Osteonecrosis: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Osteonecrosis: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatannya

03 Juni 2026 4 menit waktu baca
Osteonecrosis - Penyebab dan Gejala yang Harus Diketahui

Osteonecrosis adalah kondisi ketika jaringan tulang mengalami kematian akibat kekurangan suplai darah pada tulang. Kondisi ini bisa menjangkit siapa saja, tetapi lebih umum terjadi pada orang dewasa dengan rentang usia 30–50 tahun. Lantas, apa yang menjadi penyebab osteonecrosis dan bagaimana gejalanya? Mari simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.

 

Apa Itu Osteonecrosis?

 

Osteonecrosis adalah penyakit pada sistem muskuloskeletal yang terjadi ketika aliran darah menuju jaringan tulang berkurang atau terhenti. Akibatnya, sel-sel tulang tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup sehingga mengalami kerusakan dan kematian. Osteonecrosis juga dikenal dengan beberapa istilah lain, seperti avascular necrosis (AVN), aseptic necrosis, atau ischemic bone necrosis.

 

Seiring waktu, bagian tulang yang mengalami kerusakan akan kehilangan kekuatan strukturnya. Kondisi ini dapat menyebabkan keretakan mikro pada tulang, kolapsnya permukaan tulang yang membentuk sendi, hingga terjadinya kerusakan sendi (osteoartritis).

 

Osteonecrosis bisa terjadi pada semua tulang. Namun, kondisi ini paling sering ditemukan pada ujung tulang panjang yang membentuk sendi, seperti:

 

  • Ujung tulang paha (femur) pada sendi pinggul.

  • Ujung tulang paha pada sendi lutut.

  • Ujung tulang lengan atas (humerus) pada sendi bahu.

 

Tulang bagian lain yang juga bisa mengalami osteonecrosis adalah pergelangan tangan, pergelangan kaki, telapak kaki, siku, maupun tulang-tulang kecil lainnya.

 

Jenis-Jenis Osteonecrosis

 

Berdasarkan penyebabnya, osteonecrosis terbagi menjadi dua jenis. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Traumatic osteonecrosis: Kerusakan dan kematian jaringan tulang akibat kecelakaan seperti dislokasi atau patah tulang yang menekan pembuluh darah dan menghambat darah mengalir ke jaringan tulang.

  • Nontraumatic osteonecrosis: Kerusakan dan kematian jaringan tulang yang terjadi  tanpa adanya riwayat cedera yang berdampak pada tulang atau sendi. Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko dari tipe osteonecrosis ini misalnya seperti kondisi genetik, kecanduan alkohol, efek obat-obatan, seperti kortikosteroid, hingga kondisi medis tertentu, yaitu penyakit autoimun.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Osteonecrosis

 

Penyebab utama osteonecrosis adalah berkurangnya atau terhentinya aliran darah ke jaringan tulang, Pada sebagian kasus, penyebab pastinya tidak selalu dapat diketahui. Berikut beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya osteonecrosis:

 

  • Adanya trauma pada sendi atau tulang, seperti dislokasi sendi atau patah tulang.

  • Adanya gumpalan lemak pada darah (fat embolism) yang menghambat darah mengalir ke jaringan tulang.

  • Efek samping dari pengobatan tertentu seperti penggunaan obat kortikosteroid.

  • Konsumsi alkohol berlebihan dan kebiasaan merokok.

  • Kondisi medis tertentu, seperti leukimia, penyakit Gaucher, lupus, sickle cell disease, atau infeksi HIV.

  • Efek samping dari tindakan medis dan pengobatan, seperti kemoterapi, transplantasi organ, dan radiasi.

 

Gejala Osteonecrosis

 

Pada tahap awal, osteonecrosis sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, seiring perkembangan penyakit, penderita dapat mulai merasakan keluhan yang semakin memburuk. Gejala osteonecrosis yang umum meliputi:

 

  • Nyeri pada sendi dari tulang yang rusak, terutama pinggul, lutut, bahu, atau pergelangan kaki.

  • Nyeri saat berdiri, berjalan, mengangkat beban, atau beraktivitas.

  • Nyeri yang semakin berat seiring waktu.

  • Keterbatasan gerak pada sendi.

  • Kekakuan sendi.

  • Kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.

 

Pada osteonecrosis yang terjadi di tulang dekat dengan sendi pinggul, nyeri dapat dirasakan menjalar ke area selangkangan, bokong, atau paha. Jika dibiarkan terus-menerus kerusakan tulang akan menyebabkan terkikis dan hancurnya permukaan tulang. Kondisi ini akan semakin menyebabkan rasa nyeri bahkan saat beristirahat.

 

Perkembangan gejala akibat rusaknya tulang dan sendi bisa berbeda pada setiap orang. Ada yang mengalami perburukan dalam beberapa bulan, sementara pada sebagian lainnya proses kerusakan tulang dapat berkembang secara perlahan selama beberapa tahun.

 

Komplikasi Osteonecrosis

 

Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, osteonecrosis dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:

 

  • Kerusakan permanen pada jaringan tulang.

  • Hancurnya permukaan tulang yang berhubungan dengan sendi.

  • Osteoartritis atau peradangan pada sendi dan tulang

  • Osteoporosis atau pengapuran sendi.

  • Gangguan gerak hingga sulit bergerak yang berdampak pada penurunan kualitas hidup.

 

Risiko terjadinya komplikasi umumnya meningkat apabila osteonecrosis tidak terdeteksi pada tahap awal hingga berkembang menjadi stadium lanjut.

 

Diagnosis Osteonecrosis

 

Jika terdapat dugaan yang mengarah pada kondisi osteonecrosis, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Pada area tulang yang nyeri akan dilakukan pemeriksaan fisik yang meliputi melihat kedua sisi tulang apakah ada perbedaan ukuran dan panjang (deformitas), menekan area tulang dan sendi untuk melihat dan merasakan adanya bengkak, dan menggerakkan sendi untuk melihat ada atau tidaknya hambatan dalam bergerak dan kepekaan sendi.

 

Setelah itu, tes pencitraan radiologi akan dilakukan untuk melihat bagian tulang mana yang terdampak, seperti foto rontgen, MRI, CT scan, dan scan tulang untuk melihat kepadatan tulang.

 

Pengobatan Osteonecrosis

 

Pengobatan osteonecrosis bertujuan untuk mengurangi nyeri, mempertahankan fungsi tulang dan sendi, memperlambat perkembangan penyakit, serta mencegah kerusakan tulang yang lebih berat. Pilihan terapi akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit, lokasi tulang yang terkena, usia pasien, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.

 

Beberapa pilihan terapi yang bisa diberikan oleh dokter untuk menangani keluhan dan gejala osteonecrosis adalah:

 

  • Pemberian obat antinyeri, dokter dapat merekomendasikan obat pereda nyeri, termasuk obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).

  • Penggunaan tongkat untuk mengurangi beban pada tulang dan sendi.

  • Program rehabilitasi medik atau fisioterapi untuk membantu mobilisasi dan meredakan nyeri.

  • Pengedaliah faktor risiko, termasuk pengobatan untuk penyakit yang meningkatkan risiko, seperti lupus atau penyakit autoimun dan kolesterol.

 

Namun, apabila osteonecrosis telah berkembang atau tidak membaik dengan terapi konservatif, dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi.

 

Itulah penjelasan mengenai osteonecrosis yang perlu diketahui. Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tidak menutup kemungkinan apabila gejala-gejala yang disebutkan merujuk pada kondisi medis lainnya.

 

Jika mengalami kekakuan sendi yang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasoikan dengan Dokter Spesialis Orthopaedi (Tulang) dan Traumatologi di Siloam Hospitals terdekat. Diagnosis dan penanganan sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan tulang yang lebih luas.

 

Untuk memudahkan akses layanan, Anda dapat menghubungi Siloam Medical Concierge untuk mendapatkan informasi terkait jadwal dokter, layanan pemeriksaan, serta fasilitas medis yang tersedia. Mari mulai langkah menuju kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

 

second opinion penanganan komprehensif

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail