Mengenal Pengertian, Cara Kerja, dan Fungsi Otot Polos
Kesehatan Tubuh

Mengenal Pengertian, Cara Kerja, dan Fungsi Otot Polos

13 November 2025 4 menit waktu baca
otot polos adalah

Table of Contents

Otot polos adalah salah satu jaringan yang dapat ditemukan pada hampir seluruh organ tubuh. Otot polos akan berkontraksi secara tidak sadar dan bekerja atas perintah kebutuhan tubuh, contohnya gerakan peristaltik pada lambung dan saluran pencernaan.

 

Fungsi otot polos sangat beragam, mulai dari membantu proses pengolahan makanan pada saluran pencernaan hingga mengontrol aliran darah ke seluruh tubuh. Maka dari itu, keberadaan otot polos sangat penting dalam kehidupan manusia.

 

Mari kenali cara kerja serta fungsi otot polos selengkapnya melalui ulasan berikut ini.

 

Mengenal Otot Polos

 

Otot polos adalah salah satu jenis otot dalam tubuh manusia yang bekerja secara tidak sadar atau involunter. Otot polos akan bekerja secara terus-menerus, bahkan pada saat tidur. Meski demikian, energi yang dibutuhkan otot polos tidak terlalu banyak karena daya yang dikeluarkannya pun tidak besar.

 

Otot polos memiliki perbedaan yang signifikan dengan otot lurik. Perbedaan otot polos dan otot lurik ini bisa dilihat dari beberapa aspek, yaitu letak, cara kerja, serta bentuknya. 

 

Otot polos terletak di organ dalam tubuh, seperti usus, pembuluh darah, saluran kemih, dan lain-lain. Struktur otot polos berbentuk menyerupai gelondong dan hanya memiliki satu inti sel yang terletak di tengah. Ciri-ciri otot polos adalah bekerja secara tidak sadar, berkontraksi lebih lambat, teratur, dan tidak memerlukan banyak energi.

 

Sementara itu, otot lurik berada di sekitar kerangka tubuh, seperti otot paha, otot lengan, dan otot betis. Otot lurik berbentuk silindris memanjang dan inti selnya terletak di bagian tepi atau perifer. Kebalikan dari otot polos, otot lurik bekerja secara sadar, bergerak dengan cepat, tidak teratur, serta memerlukan lebih banyak energi.

 

Cara Kerja Otot Polos

 

Cara kerja otot polos diatur oleh sistem saraf otonom. Sistem saraf ini membuat otot polos bekerja secara tidak sadar atau involunter. Perlu diketahui, otot polos bekerja secara terus-menerus tanpa istirahat. Karena itu, otot polos akan menghasilkan gerakan yang lebih lambat guna meminimalisasi kebutuhan energi di dalam tubuh.

 

Selain stimulasi saraf, kerja otot polos di dalam tubuh juga dipengaruhi oleh hormon. Salah satu hormon yang memengaruhi kerja otot polos dalam mengatur kontraksi rahim adalah hormon oksitosin.

 

Fungsi Otot Polos

 

Otot polos dapat ditemukan di hampir seluruh sistem organ tubuh. Hal ini membuat otot polos memiliki fungsi yang beragam. Adapun sejumlah fungsi otot polos di dalam tubuh adalah sebagai berikut:

 

  • Sistem pencernaan: mendorong makanan yang telah halus (bolus) untuk melewati setiap saluran cerna.
  • Sistem kardiovaskular: mengendalikan aliran darah serta tekanan darah.
  • Sistem pernapasan: mengatur ukuran bronkiolus yang berfungsi mengalirkan udara ke alveoli (tempat pertukaran karbondioksida dan oksigen).
  • Sistem sensorik: mengontrol pelebaran dan penyempitan pupil mata, serta perubahan bentuk lensa mata.
  • Ginjal: mengontrol aliran urine dan membantu proses penyaringan darah.
  • Sistem reproduksi: mengontrol kontraksi rahim dan aliran sperma.

 

Gangguan Kesehatan yang Terkait Otot Polos

 

Otot polos memegang peranan penting dalam keberlangsungan hidup manusia. Otot polos yang bermasalah berisiko menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan, seperti:

 

1. Gangguan pada Sistem Pernapasan

 

Salah satu gangguan kesehatan yang terkait dengan fungsi otot polos adalah asma. Asma merupakan gangguan pernapasan yang terjadi karena otot polos berkontraksi secara tidak normal sehingga menyebabkan penyempitan jalan napas.

 

2. Gangguan pada Sistem Kardiovaskular

 

Aterosklerosis terjadi karena adanya plak-plak yang menumpuk dan menyumbat pembuluh darah arteri. Kondisi ini menyebabkan otot polos pada pembuluh darah tidak dapat berkontraksi dengan optimal untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

 

3. Gangguan pada Ginjal

 

Disfungsi otot polos juga berisiko menyebabkan gagal ginjal kronis. Kondisi ini dapat menghambat fungsi ginjal dalam proses penyaringan darah serta pembersihan racun pada tubuh.

 

4. Gangguan pada Sistem Pencernaan

 

Gangguan pencernaan yang terjadi karena disfungsi otot polos adalah gastroparesis. Gastroparesis merupakan kondisi yang menyebabkan gerakan peristaltik pada lambung menjadi lebih lambat. Selain itu, otot polos yang mengalami gangguan juga dapat meningkatkan risiko saluran pencernaan terserang infeksi bakteri.

 

Melalui ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa otot polos adalah salah satu jaringan yang memiliki peranan penting di dalam tubuh. Maka dari itu, penting untuk menjaga kesehatan jaringan otot ini guna mengoptimalkan kinerja dari setiap organ tubuh.

 

Apabila Anda memiliki gangguan kesehatan terkait fungsi organ dan tubuh, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan penanganan medis yang tepat.


Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasinya dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 3

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail