Kesehatan Tubuh
Penyakit Peyronie - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Peyronie’s disease atau penyakit Peyronie adalah terbentuknya jaringan parut di lapisan bawah kulit penis. Kondisi ini menyebabkan penis menjadi bengkok yang dapat memicu gangguan ereksi.
Peyronie adalah kondisi yang jarang sembuh dengan sendirinya sehingga memerlukan penanganan medis untuk mengatasi gangguan kesehatan ini. Mari kenali penyebab, gejala, hingga cara mengobati Peyronie selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Apa itu Penyakit Peyronie?
Penyakit Peyronie adalah kondisi medis yang ditandai dengan bentuk penis membengkok karena terdapat jaringan parut di dalamnya. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri saat penderitanya mengalami ereksi.
Peyronie adalah gangguan kesehatan yang umum dan bisa dialami oleh pria dari berbagai kalangan usia. Namun, penyakit ini lebih sering ditemukan pada pria berusia 50 tahun ke atas.
Berdasarkan tingkat keparahannya, Peyronie terbagi ke dalam dua fase, yaitu akut dan kronis. Berikut masing-masing penjelasannya.
- Fase akut, yaitu fase di mana jaringan parut mulai terbentuk di bagian bawah kulit penis. Fase ini umumnya berlangsung selama 2–4 minggu dan dapat menimbulkan rasa nyeri saat ereksi.
- Fase kronis. Pada fase ini, jaringan parut sudah tidak berkembang namun dapat menyebabkan penderitanya mengalami disfungsi ereksi.
Penyebab Peyronie
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab dari penyakit Peyronie. Namun, terdapat dugaan bahwa Peyronie dipicu oleh cedera pada penis yang terjadi lebih dari satu kali, seperti saat olahraga atau berhubungan seksual. Cedera tersebut dapat menyebabkan perdarahan yang berisiko menimbulkan jaringan parut di dalam penis.
Di samping itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya Peyronie adalah sebagai berikut:
- Berusia 50 tahun ke atas.
- Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit Peyronie.
- Pernah melakukan operasi atau radioterapi untuk mengobati masalah kesehatan di area panggul, seperti pembengkakan kelenjar prostat atau kanker prostat.
- Memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
- Menderita diabetes atau hipertensi.
Gejala Peyronie
Gejala utama dari Peyronie adalah gangguan ereksi yang menyebabkan penis tidak dapat ereksi dengan sempurna. Selain itu, sejumlah gejala yang umum dialami oleh penderita Peyronie adalah sebagai berikut:
- Nyeri pada penis, terutama saat mengalami ereksi.
- Terdapat jaringan parut (plak) di bawah kulit penis.
- Terdapat benjolan pada penis.
- Bentuk penis membengkok dan memendek.
- Disfungsi ereksi (impotensi).
Diagnosis Peyronie
Langkah awal yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis Peyronie adalah wawancara medis serta pemeriksaan fisik. Untuk memastikan diagnosis, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang, seperti USG, hingga pengambilan sampel jaringan (biopsi) pada bagian penis yang bengkok.
Cara Mengobati Peyronie
Metode pengobatan Peyronie cenderung beragam sesuai dengan tingkat keparahan dan kondisi penderitanya. Namun, sejumlah tindakan medis yang umum dilakukan untuk mengobati Peyronie adalah sebagai berikut:
1. Pemberian Obat-Obatan
Umumnya, dokter akan meresepkan obat antinyeri, seperti asam mefenamat dan ibuprofen, untuk meredakan gejala yang kerap dikeluhkan oleh penderita Peyronie. Sementara itu, beberapa jenis obat suntik yang diberikan untuk menghambat perkembangan Peyronie adalah:
- Interferon dan collagenase untuk mengurangi jaringan parut pada penis.
- Verapamil untuk menghambat produksi kolagen yang berperan dalam pembentukan jaringan parut.
2. Terapi Traksi Penis
Terapi traksi penis adalah tindakan medis yang dilakukan dengan meregangkan penis menggunakan alat khusus. Terapi ini bertujuan untuk memperbaiki bentuk dan ukuran penis. Penderita Peyronie dapat melakukan terapi traksi penis secara mandiri selama 30 menit hingga 8 jam sehari.
3. Prosedur Operasi
Apabila Peyronie menyebabkan penderitanya tidak dapat melakukan hubungan seksual, dokter akan melakukan prosedur operasi untuk menghilangkan plak serta memperbaiki kondisi penis. Prosedur ini biasanya dilakukan jika penderita Peyronie telah mengidap penyakit tersebut selama lebih dari 9 bulan. Adapun prosedur operasi yang dapat dilakukan untuk menangani Peyronie adalah sebagai berikut:
- Pengangkatan jaringan parut disertai cangkok kulit (jika diperlukan).
- Plication, yaitu prosedur operasi dengan menjahit sisi penis yang berlawanan dengan jaringan parut. Namun, prosedur ini dapat menyebabkan penis memendek.
- Implan penis apabila Peyronie disertai dengan disfungsi ereksi.
Komplikasi Peyronie
Bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, Peyronie berisiko menimbulkan komplikasi berupa:
- Disfungsi ereksi.
- Tidak mampu melakukan hubungan seksual.
- Kesulitan memiliki anak.
- Nyeri berkepanjangan pada penis.
- Stres.
- Cemas dengan kemampuan seksual.
Cara Mencegah Penyakit Peyronie
Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, Anda dapat mencegah terjadinya Peyronie dengan melakukan sejumlah cara berikut ini:
- Berolahraga secara rutin.
- Berhenti merokok.
- Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
- Menghindari posisi berhubungan seksual yang berisiko menyebabkan cedera pada penis.
- Menggunakan pakaian khusus saat berolahraga guna meminimalkan risiko cedera pada penis.
Apabila Anda mengeluhkan gejala seperti ulasan di atas, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis serta penanganan medis yang tepat dari dokter kami.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, maupun buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda untuk berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini







