Ibu dan Anak
Mengenal Penyebab, Gejala, & Penanganan Skoliosis pada Anak

Table of Contents
Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang membuat bentuk punggung melengkung menyerupai huruf S atau C. Secara umum, kebanyakan kasus kelainan tulang belakang ini terjadi pada anak-anak sebelum memasuki masa pubertas. Lantas, apa penyebab skoliosis pada anak?
Mari simak penyebab, gejala, hingga cara mengatasi skoliosis pada anak selengkapnya melalui pembahasan berikut.
Apa itu Skoliosis?
Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang ditandai dengan melengkungnya tulang belakang hingga berbentuk menyerupai huruf S atau C. Pada dasarnya, kondisi ini dapat dialami oleh berbagai kalangan, namun lebih sering terjadi pada anak-anak. Berdasarkan waktu terjadinya kelainan bentuk tulang belakang, skoliosis pada anak dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:
-
Skoliosis idiopatik infantil (infantile idiopathic scoliosis), yaitu skoliosis yang dialami oleh bayi baru lahir hingga berusia 2 tahun.
-
Skoliosis idiopatik anak (juvenile idiopathic scoliosis), yaitu skoliosis yang dialami oleh anak berusia 3–9 tahun.
-
Skoliosis idiopatik remaja (adolescent idiopathic scoliosis), yaitu jenis skoliosis yang terjadi pada anak usia 10–17 tahun.
Selain pada anak-anak, terdapat jenis skoliosis idiopatik yang didapati pada orang dewasa (adult idiopathic scoliosis), yang terjadi pada orang berusia 18 tahun ke atas.
Penyebab Skoliosis pada Anak
Berdasarkan penyebabnya, skoliosis pada anak dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu skoliosis idiopatik, skoliosis kongenital, dan skoliosis neuromuskular. Berikut penjelasan lengkapnya.
-
Skoliosis idiopatik: Jenis skoliosis yang belum diketahui penyebab pastinya. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini bisa dipicu oleh kondisi medis tertentu atau kelainan genetik.
-
Skoliosis kongenital: Jenis skoliosis pada anak yang disebabkan oleh gangguan perkembangan sistem rangka saat masih berada di dalam kandungan.
-
Skoliosis neuromuskular: Jenis skoliosis ini dapat terjadi akibat kelainan pada otot dan saraf yang menopang tulang belakang. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan skoliosis neuromuskular adalah spina bifida, cerebral palsy, hingga pembentukan tumor pada tulang belakang.
Gejala Skoliosis pada Anak
Pada dasarnya, skoliosis dapat menyebabkan tulang belakang cenderung melengkung ke arah samping dan kondisi ini dapat terlihat dari pemeriksaan fisik pada pasien. Di samping itu, sejumlah gejala atau tanda dari skoliosis pada anak yang umumnya terjadi adalah sebagai berikut:
-
Tinggi pinggang tidak sejajar.
-
Tubuh anak cenderung lebih condong pada satu sisi, kiri atau kanan.
-
Salah satu tulang belikat terlihat lebih menonjol.
-
Salah satu sisi bahu terlihat lebih tinggi.
-
Jika skoliosis dialami oleh bayi, salah satu kakinya akan terlihat lebih panjang dibandingkan kaki lainnya.
-
Nyeri punggung bawah.
-
Mengalami ketegangan otot.
-
Punggung terasa kaku.
Cara Mengatasi Skoliosis pada Anak
Pada dasarnya, penanganan skoliosis pada anak dapat disesuaikan dengan usia serta tingkat keparahannya. Adapun sejumlah metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi skoliosis pada anak adalah sebagai berikut:
1. Observasi
Bila skoliosis masih cenderung ringan, dokter biasanya hanya akan melakukan observasi atau pengamatan terhadap kondisi anak tanpa memerlukan tindakan khusus. Sebab, selama anak masih dalam masa pertumbuhan, skoliosis yang tergolong ringan dapat membaik seiring dengan pertumbuhan tulang belakang anak.
Namun, jika tulang punggung dicurigai tidak dapat tumbuh dengan lurus, dokter dapat melakukan pengamatan secara menyeluruh melalui pemindaian rontgen secara rutin setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali untuk mengevaluasi lengkungan pada tulang belakang anak.
2. Fisioterapi
Fisioterapi atau terapi fisik merupakan metode pengobatan skoliosis pada anak yang bertujuan untuk membantu menguatkan, menjaga kelenturan, dan secara bertahap memperbaiki kelengkungan tulang belakang. Umumnya, terapi ini dilakukan dengan mengarahkan anak untuk rutin berolahraga ringan, seperti berenang dan peregangan otot.
3. Penggunaan Gips atau Penyangga Tulang Punggung
Bila skoliosis terjadi pada bayi atau balita, penggunaan alat bantu, seperti gips akan diperlukan untuk membantu meluruskan tulang belakang seiring dengan masa pertumbuhan anak. Gips tersebut perlu digunakan dalam jangka waktu lama dan bisa diganti setiap beberapa bulan sekali yang menyesuaikan ukuran tubuh anak.
Selain itu, jika lengkungan pada tulang belakang anak semakin memburuk, dokter dapat menyarankan untuk menggunakan penyangga yang terbuat dari bahan plastik kaku. Penyangga tulang punggung tersebut perlu digunakan selama kurang lebih 23 jam sehari dan bisa dilepas saat sedang mandi, berenang, atau melakukan olahraga yang membutuhkan kontak fisik.
Penyangga tulang punggung ini biasanya digunakan oleh anak pengidap skoliosis selama masa pertumbuhan berlangsung. Pada kebanyakan kasus, penggunaan penyangga tulang tersebut dapat dihentikan saat anak sudah berusia 16 atau 17 tahun.
4. Tindakan Operasi
Jika derajat skoliosis semakin parah (kurva kelengkungan lebih dari 45–50 derajat), telah memengaruhi fungsi paru-paru penderita, atau tidak mengalami perbaikan meski telah dilakukan metode perawatan di atas, maka dokter mungkin akan menyarankan tindakan operasi untuk mengatasi kondisi tersebut.
Bagi anak berusia di bawah 10 tahun, operasi tulang belakang dapat dilakukan dengan cara memasukkan dan memasang implan batang logam, kait, dan sekrup khusus di sepanjang tulang belakang.
Setelah menjalani prosedur operasi, pasien dianjurkan untuk rutin memeriksakan diri ke dokter setiap beberapa bulan sekali untuk menyesuaikan panjang implan agar sesuai dengan pertumbuhan tinggi si kecil. Secara umum, terdapat 2 jenis operasi pemanjangan implan dalam prosedur ini, yaitu:
-
Dengan pembedahan kecil untuk memasukkan implan tambahan pada tulang belakang.
-
Menggunakan remote control khusus yang dapat mengaktifkan magnet di dalam implan sehingga implan dapat memanjang tanpa perlu dilakukan prosedur pembedahan.
Perawatan Mandiri Skoliosis pada Anak
Sebagai upaya mengoptimalkan pengobatan skoliosis pada anak, orang tua dianjurkan untuk melakukan sejumlah perawatan mandiri, di antaranya adalah:
-
Memperbaiki postur tubuh anak, yaitu dengan posisi tegak dan tidak condong ke depan.
-
Membatasi atau menghindari melakukan aktivitas fisik tertentu perburukan skoliosis pada anak, seperti bermain sepak bola secara kompetitif, berlari jarak jauh pada permukaan yang keras, bermain trampolin, membawa barang-barang berat, dan tidur dengan posisi tengkurap.
-
Mengajak anak untuk melakukan olahraga berintensitas ringan, seperti berenang, yoga, dan lain-lain.
Skoliosis pada anak merupakan kondisi yang perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan berbagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Jika si kecil menunjukkan gejala atau tanda-tanda dari skoliosis seperti di atas, ada baiknya untuk segera membuat janji temu dengan dokter Siloam Hospitals terdekat melalui fitur Cari Dokter. Dengan begitu, anak Anda bisa mendapatkan layanan kesehatan dari Siloam Hospitals dengan mudah, cepat, dan akurat.
Untuk penanganan lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals Mampang yang menjadi pusat unggulan dalam menangani gangguan tulang, sendi, serta jaringan ikat. Tak perlu khawatir, Siloam Hospitals Mampang telah dilengkapi dengan fasilitas medis mutakhir dan tim dokter spesialis berpengalaman sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat dan sesuai kondisi tubuh si kecil.
Manfaatkan pula aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan berbagai fitur untuk memudahkan Anda dalam memesan paket medical check up, cek hasil pemeriksaan, hingga konsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari nikmati akses layanan kesehatan dengan mudah #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
SPINE - Skrining Kesehatan Tulang Belakang (Lumbal)
2 Service/Item
Rp1.099.000
TERPOPULER
Fisioterapi (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
TERPOPULER
Rontgen Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/VERT. Lumbosacral AP + LAT
Rontgen / X-Ray
Rp509.000
CT Scan Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/Lumbosacral (Non Kontras)
CT Scan, Tulang/ Ortopedi
Rp2.808.000







