Mesothelioma - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengelolanya
Kesehatan Tubuh

Mesothelioma - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengelolanya

05 Mei 2025 5 menit waktu baca
mesothelioma adalah

Mesothelioma adalah jenis kanker yang menyerang mesothelium. Kondisi ini tergolong cukup jarang terjadi, namun termasuk jenis kanker yang berbahaya dan perlu diwaspadai karena sering kali tidak menimbulkan gejala hingga puluhan tahun lamanya.

 

Lantas, apa yang menyebabkan terjadinya mesothelioma dan bagaimana langkah penanganannya? Mari simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Mesothelioma?

 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, mesothelioma adalah jenis kanker yang menyerang mesothelium. Perlu diketahui, mesothelium merupakan selaput (lapisan tipis) yang melapisi berbagai organ dalam tubuh. Kondisi ini sering kali dialami oleh orang berusia lanjut, yaitu 60–80 tahun.

 

Mesothelioma adalah jenis kanker agresif dan mematikan. Kondisi ini bisa menyerang bagian organ mana saja, seperti pleura, peritoneum, perikardium, dan tunika vaginalis (lapisan yang menyelimuti testis), namun paling sering terjadi di pleura (jaringan yang mengelilingi paru-paru).

 

Penyebab Mesothelioma

 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab mesothelioma. Namun, penelitian menyebutkan bahwa paparan asbestos adalah penyebab utama dari penyakit ini. Asbestos dapat masuk ke paru-paru, terperangkap, dan lambat laun merusak paru (penelitian menyebutkan bahwa proses kerusakan paru-paru dapat berlangsung secara perlahan hingga 20 tahun setelah paparan).

 

Selain itu, secara umum, kanker disebabkan oleh perubahan (mutasi) pada sel DNA. Mutasi tersebut menyebabkan sel tumbuh dan berkembang biak di luar kendali, sehingga membentuk tumor. Adapun beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya mesothelioma adalah sebagai berikut:

 

  • Tinggal bersama seseorang yang bekerja pada lingkungan dengan paparan tinggi asbes. Pasalnya, orang tersebut mungkin saja membawa serat-serat asbes ke rumah melalui kulit maupun pakaiannya. Risiko ini bisa diminimalkan dengan mandi dan berganti pakaian sebelum pulang ke rumah.

  • Terdapat keluarga yang memiliki riwayat mesothelioma.

  • Pernah menjalani terapi radiasi pada dada.

  • Tinggal di dalam bangunan atau lingkungan yang terdapat asbes di tanahnya.

  • Terinfeksi Simian virus (SV40).

  • Terkena paparan mineral erionit atau radiasi dari torium dioksida.

 

Jenis Mesothelioma

 

Mesothelioma dapat menyerang berbagai organ tubuh. Oleh karena itu, jenisnya pun cukup beragam. Jika dilihat berdasarkan organ tubuh yang terdampak, mesothelioma terbagi menjadi 4 jenis. Berikut adalah sejumlah tipe mesothelioma beserta masing-masing penjelasannya.

 

  • Mesothelioma pleura: Jenis mesothelioma yang terjadi pada pleura atau selaput pembungkus paru-paru.

  • Mesothelium perikardium: Jenis mesothelioma yang menyerang perikardium atau selaput yang melapisi organ jantung.

  • Mesothelioma peritoneum: Jenis mesothelioma yang terjadi pada peritoneum atau selaput yang melapisi rongga perut.

  • Mesothelium tunika vaginalis: Jenis mesothelioma yang menyerang tunika vaginalis atau lapisan yang membungkustestis atau buah zakar.

 

Sementara itu, sama seperti kanker pada umumnya, berdasarkan ukuran serta penyebarannya, mesothelioma terbagi menjadi 4 stadium, yaitu:

 

  • Stadium 1: Kanker hanya berada di satu area tubuh dan belum menyebar. Pada tahap ini. 

  • Stadium 2: Kanker semakin membesar dan menyebar ke area atau organ terdekat. Stadium 3: Kanker sudah menyebar ke organ lain. 

  • Stadium 4: Kanker sudah menyebar ke berbagai area di seluruh tubuh melalui aliran sistem limfatik (getah bening).

Gejala Mesothelioma

 

Pada tahap awal, kondisi ini jarang menimbulkan gejala hingga puluhan tahun setelah penderita terpapar asbes. Hal tersebut mengakibatkan sebagian besar mesothelioma baru bisa terdeteksi saat sudah berada di stadium lanjut, sehingga pengobatannya pun menjadi lebih sulit.

 

Gejala mesothelioma bisa berbeda-beda, tergantung dari organ yang terdampak. Pada mesothelium pleura, beberapa gejala yang timbul adalah sebagai berikut:

 

  • Napas pendek atau sesak napas.

  • Nyeri di dada.

  • Batuk yang menyakitkan.

  • Munculnya benjolan ringan yang tidak normal di bawah kulit dada.

  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, misalnya tanpa upaya diet ataupun olahraga.

  • Demam dan berkeringat, terutama di malam hari.

  • Mudah merasa lelah.

  • Suara serak.

  • Kesulitan menelan.

  • Nyeri pada pundak atau lengan bagian atas.

  • Perubahan atau pembengkakan pada ujung jari.

 

Sementara itu, gejala yang dapat ditimbulkan oleh mesothelioma peritoneum adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri perut.

  • Pembengkakan pada perut.

  • Mual.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Diare atau sembelit.

  • Muncul benjolan di area perut.

  • Gangguan buang air besar atau buang air kecil.

  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.

 

Gejala pada jenis mesothelioma lainnya, seperti mesothelioma perikardium dan testis cenderung tidak jelas, mengingat kondisi tersebut juga sangat jarang terjadi. Secara umum, mesothelioma perikardium dapat menyebabkan seseorang kesulitan bernapas dan nyeri dada. Sedangkan mesothelioma tunika vaginalis biasanya menyebabkan pembengkakan atau massa pada testis.

 

Diagnosis Mesothelioma

 

Dalam menegakkan diagnosis mesothelioma, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, seperti memeriksa benjolan atau gejala lainnya.

 

Dokter juga dapat merekomendasikan beberapa pemeriksaan penunjang untuk membantu mengonfirmasi diagnosis mesothelioma, di antaranya:

 

  • Tes pencitraan, seperti foto rontgen, CT scan, PET scan, dan MRI.

  • Tes darah, untuk mengukur peningkatan kadar fibulin-3, MESOMARK assay/mesothelin test, dan osteopontin di dalam darah.

  • Pemeriksaan sampel cairan, pemeriksaan yang digunakan antara lain:

    • Thoracentesis (pengambilan cairan di rongga dada).

    • Paracentesis (pengambilan cairan di rongga perut).

    • Pericardiocentesis (pengambilan cairan di lapisan sekitar jantung).

  • Biopsi, dilakukan dengan menggunakan jarum untuk mengambil sampel. Sampel dapat diambil melalui prosedur torakoskopi (dada), torakotomi (pembedahan terbuka di dada), laparotomi (pembedahan terbuka di perut), laparoskopi (pembedahan minimal invasif), dan mediastinoskopi (pembedahan di area sekitar jantung).

  • Biopsi bronkoskopi, dilakukan dengan memasukkan tabung kecil berkamera  melalui tenggorokan untuk mengambil sampel tumor di saluran napas.

 

Cara Mengelola Mesothelioma

 

Mesothelioma adalah jenis kanker mematikan yang belum bisa disembuhkan hingga saat ini. Jadi, tujuan utama pengobatan mesothelioma adalah untuk mengurangi gejala, memperpanjang hidup, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Adapun beberapa pengobatan yang bisa dipilih oleh dokter untuk menangani mesothelioma adalah sebagai berikut:

 

  • Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang dilakukan dengan membunuh atau menghambat perkembangan sel kanker.

  • Radioterapi

Radioterapi adalah pengobatan kanker yang dilakukan menggunakan sinar X atau sinar proton di area tubuh yang terserang kanker. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk menghilangkan sisa sel kanker setelah operasi.

  • Operasi

Prosedur pengobatan ini biasanya dilakukan pada penderita mesothelioma stadium awal.

  • Multimodality therapy

Prosedur yang merupakan gabungan dari tiga metode atau lebih untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan.

 

Itulah penjelasan mengenai mesothelioma yang perlu Anda ketahui. Apabila mengalami gejala atau tanda yang mengarah pada kondisi tersebut, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan secara tepat.

 

Selain itu, Anda juga bisa memesan layanan Homecare - Coordinated Care untuk mendapatkan pendampingan aktivitas sehari-hari di rumah oleh perawat Siloam Hospitals dalam jangka waktu tertentu. Melalui layanan ini, perawat bisa mengunjungi rumah Anda secara rutin ataupun menginap di rumah Anda selama masa perawatan. 


Layanan Homecare - Coordinated Care juga sudah termasuk dengan konsultasi dengan dokter umum dan dokter spesialis jika diperlukan. Anda dapat memesan Homecre - Coordinated Care secara praktis melalui fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Mari nikmati kemudahan akses layanan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-ivan-joalsen-spbtkv

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivan Joalsen M.T, Sp.BTKV (K), SubsSp-Ve. McPhleb

Bedah Toraks Kardiovaskular

Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-putu-wisnu-arya-wardana-spbtkv

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Putu Wisnu Arya Wardana, SpBTKV, FIATCVS

Bedah Toraks Kardiovaskular

Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-hariadi-hadibrata-spbtkv

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Hariadi Hadibrata, SpBTKV (K)

Bedah Toraks Kardiovaskular

Subspesialis Bedah Toraks


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail