Kesehatan Tubuh
8 Jenis Kelainan pada Sistem Gerak yang Sering Terjadi

Table of Contents
Sistem gerak adalah bagian tubuh yang memiliki peran penting untuk menghasilkan gerakan tubuh, seperti berjalan, berlari, tersenyum, menulis, dan lain sebagainya. Maka dari itu, apabila terdapat kelainan pada sistem gerak tubuh, kondisi tersebut tentunya akan mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.
Lantas, apa saja kelainan pada sistem gerak yang perlu diwaspadai? Untuk mengenalnya, mari simak ulasan berikut ini sampai tuntas.
Mengenal Sistem Gerak Manusia
Sistem gerak atau musculoskeletal system adalah susunan kerangka tubuh manusia yang melibatkan beberapa bagian tubuh, seperti saraf, otot, tulang, sendi, dan lain sebagainya. Utamanya, fungsi sistem gerak pada manusia adalah untuk memberikan kemampuan tubuh dalam bergerak, menopang berat badan, mendukung bentuk postur tubuh, serta menjaga stabilitas pergerakan tubuh.
Berbagai Kelainan pada Sistem Gerak yang Umum Terjadi
Terdapat berbagai kelainan pada sistem gerak manusia yang umum terjadi, di antaranya adalah penyakit Parkinson, distonia, ataksia, myasthenia gravis, sklerosis lateral amiotrofik, kelainan tulang belakang, osteoporosis, serta atrofi otot. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Penyakit Parkinson
Penyakit pada sistem gerak manusia yang pertama adalah penyakit Parkinson, yaitu salah satu penyakit neurodegeneratif (penurunan fungsi saraf karena proses alamiah penuaan) yang dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengontrol keseimbangan dan gerakan tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami tremor, kaku otot (rigiditas), serta gerakan tubuh yang melambat (bradikinesia).
Pada dasarnya, penyakit Parkinson belum bisa disembuhkan secara total. Namun, untuk meringankan gejala serta meningkatkan kualitas hidup penderitanya, dokter dapat menangani penyakit Parkinson dengan meresepkan obat-obatan, fisioterapi, terapi wicara, psikoterapi, hingga tindakan operasi seperti deep brain stimulation (DBS).
2. Distonia
Distonia adalah kelainan pada sistem gerak yang menyebabkan otot bergerak tanpa sadar (spasme otot). Kondisi ini dapat terjadi karena adanya gangguan pada otak yang berfungsi untuk mengendalikan kecepatan dan koordinasi gerakan tubuh. Adapun beberapa gejala umum dari distonia adalah:
- Kedutan.
- Tremor.
- Mata berkedip tanpa terkendali.
- Kram otot.
- Gangguan bicara.
- Kesulitan menelan.
- Postur tubuh yang tidak normal.
3. Ataksia
Ataksia adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh kerusakan pada otak kecil (cerebellum) dan saraf tulang belakang yang dapat memengaruhi koordinasi otot, keseimbangan tubuh, serta gerak tubuh. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa koordinasi gerak tubuh yang buruk, perubahan cara berbicara, langkah kaki yang tidak stabil, hingga kesulitan dalam mengeksekusi aktivitas dasar seperti menulis atau mengancingkan baju.
Adapun sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami ataksia adalah:
- Kekurangan vitamin B1, vitamin B12, atau vitamin E.
- Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
- Penyalahgunaan NAPZA.
- Infeksi bakteri atau virus pada otak, seperti meningitis dan ensefalitis (radang otak).
- Hidrosefalus.
- Hipotiroid.
- Stroke.
4. Myasthenia Gravis
Myasthenia gravis adalah kondisi berupa melemahnya otot tubuh karena adanya gangguan komunikasi antara saraf dan otot. Gejala umum dari myasthenia gravis adalah gangguan penglihatan, ptosis (turunnya salah satu atau kedua kelopak mata), penurunan ekspresi wajah, cadel, dan kesulitan mengunyah.
Penyebab utama myasthenia gravis adalah gangguan autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang secara keliru menyerang jaringan atau sel sehat di dalam tubuh.
Belum diketahui secara pasti apa kondisi yang menyebabkan sistem imun tubuh secara keliru menyerang sel-sel atau jaringan sehat tersebut. Namun, terdapat dugaan bahwa kelainan pada kelenjar timus menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko myasthenia gravis.
5. Sklerosis Lateral Amiotrofik (Amyotrophic Lateral Sclerosis/ALS)
Sklerosis lateral amiotrofik atau amyotrophic lateral sclerosis (ALS) adalah salah satu penyakit degeneratif yang dapat mengganggu fungsi otak dan saraf tulang belakang. Kelainan pada sistem gerak ini dapat menyebabkan penderitanya kesulitan berbicara, berdiri, berjalan, menelan, serta menaiki tangga.
Sklerosis lateral amiotrofik adalah salah satu penyakit saraf yang perlu diwaspadai, sebab ALS berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti demensia, gagal napas, hingga kelumpuhan. Hingga saat ini, belum ditemukan pengobatan yang dapat menyembuhkan ALS secara total sehingga pengobatan yang tersedia ditujukan untuk meringankan gejala dan menghambat perburukan penyakit.
6. Kelainan Tulang Belakang
Kelainan tulang belakang merupakan gangguan pada sistem gerak tubuh yang umum terjadi. Kondisi ini menyebabkan penderitanya memiliki postur tubuh yang abnormal sehingga dapat memengaruhi kemampuan gerak dan koordinasi tubuh.
Terdapat tiga jenis kelainan tulang belakang yang paling umum terjadi, yaitu kifosis, skoliosis, dan lordosis.
- Kifosis: Kelainan tulang belakang yang menyebabkan postur tubuh bengkok ke belakang.
- Skoliosis: Kelainan tulang belakang yang ditandai dengan bentuk punggung melengkung menyerupai huruf S atau C.
- Lordosis: Kondisi yang terjadi karena tulang punggung bagian bawah (lumbar) melengkung ke dalam secara berlebihan.
7. Osteoporosis
Osteoporosis adalah kelainan pada sistem gerak tubuh yang terjadi akibat adanya pengeroposan tulang di dalam tubuh karena kepadatan tulang berkurang. Osteoporosis sering kali tidak menimbulkan gejala awal sehingga sebagian besar penderitanya baru menyadari kondisi tersebut setelah mengalami patah tulang.
8. Atrofi Otot
Atrofi otot adalah penyusutan massa otot yang dapat dipicu oleh beberapa hal, di antaranya adalah malnutrisi, penggunaan obat-obatan, jarang melakukan aktivitas yang melibatkan otot, hingga mengidap kondisi medis tertentu. Jika tidak segera ditangani, atrofi otot dapat menyebabkan gangguan keseimbangan tubuh, cedera akibat sering terjatuh, hingga kelumpuhan.
Itu dia sejumlah kelainan pada sistem gerak yang perlu diwaspadai. Gangguan pada sistem gerak tersebut perlu ditangani dengan tepat agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karenanya, segera jadwalkan pertemuan Anda dengan dokter Siloam Hospitals terdekat menggunakan fitur Cari Dokter untuk mendapatkan tindakan medis yang tepat terkait dengan gangguan sistem gerak.
Selain itu, untuk memudahkan Anda dalam mengakses berbagai layanan kesehatan Siloam Hospitals, Anda dapat mengunduh aplikasi MySiloam yang bisa diunduh secara gratis. Download aplikasi MySiloam sekarang dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







