kondisi tubuh pasien.
Manfaatkan fitur Cari Dokter untuk mencari informasi jadwal, booking, dan buat janji temu dengan mudah dan praktis. Atau, unduh aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda dalam mengakses berbagai layanan kesehatan SIloam Hospitals, seperti pesan paket medical check up, cek hasil skrining kesehatan, dan konsultasi online dengan dokter. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini







