Apa itu Nyctophobia? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Mental

Apa itu Nyctophobia? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

17 Oktober 2025 4 menit waktu baca
Nyctophobia adalah

Nyctophobia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan ketakutan atau kecemasan yang berlebihan terhadap kegelapan atau malam. Pengidap nyctophobia tidak hanya takut gelap, tetapi juga merasa cemas, gelisah, atau bahkan mengalami serangan panik ketika berada dalam situasi yang gelap atau saat malam tiba.

 

Fobia ini dapat menimbulkan dampak signifikan pada kehidupan sehari-hari dari pengidapnya, seperti saat tidur, bepergian, atau melakukan kegiatan tertentu di malam hari. Mari pahami lebih lanjut tentang nyctophobia melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Nyctophobia?

 

Seperti sudah sempat disebutkan di atas, nyctophobia adalah rasa takut berlebih dan tidak wajar terhadap gelap atau fobia gelap. Bahkan, ketakutan tersebut tidak hanya muncul saat pengidapnya berada di kegelapan, tetapi bisa juga saat membayangkan situasi gelap, melihat film berlatar malam hari, atau berada di suatu tempat dengan pencahayaan yang redup.

 

Masalah ini umumnya ditemukan pada anak usia 6–12 tahun. Seiring bertambahnya usia, intensitas rasa takut tersebut umumnya akan berkurang. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa fobia ini dapat berlangsung hingga pengidapnya dewasa. Bahkan, bisa juga fobia ini baru muncul saat pengidapnya sudah dewasa.

 

Jika tidak segera diobati, pengidap nyctophobia yang parah dapat menghindari situasi apa pun yang tidak memiliki cukup cahaya. Mereka mungkin memilih untuk segera tinggal di dalam ruangan setelah matahari terbenam dan menghindari situasi sosial yang mengharuskan mereka keluar saat gelap.

 

Penyebab Nyctophobia

 

Nyctophobia sering kali disebabkan oleh pengalaman traumatis yang terjadi ketika gelap atau saat malam hari, misalnya pernah mengalami perampokan di malam hari. Hal ini membuat seseorang selalu waspada saat malam datang, sehingga nyctophobia juga kerap dikaitkan dengan gangguan stres pascatrauma (PTSD)

 

Pada beberapa kasus, nyctophobia juga bisa terjadi karena terlalu sering menonton film horor atau mendengarkan cerita yang menyeramkan atau menyedihkan. Gambaran dari film atau cerita tersebut dapat menghantui seseorang hingga ia merasa takut terus-menerus.

 

Selain beberapa hal di atas, sejumlah faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya nyctophobia adalah:

 

 

Ciri-Ciri Nyctophobia

 

Pengidap nyctophobia ekstrem mengalami ketakutan atau kecemasan yang intens ketika berada dalam kegelapan atau berpikir tentang kegelapan. Anak-anak mungkin menghindari tidur atau menolak mematikan lampu pada waktu tidur. Selain ketakutan pada gelap, tanda-tanda lain yang dapat dilihat dari penderita nyctophobia adalah:

 

  • Kesulitan menelan (disfagia) dan mulut kering.

  • Pusing dan sakit kepala.

  • Berkeringat berlebihan (hiperhidrosis).

  • Mengalami serangan panik.

  • Peningkatan denyut jantung.

  • Nyeri dada.

  • Emosi yang intens, menangis, dan berteriak dalam kegelapan.

  • Mual dan muntah ketika memikirkan tentang kegelapan atau malam hari.

  • Sesak napas atau bernapas dengan cepat.

 

Adapun beberapa situasi yang sering kali memicu munculnya gejala nyctophobia adalah:

 

  • Berada di ruangan yang gelap.

  • Memikirkan atau membayangkan kegelapan.

  • Mematikan lampu.

  • Melihat langit ketika matahari mulai terbenam.

  • Menonton film dengan latar waktu malam.

  • Tidur di malam hari tanpa lampu.

 

Diagnosis Nyctophobia

 

Dalam mendiagnosis nyctophobia, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) dengan pasien atau keluarga pasien untuk mengetahui gejala yang muncul, riwayat kesehatan pasien dan keluarga, serta pengalaman traumatis yang pernah dialami pasien.

 

Kemudian akan dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk mengesampingkan penyebab lain dari gejala yang dialami pasien. Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap gejala pasien dan membandingkan seluruh hasil pemeriksaan dengan kriteria diagnostik berdasarkan The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition (DSM-5) untuk nyctophobia.

 

Dalam DSM-5, kriteria nyctophobia adalah sebagai berikut:

 

  • Selalu menghindari hal-hal yang berkaitan dengan kegelapan.

  • Rasa takut berlebih terhadap gelap berlangsung selama lebih dari 6 bulan.

  • Gejala muncul saat penderita berada di situasi yang gelap.

  • Ketakutan menyebabkan pengidap kesulitan menjalani aktivitasnya.

  • Rasa takut muncul bahkan ketika sedang berada dalam situasi yang sebenarnya tidak membahayakan.

 

Cara Mengatasi Nyctophobia

 

Nyctophobia dapat diatasi dengan menjalani psikoterapi. Upaya ini bertujuan untuk membantu pengidapnya dalam mengendalikan pikiran, emosi, serta perasaan yang memicu gejala fobia. Adapun beberapa jenis psikoterapi yang biasanya ditujukan untuk pengidap nyctophobia adalah:

  • Terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT), bertujuan untuk mengubah pikiran dan perilaku negatif pada pasien menjadi pikiran dan perilaku yang positif, sehingga pasien dapat menjadi lebih tenang dalam menghadapi ketakutannya terhadap gelap.

  • Terapi paparan atau exposure therapy, bertujuan untuk melatih pasien agar bisa menghadapi ketakutannya dengan memaparkannya pada kegelapan.

  • Hipnoterapi, terapi ini dapat membantu dokter untuk mengetahui penyebab pasien merasa takut dengan gelap.

 

Apabila pengidap nyctophobia mengalami insomnia berat akibat ketakutannya terhadap suasana gelap, maka dokter dapat memberikan resep suplemen melatonin agar pasien lebih mudah tidur. Namun, penggunaan suplemen ini tentunya harus berada di bawah pengawasan dokter dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien. Jika diperlukan, dokter juga bisa memberikan obat untuk mengatasi serangan panik dan depresi.

 

Itulah penjelasan mengenai nyctophobia atau ketakutan berlebihan terhadap kegelapan. Jika Anda atau kerabat mengalami keluhan terkait gangguan psikologis, jangan ragu untuk berkonsultasi secara langsung dengan psikolog atau psikiater di Siloam Hospitals terdekat.

 

Atau Anda dapat menggunakan layanan Telekonsultasi yang akan memudahkan Anda untuk berdiskusi secara virtual dengan psikolog atau psikiater dari mana saja dan kapan saja. Psikiater pun dapat meresepkan obat-obatan sesuai dengan kondisi pasien.

 

Selain itu, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dan cepat. Segera unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail