Apa itu Atrofi Otot? Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Atrofi Otot? Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

10 Oktober 2025 5 menit waktu baca
atrofi otot adalah

Muscular atrophy atau atrofi otot adalah suatu kondisi yang ditandai dengan hilangnya massa atau jaringan otot sehingga mengakibatkan penyusutan dan penipisan otot di dalam tubuh. Kondisi ini biasanya terjadi pada seseorang yang mengalami cedera atau malnutrisi protein dan energi dalam jangka panjang.

 

Secara umum, atrofi otot dapat ditangani dengan menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang, rutin berolahraga, serta menjalani fisioterapi secara berkala. Mari ketahui apa penyebab, gejala, diagnosis, hingga cara mengatasi atrofi otot secara lengkap melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Atrofi Otot?

 

Seperti yang disebutkan di atas, atrofi otot adalah kondisi ketika tubuh kehilangan massa atau jaringan otot, sehingga otot dalam tubuh menyusut dan menipis. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada bentuk tubuh, misalnya seperti salah satu lengan terlihat lebih kecil daripada lengan lainnya. 

 

Selain itu, atrofi otot yang terjadi dalam jangka waktu lama juga dapat memicu terjadinya kelemahan otot dan gangguan pada sistem gerak tubuh sehingga berisiko menyebabkan disabilitas atau keterbatasan fisik.

 

Penyebab Atrofi Otot

 

Berdasarkan penyebabnya, atrofi otot dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu atrofi otot fisiologis, neurogenik, dan patologis. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Atrofi Otot Fisiologis

 

Atrofi otot fisiologis adalah jenis atrofi otot yang terjadi karena otot jarang digunakan dalam jangka waktu lama. Jenis atrofi otot ini biasanya dialami oleh pasien yang mengalami cedera serius, stroke, lumpuh, atau koma, sehingga membatasi aktivitas fisiknya..

 

Selain itu, sejumlah faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami atrofi otot fisiologis adalah sebagai berikut.

 

 

2. Atrofi Otot Neurogenik

 

Atrofi otot neurogenik adalah kondisi yang disebabkan oleh gangguan pada saraf yang berfungsi untuk menggerakkan otot. Jika saraf tersebut mengalami kerusakan, otot tidak mampu bergerak dengan optimal karena tidak mendapatkan rangsangan dari saraf. Akibatnya, otot cenderung jarang digerakkan sehingga memicu terjadinya penyusutan otot.

 

Adapun sejumlah kondisi medis yang dapat memicu terjadinya atrofi otot neurogenik adalah sebagai berikut.

 

 

3. Atrofi Otot Patologis

 

Atrofi otot patologis merupakan jenis atrofi otot yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu yang menyebabkan tubuh tidak mampu membentuk jaringan otot secara optimal. Berikut adalah sejumlah kondisi medis yang dapat memicu terjadinya atrofi otot patologis.

 

  • Malnutrisi.

  • Luka bakar.

  • Kontraktur otot.

  • Kanker.

  • Cushing syndrome.

  • Osteoarthritis. 

  • Distrofi otot.

  • Gangguan autoimun, misalnya seperti myositis autoimun, atau rheumatoid arthritis.

 

Gejala Atrofi Otot

 

Atrofi otot dapat menimbulkan gejala yang beragam tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Namun, sejumlah gejala umum dari atrofi otot adalah sebagai berikut.

 

  • Melemahnya salah satu atau beberapa bagian tubuh yang terdampak.

  • Ukuran lengan atau kaki yang mengalami atrofi cenderung lebih kecil dari lengan atau kaki lainnya.

  • Kesulitan untuk melakukan aktivitas fisik dan bergerak, misalnya seperti menelan, berbicara, berjalan, menggenggam sesuatu, dan lain sebagainya.

  • Kesulitan untuk menjaga koordinasi dan keseimbangan tubuh sehingga menjadi sering terjatuh.

 

Komplikasi Atrofi Otot

 

Jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, atrofi otot berisiko menyebabkan terjadinya sejumlah komplikasi, seperti:

 

  • Gangguan keseimbangan tubuh.

  • Mudah terjatuh dan cedera.

  • Penurunan kemampuan motorik.

  • Kelumpuhan.

  • Cacat permanen.

 

Diagnosis Atrofi Otot

 

Langkah awal untuk menegakkan diagnosis atrofi otot adalah dengan melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada seluruh bagian tubuh untuk mengevaluasi kekuatan dan massa ototnya.

 

Setelah itu, sejumlah pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis atrofi otot adalah:

 

  • Tes darah untuk mengidentifikasi infeksi atau tanda-tanda malnutrisi yang menyebabkan atrofi otot.

  • Biopsi otot, untuk mengetahui permasalahan dari jaringan otot yang tidak normal serta menyingkirkan kemungkinan penyakit lainnya.

  • Elektromiografi (EMG) untuk mengevaluasi kemampuan saraf dan otot dalam menerima rangsangan.

  • Tes konduksi saraf untuk menilai kemampuan saraf dalam mengalirkan rangsangan atau sinyal listrik ke otot.

  • Prosedur pencitraan, seperti MRI atau CT scan untuk melihat struktur otot secara detail dan menyeluruh.

 

Cara Mengatasi Atrofi Otot

 

Atrofi otot adalah kondisi yang perlu mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Namun, sejumlah penanganan yang umum dilakukan untuk menangani atrofi otot adalah:

 

  • Perubahan gaya hidup. Dokter dapat menyarankan pasien atrofi otot untuk mengubah gaya hidup serta meningkatkan frekuensi dan intensitas aktivitas fisik, salah satunya dengan rutin berolahraga.

  • Perubahan pola makan, terutama bagi penderita atrofi otot yang disebabkan oleh malnutrisi.

  • Fisioterapi untuk membantu meningkatkan massa otot dan melatih kekuatan otot.

  • Terapi stimulasi listrik, yaitu prosedur yang dilakukan dengan mengalirkan impuls listrik ke saraf dan otot. Prosedur ini bertujuan untuk merangsang fungsi saraf dan otot agar dapat berkontraksi. Dengan begitu, pasien dapat menggerakkan anggota tubuhnya.

  • Terapi ultrasonografi, yaitu terapi yang menggunakan gelombang suara untuk meningkatkan sirkulasi ke otot, tendon, sendi, dan ligamen, serta merenggangkan otot.

  • Pemberian obat-obatan untuk menangani kanker, gangguan autoimun, gangguan saraf, atau penyakit lainnya yang dapat menyebabkan penyusutan massa otot.

  • Tindakan pembedahan untuk menangani atrofi otot yang disebabkan oleh kontraktur otot.

 

Cara Mencegah Atrofi Otot

 

Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya atrofi otot adalah sebagai berikut.

 

  • Tetap aktif bergerak.

  • Melakukan gerakan pasif secara rutin bila sedang diharuskan untuk bed rest.

  • Rutin berolahraga dan melatih kekuatan otot.

  • Mencukupi kebutuhan gizi tubuh, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan lain sebagainya.

  • Mendapatkan imunisasi lengkap untuk menghindari risiko terjadinya polio yang bisa menyebabkan atrofi otot.

  • Menggunakan alat pelindung diri yang benar saat berkendara dan bekerja di lapangan untuk meminimalkan risiko terjadinya cedera akibat kecelakaan.

  • Menghindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

 

Atrofi otot adalah gangguan kesehatan yang perlu ditangani dengan segera untuk mencegah terjadinya komplikasi. Jika terdapat gejala atau tanda yang mengarah pada kondisi atrofi otot seperti ulasan di atas, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals Mampang yang menjadi pusat unggulan dalam menangani berbagai macam masalah kesehatan yang berkaitan dengan gangguan tulang, jaringan ikat, dan sendi. 

 

Manfaatkan juga layanan Siloam at Home yang memudahkan Anda dalam mengakses berbagai layanan kesehatan tanpa perlu keluar rumah.Anda juga dapat mengunduh aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan fitur check in mandiri, antre secara online, hingga konsultasi virtual dengan dokter. Mari jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home (1)

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail