Mata Ikan: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Mata Ikan: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

11 Desember 2025 4 menit waktu baca
maka ikan adalah

Table of Contents

Clavus atau mata ikan adalah kondisi yang ditandai dengan penebalan pada kulit akibat gesekan yang terjadi secara berulang. Umumnya, mata ikan ditandai dengan munculnya benjolan berukuran kecil, memiliki bagian tengah yang keras, dan terkadang terasa sakit jika ditekan.

 

Mata ikan dapat timbul di bagian tubuh mana saja, namun biasanya lebih sering terjadi pada jari-jari, kaki, atau tangan. Mari simak ulasan berikut ini hingga tuntas untuk mengetahui penyebab, gejala, serta cara mengobati mata ikan.

 

Apa itu Mata Ikan?

 

Mata ikan adalah sebutan untuk penebalan kulit akibat adanya gesekan secara terus-menerus. Mata ikan sering kali tumbuh pada bagian tubuh yang menonjol, seperti tonjolan tulang jari-jari, telapak tangan atau telapak kaki.

 

Penebalan kulit akibat mata ikan dapat menimbulkan rasa nyeri dan luka apabila tidak ditangani dengan baik. Meski begitu, benjolan ini umumnya tidak berbahaya.

 

Berdasarkan penyebabnya, mata ikan terbagi menjadi dua jenis, yaitu mata ikan akibat gesekan (corn) dan virus (plantar warts). Clavus yang disebabkan oleh virus terbagi lagi menjadi dua jenis yaitu:

 

  • Kutil mosaik (mosaic warts): Ditandai dengan timbulnya kutil-kutil kecil di area yang berdekatan dan sulit untuk diobati.
  • Kutil tunggal (soliter warts): Jenis mata ikan ini biasanya muncul satu kali namun ukurannya membesar seiring waktu.

 

Penyakit kulit yang satu ini dapat menyerang semua kalangan usia, namun paling sering terjadi pada anak-anak usia 12-16 tahun atau orang dewasa berusia di atas 65 tahun.

 

Penyebab Mata Ikan

 

Sebagian besar penyebab mata ikan adalah gesekan pada kulit secara berulang. Mata ikan muncul sebagai reaksi alami tubuh untuk melindungi kulit dari luka akibat gesekan atau tekanan tersebut.

 

Beberapa hal yang dapat menyebabkan adanya gesekan atau tekanan yang bisa berujung menjadi mata ikan adalah:

 

  • Memakai sepatu yang tidak sesuai ukuran (terlalu kecil) atau berhak tinggi.
  • Berjalan di luar ruangan tanpa alas kaki.
  • Menggunakan sepatu tanpa kaus kaki.
  • Terbiasa berjalan dengan postur yang tidak tepat, misalnya terlalu jinjit.
  • Memainkan alat musik bersenar, seperti biola atau gitar.
  • Menggunakan alat yang memerlukan gerakan atau tekanan berulang tanpa pelindung, misalnya mencangkul.

 

Selain gesekan dan tekanan, sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena mata ikan adalah:

 

  • Obesitas.
  • Memiliki bekas luka atau kutil.
  • Kelainan bentuk tangan dan kaki.
  • Terpapar virus pada lingkungan basah, seperti tempat pemandian.

 

Gejala Mata Ikan

 

Gejala utama mata ikan adalah munculnya benjolan berbentuk bulat tebal yang mengeras pada kulit dan menyebabkan kulit kering/bersisik. Pada beberapa kasus, mata ikan dapat disertai dengan peradangan dan nyeri.

 

Pada mata ikan yang disebabkan oleh virus, benjolan sering kali muncul pada tumit dan area penopang kaki lainnya. Hal ini menyebabkan penderitanya mengalami nyeri saat berjalan atau sekadar berdiri.

 

Sementara itu, mata ikan yang disebabkan oleh gesekan (corn) biasanya ditandai dengan benjolan di area kaki yang menahan berat, seperti di antara jari kaki, kaki bagian atas atau samping serta jarang terasa nyeri saat ditekan.

 

Berdasarkan gejalanya, mata ikan terbagi menjadi 3 jenis yaitu:

 

  • Mata ikan kecil: Jenis mata ikan ini biasanya muncul di bagian bawah kaki dan berukuran lebih kecil dibandingkan jenis lainnya. Mata ikan kecil akan terasa nyeri ketika ditekan.
  • Mata ikan lunak: Jenis mata ikan ini sering kali terjadi pada area kulit yang lembap, seperti sela-sela jari. Karakteristik mata ikan lunak adalah berwarna keputihan, bertekstur kenyal dan terasa halus.
  • Mata ikan keras: Mata ikan keras merupakan jenis yang paling umum di antara jenis lainnya. Mata ikan keras biasanya timbul di kulit yang bersentuhan langsung dengan tulang. Kondisi ini ditandai dengan penebalan kulit yang terasa keras dan memiliki bintik gelap di tengahnya.

 

Cara Mengobati Mata Ikan

 

Mata ikan bisa sembuh dengan sendirinya, namun membutuhkan waktu yang cukup lama yakni sekitar satu hingga dua tahun. Proses penyembuhan yang tak sebentar ini tentunya membuat penderitanya tidak nyaman.

 

Oleh karena itu, terdapat beberapa pilihan pengobatan yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk mempercepat pemulihan mata ikan, seperti:

 

1. Pemberian Asam Salisilat

 

Cara menghilangkan mata ikan bisa dilakukan dengan pemberian asam salisilat pada kulit yang bermasalah. Obat ini bekerja dengan mengikis lapisan kulit yang terkena mata ikan sedikit demi sedikit hingga hilang sepenuhnya.

 

2. Pemberian Asam Trikloroasetat

 

Asam trikloroasetat biasanya diberikan ketika permukaan kutil telah dihilangkan.

 

3. Cryotherapy

 

Krioterapi dilakukan dengan mengoleskan nitrogen cair di sekitar kutil. Efeknya, jaringan mata ikan akan mengelupas sendiri dalam kurun waktu 2-14 minggu hingga benjolan hilang sepenuhnya.

 

4. Operasi Kecil

 

Operasi kecil dilakukan untuk menghilangkan mata ikan dengan mengangkat jaringan mata ikan menggunakan pisau bedah atau menghancurkan benjolan menggunakan jarum listrik dan membuang sisa-sisa jaringan dari mata ikan.

 

5. Laser

 

Tujuan pengobatan laser adalah membantu membakar gumpalan pembuluh darah kecil yang tertutup. Tujuannya yaitu untuk mematikan jaringan yang terinfeksi. Dengan begitu, mata ikan pun bisa terlepas dari kulit.

 

Cara Mencegah Mata Ikan

 

Beberapa upaya yang dapat Anda terapkan untuk mencegah timbulnya mata ikan adalah sebagai berikut:

 

  • Menggunakan kaus kaki saat memakai sepatu.
  • Menggunakan sandal atau sepatu yang sesuai ukuran agar nyaman.
  • Mengenakan alas kaki saat berjalan di luar ruangan terlebih pada area umum.
  • Menjaga kebersihan tangan dan kaki.
  • Memotong kuku tangan dan kaki secara rutin.
  • Memakai krim pelembap di kaki dan tangan agar tidak kering.

 

Apabila Anda mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan mata ikan, seperti benjolan yang terasa nyeri, meradang, atau bertambah banyak meski sudah diobati, segera konsultasikan kepada Dokter Spesialis Dermatologi (Kulit) di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan dengan tepat.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 5

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail