Kifosis: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Kifosis: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

18 Juli 2025 4 menit waktu baca
kifosis adalah

Kifosis adalah salah satu jenis kelainan pada tulang belakang yang mengakibatkan postur tubuh melengkung ke belakang secara tidak normal, sehingga menghambat aktivitas sehari-hari penderitanya. Karena itu, kelainan tulang kifosis ini perlu ditangani supaya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.

 

Salah satu metode untuk mengatasi kifosis adalah melalui rangkaian terapi fisik. Terapi ini dapat dilakukan di fasilitas medis seperti rumah sakit terdekat. Namun sebelumnya, penting untuk memahami secara menyeluruh apa itu kifosis, melalui ulasan berikut ini.

 

Apa itu Kifosis?

 

Anda yang masih awam mungkin akan bertanya-tanya, sebenarnya apa itu kifosis? Jadi, kifosis adalah penyakit berupa kelainan pada tulang belakang bagian atas. Lebih tepatnya, tulang belakang bagian atas tersebut terlihat terlalu bengkok atau melengkung ke arah belakang secara tidak normal.

 

Normalnya, tulang belakang setiap orang memiliki lengkungan sebesar 25 hingga 45 derajat. Namun, lengkungan tulang belakang pengidap kifosis akan melebihi batas tersebut, yaitu 50 derajat lebih. Oleh sebab itu, kondisi kifosis akan membuat postur tubuh seseorang menjadi bungkuk dan terlihat seperti memiliki punuk di bagian punggung atasnya.

 

Penyebab Kifosis berdasarkan Jenisnya

 

Penyakit kifosis adalah kelainan tulang belakang yang disebabkan oleh beberapa faktor. Penyebab kifosis ini dapat dikelompokkan berdasarkan jenisnya, yaitu:

 

1. Kifosis Postural

 

Kifosis postural merupakan salah satu jenis gangguan postur tubuh pada anak dan remaja yang biasa terjadi. Kelainan tulang kifosis postural disebabkan oleh sikap atau postur tubuh yang buruk dalam jangka waktu lama. Di sisi lain, kifosis postural yang terjadi pada orang tua umumnya dikarenakan pengeroposan tulang atau osteoporosis.

 

2. Kifosis Scheuermann

 

Kifosis scheuermann adalah jenis kifosis dimana bentuk tulang belakangnya seperti trapesium atau segi empat. Jenis kelainan tulang belakang ini seringkali terjadi pada remaja. Sebab, kifosis scheuermann terjadi karena pertumbuhan tulang belakang yang bermasalah.

 

Lengkungan tulang belakang dari jenis kifosis satu ini cenderung lebih kaku dan dapat memburuk seiring dengan pertumbuhan. Terkadang, kifosis scheuermann bisa terasa menyakitkan bagi penderitanya.

 

3. Kifosis Kongenital

 

Kelainan tulang kifosis kongenital merupakan kondisi bawaan yang terjadi sejak di dalam kandungan. Hingga saat ini, penyebab kifosis kongenital belum diketahui secara pasti. Kondisi ini perlu segera ditangani secara medis agar tidak semakin memburuk seiring dengan pertumbuhan anak.

 

Gejala Kifosis

 

Gejala kifosis yang dialami setiap orang mungkin saja berbeda-beda. Walau demikian, ada gejala kifosis yang dapat Anda kenali secara umum, di antaranya:

 

  • Perbedaan tinggi bahu kanan dan kirinya.

  • Otot paha bagian belakang mengencang.

  • Nyeri atau kaku pada bagian punggung.

  • Kepala cenderung terlalu membungkuk ke depan.

  • Punggung bagian atas tampak lebih tinggi dari umumnya.

 

Cara Mengatasi Kifosis

 

Umumnya, kelainan kifosis akan diatasi oleh dokter dengan memberikan penanganan lebih lanjut secara medis. Beberapa cara mengatasi kifosis adalah terapi fisik, bracing, operasi, serta pemberian obat antiinflamasi nonsteroid.

 

1. Pemberian Obat

 

Pemberian obat untuk penderita kifosis hanya dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri saja. Pada langkah ini, dokter akan meresepkan beberapa obat sesuai dengan indikasi, seperti:

 

  • Paracetamol.

  • Ibuprofen.

  • Aspirin.

  • Bifosfonat.

 

Setelah memberikan obat, dokter kemudian akan mengatasi kifosis melalui penanganan medis lainnya.

 

2. Terapi Fisik (Fisioterapi)

 

Terapi fisik sebagai cara mengatasi kifosis adalah penanganan yang dilakukan dengan memberikan program latihan khusus untuk meningkatkan kekuatan otot punggung serta memperbaiki postur. Penanganan satu ini dapat dilakukan bagi penderita kifosis tingkat ringan.

 

3. Terapi Bracing

 

Opsi penanganan kifosis berikutnya yaitu terapi bracing. Jenis penanganan ini dilakukan dengan cara melakukan pemasangan alat berupa penyangga khusus pada tulang belakang penderita kifosis. 

 

Umumnya, dokter akan memberikan terapi bracing pada anak maupun seseorang yang mengalami kifosis dengan kelengkungan tulang belakang melebihi 65 derajat. Bracing perlu digunakan oleh penderita kifosis selama 23 jam dalam sehari sampai postur tulang belakang membaik.

 

4. Operasi

 

Operasi menjadi langkah yang akan diambil oleh dokter apabila kifosis yang dialami oleh seseorang memiliki tingkat keparahan cukup tinggi. Biasanya, tindakan operasi dilakukan bagi penderita kifosis kongenital dan scheuermann dengan kelengkungan tulang belakang melebihi 70 derajat serta terasa nyeri hebat pada bagian punggungnya.

 

Operasi yang dokter lakukan untuk menangani kifosis adalah fusi tulang belakang. Melalui prosedur ini, dokter akan memasukkan potongan tulang pada bagian ruas tulang belakangnya. Lalu, sekrup yang aman akan dipasangkan sebagai penyangga.

 

Cara Mencegah Kifosis

 

Anda dapat mencegah kifosis yang disebabkan oleh pengaruh luar dengan menerapkan beberapa cara. Cara mencegah kifosis adalah sebagai berikut.

 

  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.

  • Membiasakan diri untuk menerapkan postur tubuh yang baik.

  • Rutin berolahraga, terutama olahraga yang meningkatkan fleksibilitas tubuh, seperti renang, jogging, berlari, dan yoga.

  • Hindari membawa barang berat berlebihan di punggung.

 

Demikian ulasan seputar pengertian, penyebab, dan cara mengatasi kelainan tulang kifosis. Seperti yang telah dijelaskan di atas, kifosis adalah penyakit yang perlu diatasi agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

 

Anda bisa melakukan pengobatan kelainan tulang kifosis tersebut dengan mendatangi Siloam Hospitals terdekat atau menghubungi call center via telepon. Selain itu, Anda juga bisa menangani kifosis menggunakan paket fisioterapi Siloam at Home. Mari jaga postur tubuh Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

Dokter Kami
dr-donny-argie-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Donny Argie, SpBS, NVas, FINPS, FICS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ivanmorl-ruspanah-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivanmorl Ruspanah, SpBS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Ambon

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-bagus-sasongko-spbs

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Bagus Sasongko, SpBS, M.Kes, FN-TB, FINSS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail