Kesehatan Tubuh
Macam-Macam Kelainan Tulang Belakang dan Penanganannya

Table of Contents
Ada macam-macam kelainan tulang belakang yang dapat terjadi, salah satunya bisa ditandai dengan tubuh yang bungkuk. Pada kasus ini, tubuh bungkuk disebabkan oleh kelengkungan abnormal pada tulang belakang sehingga susunan tulangnya berubah dan memengaruhi postur tubuh. Tak hanya itu, terdapat juga jenis kelainan tulang belakang yang membuat tubuh penderitanya terlalu tegak. Untuk informasi yang lebih lengkap mengenai kelainan tulang belakang, mari simak ulasan berikut.
Macam-Macam Kelainan Tulang Belakang
Kelainan tulang belakang adalah kondisi yang memengaruhi posisi susunan tulang belakang, sehingga terjadi kelengkungan abnormal. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri dan membatasi rentang gerak penderitanya. Berikut ini adalah beberapa jenis kelainan tulang belakang yang umum terjadi.
1. Lordosis
Lordosis adalah kelainan pada tulang belakang yang terjadi ketika area punggung bawah (lumbar) bengkok dan melengkung ke depan (swayback). Hal ini membuat postur tubuh penderitanya terlihat terlalu tegak. Normalnya, bagian tulang belakang (leher, punggung atas, dan punggung bawah) tersebut memang sedikit melengkung ke depan.
Namun, pada kasus lordosis, lengkungan tulang belakang tersebut terlalu berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan penderitanya merasakan nyeri karena adanya tekanan yang besar pada tulang, otot, dan persarafan tulang belakang. Lordosis dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti gangguan otot dan saraf (neuromuskular), osteoporosis, kehamilan, postur tubuh yang buruk, cedera tulang belakang, gangguan pertumbuhan tulang, peradangan pada tulang, serta obesitas.
Adapun beberapa gejala lordosis adalah sebagai berikut:
-
Bagian perut sampai pinggang tampak menekuk.
-
Nyeri otot.
-
Kesulitan tidur dengan posisi telentang.
-
Area bokong lebih mundur dan lebih terangkat sehingga terlihat lebih menonjol.
-
Kesulitan menempelkan punggung pada permukaan dinding karena terhalangi oleh pantat.
Lordosis membutuhkan perawatan medis sesegera mungkin karena dapat membuat penderitanya terganggu dalam beraktivitas dan tentunya dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Adapun pilihan penanganan untuk lordosis adalah pemberian obat pereda nyeri, fisioterapi, terapi bracing, dan operasi tulang belakang.
2. Kifosis
Jenis kelainan tulang belakang berikutnya adalah kifosis, yakni kondisi ketika postur tubuh tampak melengkung ke belakang secara abnormal. Normalnya, lengkungan pada tulang belakang sebesar 25–45 derajat. Namun pada kondisi kifosis, derajat lengkungan tersebut bisa lebih dari 50 derajat. Inilah yang menyebabkan penderita kifosis memiliki postur tubuh yang bungkuk dan tampak seperti memiliki punuk di bagian atas punggungnya.
Penyebab kifosis berbeda-beda, tergantung dari jenisnya. Berikut masing-masing penjelasannya:
-
Kifosis postural: Gangguan postur tubuh pada anak dan remaja yang disebabkan oleh sikap atau kebiasaan postur tubuh yang buruk dalam jangka waktu lama.
-
Kifosis Scheuermann: Jenis kifosis ini terjadi karena adanya masalah pada pertumbuhan tulang belakang selama masa pertumbuhan anak dan lebih sering terjadi pada remaja.
-
Kifosis kongenital: Jenis kifosis ini adalah kondisi bawaan sejak lahir yang mana terjadi kelainan pertumbuhan tulang belakang sejak anak masih berada dalam kandungan dan dapat memburuk seiring dengan pertumbuhan anak. Sayangnya, belum diketahui secara pasti apa penyebab kondisi ini.
Beberapa gejala kifosis adalah sebagai berikut:
-
Nyeri dan kaku pada area punggung.
-
Tinggi antara bahu kanan dan kiri tidak sama.
-
Tinggi antara tulang belikat kanan dan kiri tidak sama.
-
Otot paha bagian bawah mengencang.
-
Punggung bagian atas terlihat lebih tinggi.
-
Kepala cenderung membungkuk dan lebih condong ke depan.
-
Kifosis yang memburuk dapat menimbulkan gejala seperti sulit bernapas, rasa kaku, kesemutan, dan lemah pada kaki, serta perubahan pada kebiasaan buang air besar dan buang air kecil.
Lantas, bagaimana penanganan kifosis? Langkah-langkah penanganan jenis kelainan tulang belakang ini biasanya dapat berupa pemberian obat antinyeri, fisioterapi, terapi bracing, dan operasi tulang belakang jika kondisinya sudah sangat parah.
3. Skoliosis
Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang menyebabkan bentuk tulang belakang tampak melengkung seperti huruf S atau C. Lengkungan abnormal tersebut umumnya bisa terlihat dari sisi samping maupun belakang tubuh penderitanya. Skoliosis bisa terjadi karena beberapa kondisi, antara lain bawaan lahir, cacat tulang belakang, osteoporosis, penurunan kepadatan pada bantalan dan sendi tulang belakang karena usia, gangguan saraf dan otot, serta infeksi/cedera pada tulang belakang.
Sejumlah gejala umum yang menandakan kondisi skoliosis adalah sebagai berikut:
-
Kekakuan pada punggung.
-
Tubuh cenderung condong ke satu sisi.
-
Ketegangan otot.
-
Nyeri pada punggung bagian bawah.
-
Bahu miring (posisi salah satu bahu lebih tinggi daripada bahu lainnya).
-
Posisi pinggul dan tulang belikat di salah satu sisi lebih menonjol.
-
Tinggi pinggang tidak seimbang.
Kelainan tulang belakang yang satu ini perlu segera ditangani. Jika tidak, maka dapat memicu beberapa komplikasi sebagai berikut:
-
Masalah pada paru-paru dan jantung.
-
Kerusakan saraf tulang belakang.
-
Nyeri punggung berkepanjangan.
-
Postur tubuh tidak sempurna sehingga dapat menurunkan kepercayaan diri penderitanya.
Adapun pengobatan skoliosis akan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan usia penderitanya. Skoliosis pada anak biasanya belum memerlukan penanganan khusus, karena mereka masih dalam masa pertumbuhan sehingga tulang belakang mereka masih memungkinkan untuk kembali lurus sendiri seiring dengan pertambahan usia dan tentunya dibantu dengan perbaikan pola hidup sehari-hari.
Sementara itu, pilihan pengobatan skoliosis pada orang dewasa umumnya melibatkan pemberian obat pereda nyeri, suntikan kortikosteroid, serta prosedur fusi tulang belakang atau spinal-fusion surgery jika kondisi skoliosisnya sudah cukup parah.
Kelainan tulang belakang ada beberapa jenis yaitu lordosis, kifosis, dan skoliosis. Kondisi ini dapat dicegah dengan cara mendapatkan asupan vitamin D, kalsium, serta banyak asupan sayuran yang mengandung vitamin D, hingga rajin berolahraga.
Namun, perlu diingat jika mengalami nyeri atau sejumlah gejala yang disebutkan di atas, bukan berarti seseorang mengidap kelainan tulang belakang. Gejala-gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Ortopedi (Tulang) di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kelainan tulang belakang dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Rontgen Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/VERT. Lumbosacral AP + LAT
Rontgen / X-Ray
Rp509.000
CT Scan Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/Lumbosacral (Non Kontras)
CT Scan, Tulang/ Ortopedi
Rp2.808.000
MRI Tulang Belakang Tengah/Punggung/Spine Thoracic (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000
TERPOPULER
1.5T MRI LUMBAL NON CONTRAST
MRI / MRA, Tulang/ Ortopedi
Rp2.870.000







