Carpal Tunnel Syndrome (CTS): Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan
Kesehatan Tubuh

Carpal Tunnel Syndrome (CTS): Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

24 Juni 2026 5 menit waktu baca
cts adalah

Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah gangguan yang terjadi akibat tekanan pada saraf median di pergelangan tangan. Kondisi ini dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, nyeri, hingga kelemahan pada tangan dan jari, terutama ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis. Gejalanya umumnya berkembang secara bertahap, dapat hilang timbul, dan sering kali memburuk pada malam hari atau saat bangun tidur.

 

Meski sering dikaitkan dengan aktivitas yang melibatkan gerakan tangan berulang, CTS juga dapat dipicu oleh berbagai kondisi medis tertentu. Lantas, apa saja penyebab, gejala, dan cara mengatasi carpal tunnel syndrome? Simak informasi lengkap mengenai penyebab, faktor risiko, gejala, diagnosis, pengobatan, hingga pencegahan carpal tunnel syndrome dalam artikel berikut.

 

Apa Itu CTS (Carpal Tunnel Syndrome)?

 

Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah gangguan yang terjadi akibat tekanan pada saraf median, yaitu saraf yang melewati lorong sempit di pergelangan tangan yang disebut carpal tunnel (lorong karpal).

 

Saraf median berperan dalam memberikan sensasi pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis, serta membantu mengendalikan beberapa otot tangan. Ketika saraf ini tertekan, penderita dapat mengalami kesemutan, mati rasa, nyeri, hingga kelemahan pada tangan dan jari.

 

CTS dapat dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada wanita, individu berusia 40–60 tahun, serta orang yang sering melakukan gerakan tangan berulang dalam aktivitas sehari-hari maupun pekerjaan.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Carpal Tunnel Syndrome

 

Penyebab CTS adalah meningkatnya tekanan di dalam lorong karpal yang menyebabkan saraf median terjepit. Kondisi ini dapat terjadi akibat pembengkakan atau perubahan pada jaringan di sekitar saraf.

 

Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya CTS meliputi:

 

  • Rheumatoid arthritis yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan jaringan ikat di sekitar pergelangan tangan.

  • Diabetes.

  • Hipotiroidisme.

  • Kehamilan.

  • Obesitas.

  • Cedera pada pergelangan tangan, seperti patah tulang atau dislokasi.

  • Penumpukan cairan (edema).

  • Tumor atau kista pada pergelangan tangan.

  • Riwayat keluarga dengan CTS.

  • Pekerjaan atau aktivitas yang melibatkan gerakan tangan berulang dalam waktu lama, seperti mengetik, menjahit, menggunakan alat getar, atau pekerjaan manual tertentu.

 

Gejala Carpal Tunnel Syndrome

 

Gejala CTS dapat muncul secara bertahap dan sering kali memburuk pada malam hari atau saat bangun tidur. Keluhan dapat terjadi pada satu maupun kedua tangan. Gejala yang umum dialami antara lain:

 

  • Kesemutan pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis.

  • Mati rasa pada jari atau telapak tangan.

  • Nyeri pada pergelangan tangan yang dapat menjalar ke lengan bawah.

  • Sensasi seperti terbakar atau tersengat listrik pada tangan.

  • Tangan terasa lemah saat menggenggam benda.

  • Benda lebih mudah terlepas dari genggaman.

  • Kesulitan melakukan gerakan halus, seperti mengancingkan pakaian atau memegang pena.

 

Pada kondisi yang lebih berat, dapat terjadi pengecilan otot di pangkal ibu jari akibat gangguan saraf yang berlangsung lama.

 

Komplikasi Carpal Tunnel Syndrome

 

Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, sindrom lorong karpal dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti:

 

  • Kerusakan permanen pada saraf median.

  • Penurunan kekuatan genggaman tangan.

  • Kelemahan otot tangan yang semakin memburuk.

  • Penyusutan otot di pangkal ibu jari (atrofi otot thenar).

  • Gangguan aktivitas sehari-hari yang memerlukan koordinasi tangan dan jari.

 

Diagnosis Carpal Tunnel Syndrome

 

Dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui gejala, riwayat kesehatan, pekerjaan, serta aktivitas yang dapat meningkatkan risiko CTS. Selanjutnya, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik pada tangan dan pergelangan tangan, termasuk beberapa tes khusus seperti:

 

  • Phalen test.

  • Reverse Phalen test.

  • Tinel test.

 

Apabila diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis atau mencari penyebab lain yang menimbulkan gejala serupa, seperti:

 

  • Studi konduksi saraf (nerve conduction study/NCS) untuk menilai kecepatan penghantaran sinyal pada saraf median.

  • Elektromiografi (EMG) untuk mengevaluasi fungsi saraf dan otot.

  • USG, rontgen, atau MRI pada kondisi tertentu untuk menilai struktur di sekitar pergelangan tangan.

  • Tes darah apabila dicurigai terdapat penyakit yang mendasari, seperti diabetes, hipotiroidisme, atau rheumatoid arthritis.

 

Pengobatan Carpal Tunnel Syndrome

 

Penanganan CTS disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala, penyebab yang mendasarinya, dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari. Pada kasus ringan hingga sedang, dokter dapat menganjurkan:

 

  • Mengurangi atau memodifikasi aktivitas yang memicu gejala.

  • Mengistirahatkan tangan dan pergelangan tangan secara berkala.

  • Menggunakan wrist splint, terutama saat tidur, untuk menjaga posisi pergelangan tangan tetap netral.

  • Pemberian obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau terapi lain sesuai kondisi pasien.

 

Jika gejala tidak membaik dengan terapi konservatif, sering kambuh, atau telah terjadi gangguan fungsi saraf yang signifikan, dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi. Operasi carpal tunnel release dilakukan dengan melepaskan sebagian ligamen yang membentuk lorong karpal sehingga tekanan pada saraf median berkurang.

 

Berapa Lama CTS Dapat Sembuh?

 

Waktu pemulihan berbeda pada setiap orang. Kasus ringan dapat membaik dalam beberapa minggu hingga bulan dengan terapi konservatif, sedangkan kasus yang memerlukan operasi biasanya membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama sesuai kondisi pasien.

 

Cara Mencegah Carpal Tunnel Syndrome

 

Sindrom lorong karpal adalah kondisi yang cenderung sulit dicegah. Kendati demikian, terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya CTS, yaitu:

 

  • Melakukan peregangan tangan, baik sebelum dan setelah melakukan aktivitas yang banyak melibatkan pergerakan tangan dan jari-jari tangan.

  • Mengurangi kebiasaan mencengkeram kuat dengan tangan.

  • Mengistirahatkan pergelangan tangan secara berkala untuk mengurangi stres dan tekanan pada lorong karpal.

  • Menghindari menekuk pergelangan tangan terlalu lama.

  • Menjaga posisi pergelangan tangan agar tetap lurus selama tidur.

  • Menggunakan bantalan khusus saat menggunakan mouse komputer.

  • Menjaga tangan dan pergelangan tangan agar tetap hangat.

  • Menjaga berat badan dan postur tubuh ideal.

 

Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi carpal tunnel syndrome. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Neurologi (Otak dan Saraf) di Siloam Hospitals terdekat.

 

Setiap tahapan tindakan medis yang Anda jalani pun akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia, sehingga mungkin saja berbeda di masing-masing rumah sakit. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh prosedur medis yang dilakukan telah sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Dengan adanya teknologi medis modern dan tim dokter berpengalaman di Siloam International Hospitals, kini Anda tidak perlu harus jauh ke luar negeri untuk mendapatkan layanan berstandar internasional. Hubungi Siloam Medical Concierge untuk memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis yang tersedia. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

 

second opinion dokter spesialis

Sumber

NHS. Carpal Tunnel Syndrome. Diakses pada 2026 | AAOS. Carpal Tunnel Syndrome. Diakses pada 2026 | Mayo Clinic. Carpal Tunnel Syndrome. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail