Osteonecrosis: Potensi Tulang Keropos Jika Diabaikan!
Kesehatan Tubuh

Osteonecrosis: Potensi Tulang Keropos Jika Diabaikan!

07 Agustus 2025 4 menit waktu baca
Osteonecrosis - Penyebab dan Gejala yang Harus Diketahui

 

Osteonecrosis adalah salah satu gangguan muskuloskeletal yang disebabkan oleh kekurangan suplai darah pada tulang. Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih umum terjadi pada orang dewasa dengan rentang usia 30–50 tahun. Lantas, apa yang menjadi penyebab osteonecrosis dan bagaimana gejalanya? Mari simak penjelasan selengkapnya dalam artikel di bawah ini.

 

Apa Itu Osteonecrosis?

 

Osteonecrosis adalah penyakit sistem muskuloskeletal yang berpotensi menyebabkan pengeroposan tulang. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya suplai darah ke tulang sehingga jaringan tulang di sekitar sendi secara bertahap mengalami kematian karena tidak memperoleh asupan oksigen dan nutrisi yang cukup dari aliran darah. Jaringan yang mati akan membuat tulang menjadi mudah remuk atau keropos. 

 

Jika kematian jaringan terjadi di sekitar permukaan sendi, kondisi ini dapat membuat sendi menjadi mudah kolaps (berpindah dari posisi normalnya). Osteonecrosis memiliki beberapa sebutan lain, yaitu avascular necrosis, nekrosis aseptik, dan nekrosis iskemik tulang.

 

Osteonecrosis dapat terjadi di seluruh bagian tulang, tetapi lebih sering terjadi pada ujung tulang panjang, seperti ujung tulang paha atas yang melekat pada sendi pinggul, ujung tulang paha atas yang melekat pada sendi lutut, dan ujung tulang lengan atas yang melekat pada sendi bahu. 

 

Tidak hanya bagian-bagian tersebut, bagian tulang lain, seperti tulang siku, pergelangan kaki, telapak kaki, telapak tangan, dan pergelangan tangan juga dapat mengalami osteonecrosis. Sebagai informasi, osteonecrosis adalah salah satu komplikasi dari osteomyelitis, yaitu peradangan jaringan tulang akibat infeksi bakteri atau infeksi karena kecelakaan.

 

Jenis-Jenis Osteonecrosis

 

Berdasarkan penyebabnya, osteonecrosis terbagi menjadi dua jenis, yaitu traumatic osteonecrosis dan non-traumatic osteonecrosis. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Traumatic osteonecrosis: Terjadi akibat kecelakaan seperti dislokasi atau patah tulang yang menekan pembuluh darah dan menghambat darah mengalir ke jaringan tulang.

  • Non-traumatic osteonecrosis: Terjadi tanpa adanya riwayat cedera yang berdampak pada tulang atau sendi. Beberapa faktor yang dapat memicu jenis osteonecrosis ini antara lain riwayat genetik, konsumsi alkohol berlebihan, atau tindakan medis.

 

Penyebab Osteonecrosis

 

Osteonecrosis dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang membuat aliran darah ke jaringan tulang terhambat. Jika hanya sebagian kecil tulang yang terdampak, proses perbaikan jaringan biasanya masih dapat berlangsung normal. Namun, pada banyak kasus, mekanisme perbaikan jaringan tidak berjalan optimal sehingga menyebabkan kematian jaringan tulang.

 

Adapun penyebab osteonecrosis adalah sebagai berikut:

 

  • Adanya trauma pada sendi atau tulang, seperti dislokasi sendi atau patah tulang.

  • Adanya gumpalan lemak pada darah (fat embolism) yang menghambat aliran darah ke jaringan tulang.

  • Efek samping dari pengobatan tertentu, seperti penggunaan obat kortikosteroid.

  • Konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok berlebihan.

  • Kondisi medis tertentu, seperti leukimia, penyakit Gaucher, lupus, sickle cell disease, infeksi HIV, dan lain-lain.

  • Efek samping dari pengobatan, seperti kemoterapi, transplantasi organ, dan radiasi.

 

Gejala Osteonecrosis

 

Pada tahap awal, penderita osteonecrosis biasanya tidak mengalami gejala yang jelas. Adapun, beberapa gejala yang dapat dirasakan oleh penderita adalah adalah nyeri, terutama di area pinggul atau bokong. Rasa nyeri ini dapat muncul saat mengangkat beban, beraktivitas ringan, atau bahkan ketika sedang beristirahat. Tidak hanya itu, sendi akan menjadi kaku dan sulit bergerak.

 

Jika tidak segera ditangani, osteonecrosis dapat menyebabkan tulang kolaps dan menimbulkan nyeri yang hebat. Perkembangan gejalanya pun bervariasi, dapat berlangsung dalam hitungan minggu hingga bertahun-tahun, tergantung kondisi tiap penderita.

 

Diagnosis Osteonecrosis

 

Jika terdapat dugaan yang mengarah pada kondisi osteonecrosis, beberapa prosedur tes akan dilakukan. Di antaranya seperti pemeriksaan fisik yang meliputi menekan dan menggerakkan sendi untuk melihat keberadaan hambatan dalam bergerak dan kepekaan sendi.

 

Setelah itu, dokter akan melakukan serangkaian tes pencitraan untuk mengetahui secara pasti bagian tulang mana yang terdampak oleh osteonecrosis. Pemeriksaan ini dapat meliputi foto rontgen, MRI (magnetic resonance imaging), CT scan, maupun pemindaian tulang.

 

Pengobatan Osteonecrosis

 

Adapun metode pengobatan osteonecrosis yang dapat dijalani oleh penderita adalah sebagai berikut:

 

  • Mengonsumsi obat-obatan, seperti obat osteoporosis, obat NSAID, obat penurun kolesterol, dan obat pengencer darah.

  • Terapi fisik.

  • Prosedur bedah apabila kondisi tak kunjung membaik setelah pemberian obatan-obatan dan melakukan terapi fisik.

 

Itulah penjelasan tentang osteonecrosis yang perlu Anda ketahui, mulai dari pengertian hingga opsi pengobatannya. Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan sebagai edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran medis langsung dari dokter. 

 

Oleh karena itu, jika Anda merasakan gejala yang mengarah pada osteonecrosis, seperti nyeri di area pinggul dan bokong, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Tak hanya itu, Anda juga dapat memesan paket Cek Kesehatan Tulang untuk membantu mendeteksi gangguan tulang lebih awal, memantau kondisi sendi, serta mengetahui risiko kerusakan tulang secara menyeluruh. Pemeriksaan ini penting sebagai langkah preventif sebelum kondisi berkembang lebih parah.

 

Anda dapat memesan dengan mudah melalui aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda dapat mengakses berbagai fitur kesehatan lainnya, seperti melihat jadwal praktik dokter, memesan janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan kelola kesehatan Anda dengan lebih praktis dan efisien.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail