Kesehatan Tubuh
Apa Itu Impotensi? Ini Penyebab, Gejala & Cara Mengatasinya

Table of Contents
Impotensi adalah gangguan sistem reproduksi pria yang menyebabkan penis tidak bisa mencapai atau mempertahankan ereksi. Dikenal juga sebagai disfungsi ereksi, kondisi ini kerap dialami oleh pria dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Pasalnya, tekanan darah tinggi dapat memicu penyempitan serta pengerasan pembuluh darah. Selain itu, impotensi juga bisa disebabkan oleh faktor fisik lain, di antaranya diabetes dan penyakit jantung, serta faktor psikologis. Pahami penyebab, gejala, dan cara mengatasi impotensi di artikel berikut.
Apa Itu Impotensi (Disfungsi Ereksi)?
Impotensi atau disfungsi ereksi adalah gangguan kesehatan yang membuat seorang pria tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi. Ereksi merupakan kondisi ketika tubuh mendapatkan rangsangan seksual sehingga terjadi peningkatan aliran darah ke penis.
Meski cenderung tidak berbahaya dari segi kesehatan fisik, impotensi dapat menurunkan kualitas hubungan seksual karena berisiko menurunkan gairah seksual serta membuat penderitanya sulit mencapai klimaks ketika sedang berhubungan seksual. Alhasil, penderita bisa merasa tidak percaya diri, depresi, hingga kesulitan dalam mendapatkan buah hati.
Kondisi impoten dapat dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada pria berusia 40 tahun ke atas atau memiliki gangguan kesehatan tertentu seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dan lain sebagainya.
Penyebab Impotensi
Pada umumnya, impotensi dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu masalah kesehatan fisik dan psikologis. Berikut penjelasannya.
1. Faktor Fisik
Gangguan kesehatan fisik yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi adalah sebagai berikut:
-
Tekanan darah tinggi atau hipertensi.
-
Penyakit jantung.
-
Obesitas atau kelebihan berat badan.
-
Kanker prostat atau pembengkakan pada prostat.
-
Riwayat perawatan radioterapi pada area panggul atau organ reproduksi.
-
Penyempitan atau pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis).
-
Kolesterol tinggi.
-
Kebiasaan merokok.
-
Konsumsi alkohol berlebih.
-
Riwayat operasi panggul atau sumsum tulang belakang.
-
Cedera pada pembuluh darah arteri yang menyebabkan terganggunya aliran darah menuju penis.
-
Kadar hormon testosteron dalam tubuh rendah.
-
Konsumsi obat-obatan tertentu.
-
Multiple sclerosis.
-
Gangguan tidur.
2. Faktor Psikologis
Selain masalah fisik, impotensi juga dapat dikarenakan oleh gangguan psikologis. Sejumlah gangguan psikologis yang dapat mengakibatkan disfungsi ereksi adalah sebagai berikut:
-
Anxiety disorder atau gangguan cemas.
-
Stres berlebih.
-
Depresi.
-
Memiliki masalah yang belum terselesaikan dengan pasangan.
Gejala Impotensi
Impotensi dapat menimbulkan gejala yang beragam pada penderitanya. Namun, beberapa gejala umum yang biasa dialami oleh penderita impotensi adalah sebagai berikut:
-
Menurunnya gairah seksual.
-
Penis tidak mampu ereksi walaupun telah mendapatkan rangsangan seksual.
-
Kesulitan untuk menjaga ereksi saat melakukan hubungan seksual.
Diagnosis Impotensi
Guna menegakkan diagnosis disfungsi ereksi, dokter biasanya akan memulai dengan wawancara medis terkait kondisi pasien, di antaranya tentang riwayat medis, keadaan psikologis, serta riwayat seksual. Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara keseluruhan.
Apabila dibutuhkan, dokter akan mengarahkan pasien untuk menjalani pemeriksaan penunjang, seperti:
-
Pemeriksaan darah.
-
Pemeriksaan hormon (testosteron).
-
USG Doppler penis.
-
Tes kesehatan mental.
Cara Mengatasi Impotensi
Apakah impotensi bisa sembuh? Meski kondisi ini mungkin tidak dapat sembuh dengan sendirinya, penanganan yang tepat serta perubahan gaya hidup dapat mengatasi impotensi. Beberapa cara mengobati impotensi yang biasa dilakukan oleh dokter yaitu:
-
Meresepkan obat-obatan, seperti tadalafil, vardenafil, avanafil, dan sildenafil. Obat tersebut akan membantu melemaskan otot pada penis sehingga meningkatkan aliran darah ketika tubuh mendapatkan rangsangan seksual.
-
Terapi hormon testosteron bagi penderita impotensi yang disebabkan oleh rendahnya kadar hormon testosteron dalam tubuh.
-
Injeksi alprostadil pada bagian dasar atau samping penis. Injeksi obat alprostadil umumnya dilakukan secara mandiri untuk merangsang ereksi kurang dari satu jam. Namun, pengobatan impotensi ini tetap memerlukan pengawasan dari dokter.
-
Pompa penis, dilakukan dengan menggunakan tabung yang dilengkapi oleh pompa lalu ditempatkan pada bagian atas penis. Pompa penis bertujuan untuk merangsang darah agar dapat mengalir secara optimal ke penis. Pompa penis akan dilakukan apabila konsumsi obat dan terapi hormon tidak efektif menangani impotensi.
-
Psikoterapi untuk mengatasi impotensi yang disebabkan oleh stres, depresi, dan gangguan psikologis lainnya.
Selain itu, penderita impotensi juga disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat guna mengoptimalkan pengobatan medis yang dijalani, seperti:
-
Rutin berolahraga.
-
Membatasi konsumsi alkohol.
-
Berhenti merokok.
-
Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
Perlu digarisbawahi bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tidak menutup kemungkinan apabila gejala-gejala tersebut merujuk pada kondisi medis lainnya.
Karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Andrologi Subspesialis Konsultan Seksologi dan Pengobatan Antipenuaan di Siloam Hospitals terdekat jika mengalami penurunan gairah seksual disertai kesulitan dalam mencapai maupun mempertahankan ereksi.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait diagnosis serta rencana terapi yang disarankan atau kondisi penyerta yang terdeteksi, mencari second opinion bisa menjadi pilihan yang bijak. Dengan ini, Anda bisa memiliki pemahaman yang lebih menyeluruh, sehingga lebih tenang dan yakin dalam menentukan langkah selanjutnya.
Tidak perlu jauh ke luar negeri, untuk memudahkan Anda memperoleh pendapat medis kedua, Anda dapat menghubungi layanan Siloam Medical Concierge. Melalui layanan ini, Anda dapat memperoleh informasi jadwal dokter spesialis serta akses ke fasilitas dan teknologi medis terkini dengan standar pelayanan yang diakui secara global. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Heru Harsojo Oentoeng, M.Repro, Sp.And, SubspSPAP(K), FECSM
Andrologi (Reproduksi Pria)
Subspesialis Konsultan Seksologi dan Pengobatan Anti-penuaan
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Pranikah Basic (Pria)
Skrining Pranikah, Skrining Pria & Wanita
15 Service/Item
Rp3.500.000
TERPOPULER
Skrining Pranikah Basic (Wanita)
Skrining Pranikah, Skrining Pria & Wanita
18 Service/Item
Rp8.500.000
TERPOPULER
Skrining Pranikah Advance (Wanita)
Skrining Pranikah, Skrining Pria & Wanita
25 Service/Item
Rp11.000.000
TERPOPULER
Skrining Pranikah Advance (Pria)
Skrining Pranikah, Skrining Pria & Wanita
22 Service/Item
Rp8.500.000







