Dystonia - Jenis, Penyebab, dan Gejalanya
Kesehatan Tubuh

Dystonia - Jenis, Penyebab, dan Gejalanya

15 Oktober 2025 4 menit waktu baca
Dystonia adalah

Dystonia adalah kondisi di mana otot tubuh berkontraksi secara tidak terkontrol sehingga tubuh tanpa sadar bergerak sendiri. Dystonia dapat membuat penderitanya melakukan gerakan berulang atau memutar. Gerakan-gerakan yang tidak terkontrol tersebut biasanya disertai tremor, nyeri, dan gejala gangguan saraf lainnya. Lalu, apakah dystonia bisa disembuhkan? Simak penjelasan berikut ini.

 

Apa itu Dystonia?

 

Dystonia adalah kelainan sistem gerak yang menyebabkan otot berkontraksi sehingga tubuh bergerak tanpa disadari. Dystonia bisa berdampak pada satu bagian tubuh (focal dystonia), dua atau lebih bagian tubuh yang berdekatan (segmental dystonia), atau seluruh bagian tubuh (general dystonia). 

 

Kemungkinan dystonia dapat berdampak ke bagian tubuh lainnya sangat berkaitan erat dengan usia penderita. Semakin muda usia penderita, maka semakin tinggi pula kemungkinan gejala dystonia menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sebaliknya, semakin tua usia seseorang, maka semakin besar kemungkinan gangguan dystonia tersebut akan menetap di tingkat moderat.

 

Gerakan otot yang tanpa disadari ini bisa disertai rasa sakit dan juga berdampak pada aktivitas sehari-hari. Di Amerika Utara, dystonia menjadi kelainan sistem gerak yang paling sering diderita ketiga setelah penyakit Parkinson dan essential tremor

 

Dystonia dapat menyerang berbagai kalangan usia. Dystonia terjadi karena adanya kelainan pada fungsi ganglia basalis, yaitu bagian dalam otak yang mengatur koordinasi gerak tubuh, kecepatan gerak tubuh, dan mencegah gerakan tubuh yang tidak diinginkan. Bagian tubuh yang biasanya terdampak dystonia adalah lengan, kaki, wajah, dan pita suara.

 

Jenis Dystonia

 

Berdasarkan bagian tubuh yang terdampak, dystonia dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu focal dystonia, segmental dystonia, multifocal dystonia, hemidystonia, dan general dystonia. Berikut penjelasannya.

 

1. Focal Dystonia

 

Focal dystonia adalah dystonia yang berdampak pada satu bagian tubuh. Jenis dystonia ini umumnya menyerang orang dewasa berusia 40–50 tahun dan lebih sering diderita oleh wanita.

 

Adapun jenis focal dystonia berdasarkan letak kelainannya adalah:

 

  • Cervical dystonia/spasmodic torticollis (dystonia leher).

  • Blepharospasm (dystonia mata).

  • Oromandibular dystonia (dystonia rahang/mulut/wajah bagian bawah).

  • Laryngeal dystonia (dystonia pita suara).

  • Limb dystonia (dystonia lengan atau kaki).

  • Abdominal wall dystonia (dystonia dinding perut).

  • Truncal dystonia (dystonia torso).

 

2. Segmental Dystonia

 

Segmental dystonia adalah kelainan yang menyerang dua atau lebih bagian tubuh yang letaknya berdekatan. Biasanya, segmental dystonia terjadi pada kelopak mata, rahang, mulut, atau wajah bagian bawah. 

 

3. Multifocal Dystonia

Jenis lain dari dystonia adalah multifocal dystonia. Jenis dystonia ini melibatkan dua atau lebih bagian tubuh yang letaknya berjauhan. Multifocal dystonia diawali dengan focal dystonia, atau dystonia di satu bagian tubuh, sampai akhirnya menyebar ke bagain tubuh lain dalam jangka waktu bulanan atau tahunan.

 

4. Hemidystonia 

Hemidystonia adalah jenis dystonia yang berdampak pada lengan, kaki, dan/atau wajah dari satu sisi tubuh. Hemidystonia bisa disebabkan oleh reaksi obat, cedera otak, gangguan saraf, atau gangguan metabolisme. Namun, beberapa kasus hemidystonia tidak diketahui penyebabnya (idiophatic). Gejala idiophatic hemidystonia bisa menyebar lebih lambat melalui sisi tubuh yang terdampak selama beberapa bulan hingga tahun pertama. 

 

5. General Dystonia

 

General dystonia adalah jenis dystonia yang memengaruhi sebagian besar atau seluruh bagian tubuh. General dystonia biasanya diawali dengan kaki yang terus bergerak tanpa sadar, lalu kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. 

 

Penyebab Penyakit Dystonia

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab dystonia, tetapi terjadinya kondisi ini diperkirakan berkaitan dengan perubahan antar sel saraf di otak dan faktor genetik. Selain itu, dystonia juga diketahui bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti:

 

  • Penyakit Parkinson.

  • Penyakit Huntington.

  • Penyakit Wilson.

  • Cedera otak akibat trauma atau kecelakaan

  • Cedera otak pada bayi saat proses persalinan.

  • Tumor otak.

  • Kelainan yang tumbuh pada penderita kanker (sindrom paraneoplastik).

  • Keracunan karbon monoksida atau kekurangan oksigen.

  • Infeksi, seperti TB atau radang otak.

  • Efek samping dari penggunaan obat-obatan atau keracunan logam berat.

 

Gejala Dystonia

 

Gejala dystonia dapat berbeda-beda di setiap penderitanya dan cenderung semakin memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Gejala dystonia juga bisa diperparah akibat stres, kelelahan, dan kecemasan. Adapun gejala yang mungkin muncul pada penderita dystonia adalah sebagai berikut:

 

  • Dystonia leher: Memutar leher atau menoleh hingga menggerakkan leher maju dan mundur.

  • Dystonia kelopak mata: Mengedip dengan cepat, kejang otot yang menimbulkan mata terus menutup, mata kering, sensitif terhadap cahaya, atau mata terasa berpasir.

  • Dystonia rahang: Cadel, meneteskan air liur, sulit mengunyah, atau sulit menelan.

  • Dystonia pita suara: Suara lirih seperti berbisik.

  • Dystonia tangan: Muncul saat melakukan aktivitas spesifik, seperti menulis atau memainkan alat musik.

 

Apakah Dystonia Bisa Disembuhkan?

 

Belum ada metode pengobatan yang dapat menyembuhkan maupun mencegah dystonia. Namun, terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh dokter untuk mengurangi atau mengontrol gejala pasien, seperti pemberian obat-obatan yang memengaruhi sinyal di otak, melakukan fisioterapi untuk melatih otot, suntik botox, hingga tindakan operasi untuk memasang implan di otak guna merangsang saraf atau senyawa kimia (deep brain stimulation).

 

Demikian penjelasan tentang dystonia yang perlu Anda ketahui. Meski belum bisa disembuhkan secara menyeluruh, penderita tetap dapat menjalani beberapa pengobatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

 

Apabila Anda atau keluarga mengalami gejala yang mengarah pada dystonia, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter kami. Pastikan buat janji temu dengan dokter terlebih dahulu melalui fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam yang bisa diunduh secara gratis di gadget Anda. Mari unduh aplikasinya sekarang dan mudahkan akses layanan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail