Kesehatan Tubuh
Pahami Apa itu Lordosis, Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi

Table of Contents
Lordosis adalah kelainan pada tulang belakang, di mana tulang punggung bagian bawah melengkung ke dalam secara berlebihan.
Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, karena itu penting bagi Anda memperhatikan setiap posisi duduk.
Lengkungan yang berlebihan pada punggung ini membuat tulang belakang mendapat tekanan sehingga seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman.
Lantas, apa penyebab lordosis, mengapa seseorang bisa mengalaminya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Apa itu Lordosis?
Lordosis adalah kelainan pada tulang belakang (vertebra) yang mengakibatkan lumbar (bagian bawah) melengkung ke dalam secara berlebihan.
Lengkungan yang berlebihan tersebut membuat lumbar lebih maju ke depan dan menyebabkan area perut menonjol ke depan, serta area pinggul menonjol ke belakang dan atas.
Lordosis adalah kelainan bentuk tulang yang menyebabkan tulang menjadi tidak sempurna, melainkan lebih melengkung. Kondisi ini disebut juga dengan swayback.
Perbedaan Lordosis, Kifosis dan Skoliosis
Baik skoliosis, kifosis, dan lordosis adalah istilah dalam masalah tulang yang sering kali kita dengar.
Namun, sudahkah Anda memahami perbedaan dari ketiganya?
Skoliosis merupakan kondisi di mana tulang belakang membengkok ke arah kiri atau kanan, sehingga akan terlihat seperti huruf S atau C.
Sementara, kifosis adalah kondisi di mana tulang belakang membengkok ke arah belakang. Penderita kifosis akan memiliki postur tubuh membungkuk atau seperti berpunuk.
Dan yang terakhir, lordosis adalah kondisi ketika tulang belakang membengkok ke depan, biasanya dikaitkan dengan posisi duduk yang tidak tepat.
Jadi, dari ketiga kelainan tersebut, perbedaan lordosis, kifosis dan skoliosis adalah terletak pada posisi pembengkokan tulang.
Baca Juga: Penanganan Skoliosis pada Anak
Jenis-jenis Lordosis
Lordosis adalah kondisi yang terjadi apabila tulang punggung bawah melengkung cukup dalam, sehingga dapat menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman.
Lordosis sendiri terbagi menjadi 5 jenis, berikut masing-masing penjelasannya.
1. Lordosis Kongenital atau Trauma
Lordosis kongenital umumnya merupakan kelainan bawaan lahir yang terjadi apabila selama dalam kandungan, janin mengalami perkembangan tulang belakang tidak sempurna.
Sehingga dampaknya dapat menimbulkan kecacatan pada tulang belakang yang membuatnya lemah dan kesulitan membungkuk.
Namun, tidak hanya bawaan lahir, lordosis kongenital juga bisa disebabkan oleh trauma seperti cedera saat olahraga, terjatuh dari tempat tinggi, atau kecelakaan.
2. Lordosis Postural
Lordosis postural adalah jenis kelainan yang disebabkan oleh berat badan berlebihan. Kondisi ini bisa terjadi karena area perut memiliki beban lebih besar sehingga bagian lumbar lebih maju.
Kondisi ini juga dapat terjadi apabila otot bagian perut dan panggul melemah, sehingga tidak mampu menopang tulang belakang dengan sempurna.
3. Lordosis Neuromuskular
Lordosis neuromuskular umumnya merupakan komplikasi dari kondisi kesehatan tertentu yang disebabkan oleh terganggunya fungsi otot tubuh.
Beberapa kondisi kesehatan yang berisiko menyebabkan lordosis neuromuskular adalah distrofi otot dan cerebral palsy.
4. Lordosis Sekunder dari Kontraktur Fleksi Panggul
Jenis lordosis yang satu ini disebabkan oleh kontraktur yang terjadi pada sendi panggul, yaitu ketika sendi dan otot mengalami pemendekan yang permanen.
Kontraktur sendiri biasanya disebabkan oleh cedera, infeksi atau adanya masalah pada keseimbangan otot.
5. Laminektomi Pascabedah Hiperlordosis
Kelainan lordosis tipe ini muncul setelah menjalani prosedur laminektomi (pengangkatan tulang belakang). Prosedur tersebut menyebabkan tulang belakang menjadi tidak stabil.
Baca Juga: Cara Mengenali Kelainan pada Tulang Belakang
Penyebab Lordosis
Beberapa penyebab lordosis adalah sebagai berikut:
- Gangguan fungsi otot dan saraf (neuromuskular).
- Cedera karena olahraga, jatuh atau kecelakaan yang menyebabkan gangguan pada tulang belakang.
- Pengeroposan tulang (osteoporosis) yang membuat tulang belakang rentan patah dan menyebabkan kelengkungan yang tidak normal.
- Gangguan pertumbuhan tulang yang menyebabkan postur tubuh tidak proporsional (Achondroplasia).
- Pergeseran tulang belakang (Spondilolistesis)
- Discitis atau peradangan ruang di antara vertebra (tulang belakang)
- Obesitas akan mempengaruhi postur
Gejala Lordosis
Gejala umum yang biasa dirasakan oleh seseorang saat mengalami lordosis adalah:
- Nyeri otot
- Area pantat lebih mundur dan terangkat, sementara bagian atas tubuh hingga perut terlihat lebih maju.
- Ciri-ciri lordosis apabila diperhatikan dari samping, bagian perut sampai pinggang seperti menekuk
- Mengalami kesulitan saat ingin tidur telentang.
- Kesulitan menempelkan area punggung pada tempat tidur atau lantai karena terhalangi pantat.
Cara Mengatasi Lordosis
Lordosis adalah kondisi yang memerlukan perawatan medis, karena apabila dibiarkan akan membuat penderitanya semakin tidak nyaman.
Cara-cara yang dilakukan untuk mengatasi lordosis adalah sebagai berikut:
1. Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri
Lordosis adalah kondisi yang dapat menyebabkan rasa nyeri pada penderitanya. Karena itu biasanya dokter akan memberikan resep obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau acetaminophen.
2. Terapi Fisik
Terapi fisik dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri, mengembangkan otot punggung, meningkatkan fungsi fisik sehingga dapat menyangga tulang belakang dengan baik.
Terapi fisik dilakukan dengan berolahraga. Beberapa jenis olahraga yang dipilih untuk mengatasi lordosis adalah senam dan yoga.
3. Terapi Bracing
Tujuan penggunaan bracing pada penderita lordosis adalah menstabilkan punggung sekaligus mencegah tulang belakang semakin melengkung.
4. Operasi Tulang Belakang
Apabila beberapa cara di atas tidak efektif dalam menyembuhkan lordosis, maka dokter akan melakukan tindakan operasi.
Namun, prosedur ini hanya akan dilakukan apabila kondisi pasien sudah sangat parah. Operasi ini dilakukan untuk mengembalikan tulang belakang yang melengkung berlebihan ke depan.
Cara Mencegah Lordosis
Cara mencegah lordosis yang paling sederhana namun sangat berpengaruh adalah dengan memperhatikan posisi duduk.
Terlebih jika Anda diharuskan duduk dalam waktu lama, seperti bekerja di depan laptop atau komputer setiap hari.
Selain itu, apabila Anda sedang di posisi berdiri dalam waktu lama, segeralah mencari tempat untuk beristirahat.
Dan terakhir, yang tidak kalah penting, yaitu rutin berolahraga. Aktif bergerak akan membantu Anda menjaga kesehatan tulang dan terhindar dari risiko lordosis.
Demikian penjelasan mengenai apa itu lordosis, jenis-jenis, penyebab, gejala, cara mengatasi dan pencegahannya.
Untuk menghindari gangguan ini, pastikan Anda selalu dalam posisi duduk yang benar guna menjaga postur tubuh tetap sesuai.
Selain itu, tidak ada salahnya melakukan medical check up berkala untuk mengetahui kondisi tubuh Anda. Kunjungi Siloam Hospitals untuk mendapatkan pelayanan berkualitas dalam pemeriksaaan kesehatan.
Siloam Hospitals juga menyediakan layanan Siloam at Home bagi Anda yang membutuhkan terapi atau perawatan kesehatan dari rumah. Cek info selengkapnya!
Baca Juga: Faktor Risiko Patah Tulang Belakang dan Cara Mencegahnya
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







