Kesehatan Tubuh
Bagaimana Tubuh Bisa Bergerak? Kuncinya Ada di Sistem Muskuloskeletal

Table of Contents
Sistem muskuloskeletal adalah sistem biologis yang terdiri dari kerangka tubuh (rangka) dan otot-otot yang menunjang pergerakan tubuh. Sistem muskuloskeletal disebut juga dengan sistem gerak tubuh. Fungsi dari sistem muskuloskeletal adalah untuk membentuk postur tubuh, melindungi organ-organ penting dalam tubuh, dan memungkinkan tubuh melakukan gerakan. Untuk memahami lebih lanjut mengenai sistem muskuloskeletal, mari simak ulasan berikut.
Apa itu Sistem Muskuloskeletal?
Musculoskeletal system atau sistem muskuloskeletal adalah sistem yang terdiri dari tulang, sendi, otot, saraf, dan jaringan ikat. Sistem ini memungkinkan tubuh untuk bergerak dan beraktivitas, seperti berjalan, berlari, mengambil benda, dan sebagainya.
Oleh karenanya, jika sistem muskuloskeletal terganggu, tubuh pun akan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Selain mendukung pergerakan tubuh, fungsi lain dari sistem muskuloskeletal adalah membentuk postur tubuh dan melindungi organ-organ penting di dalam tubuh, seperti otak, jantung, paru-paru, hati, dan ginjal.
Anatomi Sistem Muskuloskeletal
Sebenarnya, apa saja yang termasuk ke dalam sistem muskuloskeletal? Berikut adalah penjelasan mengenai anatomi atau struktur dari sistem muskuloskeletal.
1. Tulang
Bagian utama dalam sistem muskuloskeletal adalah tulang. Tulang berfungsi untuk menyangga dan membentuk postur tubuh, mendukung gerakan tubuh, melindungi organ-organ penting serta menyimpan kalsium, mineral, dan fosfor. Pasalnya, tubuh manusia dewasa memiliki sebanyak 206 tulang yang terdiri dari lapisan luar (periosteum dan korteks) dan dalam (medula).
Karakteristik lapisan luar tulang adalah bertekstur keras dan tersusun atas kolagen, protein, dan macam-macam mineral, termasuk kalsium. Sementara itu, tekstur bagian dalam tulang lebih lembut dan berisi sumsum tulang, yakni tempat sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit) diproduksi.
2. Sendi
Sendi adalah bagian yang menghubungkan dua tulang. Beberapa sendi bisa digerakkan seperti sendi-sendi tulang belakang, sendi pergelangan tangan dan kaki, sendi lutut, sendi jari tangan, dan lain-lain. Namun, ada pula sendi yang tidak bisa digerakkan sama sekali (sendi mati), salah satunya sendi sutura pada lempengan tengkorak.
3. Otot
Tiga jenis otot yang termasuk dalam bagian sistem muskuloskeletal adalah otot jantung, otot polos, dan otot rangka. Otot jantung adalah jenis otot yang bekerja secara otomatis untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, otot polos adalah otot yang dapat ditemukan pada organ-organ tubuh, seperti pembuluh darah dan saluran cerna. Jenis otot ini juga bekerja secara otomatis di bawah kendali sistem saraf otonom.
Terakhir otot rangka, adalah jenis otot yang melekat pada tulang dan sendi. Otot ini dapat berkontraksi dan meregang ketika tubuh bergerak, misalnya menggenggam benda, berjalan, atau sekadar mengubah posisi tubuh seperti menekuk tangan atau kaki.
4. Ligamen
Setiap sendi manusia dikelilingi oleh ligamen (jaringan ikat) yang kuat dan elastis. Ligamen berfungsi untuk menghubungkan tulang dengan sendi, menopang dan menstabilkan pergerakan sendi, memungkinkan pergerakan dan membatasi pergerakan sendi, serta menyatukan tulang.
5. Tendon
Fungsi tendon dalam sistem muskuloskeletal adalah menghubungkan otot ke tulang serta mengontrol gerakan sendi. Tendon berbentuk seperti tali dan dapat ditemukan di seluruh tubuh, mulai dari kepala, leher, sampai kaki. Contoh dari tendon adalah tendon Achilles dan tendon rotator cuff di bahu.
6. Tulang Rawan
Tulang rawan merupakan jaringan ikat yang menutup sendi. Tulang rawan dapat ditemukan di antara sambungan tulang, hidung, telinga, dan trakea. Sebenarnya, tulang rawan memiliki struktur yang kokoh, hanya saja lebih kenyal dan lentur dibandingkan tulang rangka. Fungsi utama dari tulang rawan dalam sistem muskuloskeletal adalah untuk mencegah pergesekan antara tulang dan sendi serta menjadi peredam fisik ketika terjadi cedera pada tubuh.
Cara Kerja Sistem Muskuloskeletal
Ketika tubuh akan bergerak, otak langsung mengirimkan sinyal melalui sistem saraf untuk merangsang otot rangka. Setelah menerima impuls, otot akan mulai berkontraksi kemudian menarik tendon dan tulang, sehingga tubuh bisa bergerak. Sementara itu, saat mengendurkan otot, sistem saraf akan mengirimkan pesan ke otot agar rileks dan mengendur. Ketika otot yang sudah rileks berhenti berkontraksi, gerakan tubuh pun juga ikut terhenti.
Cara Menjaga Kesehatan Sistem Muskuloskeletal
Sama halnya dengan sistem tubuh lainnya, sistem gerak juga berisiko mengalami gangguan. Adapun beberapa gangguan pada sistem muskuloskeletal adalah sebagai berikut:
-
Kelainan bentuk tulang.
-
Infeksi pada tulang.
-
Gangguan sendi.
-
Kanker otot.
-
Amyotrophic lateral sclerosis (ALS), dan lain-lain.
Guna mencegah gangguan-gangguan tersebut, beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan sistem muskuloskeletal adalah sebagai berikut:
-
Olahraga secara rutin untuk meningkatkan kekuatan tulang, otot, dan sendi. Olahraga juga bermanfaat meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh, dengan begitu risiko cedera pun akan berkurang.
-
Menerapkan postur tubuh yang baik dalam menjalani aktivitas sehari-hari, misalnya saat duduk. Hal ini bermanfaat untuk mencegah ketegangan pada sendi dan otot.
-
Istirahat yang cukup agar otot dan tulang memiliki waktu untuk pulih setelah beraktivitas.
-
Menjaga berat badan ideal untuk mencegah beban ekstra pada tulang.
-
Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
-
Menghentikan kebiasaan merokok, karena senyawa dalam rokok dapat merusak lapisan sel pembuluh darah dan menyempitkan pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah.
Penting untuk diketahui bahwa artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak bisa menggantikan saran dari tenaga medis profesional. Apabila Anda mengalami nyeri yang tak kunjung hilang di bagian tubuh tertentu, seperti pada tulang belakang, pergelangan tangan atau kaki, hingga jari tangan, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi (Tulang) di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kelainan tulang belakang dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Cek Kesehatan Tulang
Darah, Elektrolit, Tulang, Vitamin & Mineral
2 Service/Item
Rp518.400
TERPOPULER
Rontgen Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/VERT. Lumbosacral AP + LAT
Rontgen / X-Ray
Rp509.000
TERPOPULER
Ankle / Rontgen Pergelangan Kaki
Rontgen / X-Ray
Rp289.000
TERPOPULER
Rontgen Sendi Bahu
Rontgen / X-Ray
Rp353.000
TERPOPULER
Rontgen Tangan/Manus
Rontgen / X-Ray
Rp382.000
TERPOPULER
Rontgen Pergelangan Tangan
Rontgen / X-Ray
Rp347.000
TERPOPULER
1.5T MRI LUMBAL NON CONTRAST
MRI / MRA, Tulang/ Ortopedi
Rp2.870.000
TERPOPULER
MRI Sendi Bahu/Shoulder Non-Kontras (1 Sisi)
MRI / MRA
Rp2.870.000
MRI Pergelangan Kaki/Ankle Non-Kontras (1 Sisi)
MRI / MRA
Rp2.870.000







