Kesehatan Tubuh
Pterygium - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Table of Contents
Surfer’s eye atau pterygium adalah penyakit mata yang ditandai dengan pertumbuhan selaput atau jaringan berbentuk segitiga di bagian putih bola mata, tepatnya di konjungtiva. Kondisi ini dapat menyebabkan kemerahan, pembengkakan, dan iritasi pada mata. Seiring dengan pertumbuhannya, pterygium dapat menyebabkan penglihatan menurun.
Simak ulasan di bawah ini hingga tuntas untuk mengetahui penyebab, gejala, dan pengobatan pterygium atau surfer’s eye.
Apa itu Pterygium (Surfer’s Eye)?
Seperti disebutkan di atas, pterygium adalah gangguan pada mata yang terjadi akibat pertumbuhan selaput kemerahan berbentuk segitiga di konjungtiva (selaput bening yang menutupi bagian putih bola mata). Kondisi ini bisa terbentuk karena adanya penebalan jaringan di konjungtiva dan dapat muncul di salah satu atau di kedua mata.
Pertumbuhan selaput jaringan tersebut dimulai dari salah satu sudut mata, biasanya dari sudut mata yang berada di dekat hidung. Pertumbuhan ini dapat menyebar secara perlahan atau berhenti di titik tertentu. Apabila pertumbuhan pterygium sampai mengenai kornea atau bahkan menutupi pupil, penglihatan seseorang pun dapat terganggu.
Kondisi ini mungkin terlihat menakutkan, namun perlu diketahui bahwa pterygium bukanlah kanker. Meski demikian, kondisi ini bisa sangat mengganggu, seperti adanya rasa mengganjal pada mata. Selain itu, mata juga menjadi lebih rentan teriritasi dan menjadi kemerahan.
Penyebab Pterygium
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab pterygium. Namun, kondisi ini sering kali dialami oleh orang yang sering beraktivitas di luar ruangan. Pterygium sering kali dikaitkan dengan paparan sinar matahari yang berlebihan atau faktor cuaca, seperti panas dan kering.
Dasar terjadinya pterygium adalah pertumbuhan jaringan yang dipengaruhi oleh paparan ultraviolet secara kronis. Penyakit ini banyak mengenai orang yang menghabiskan banyak waktu di luar ruangan, seperti para peselancar.
Mata kering dan paparan benda asing seperti debu, pasir, asap, dan angin juga diduga menjadi salah satu faktor pemicu pterygium. Pterygium juga bisa ditandai dengan kemunculan pinguecula (benjolan di konjungtiva akibat penumpukan kalsium, protein, atau lemak) pada mata.
Gejala Pterygium
Gejala utama pterygium adalah tumbuhnya selaput atau jaringan berwarna merah muda yang sedikit menonjol di bola mata. Pertumbuhan selaput tersebut umumnya tidak menimbulkan keluhan lain, namun ada sejumlah gejala yang juga bisa dialami oleh penderita pterygium, di antaranya:
-
Mata merah, iritasi, dan bengkak.
-
Mata kering, gatal, perih, dan muncul sensasi seperti terbakar.
-
Mata berair.
-
Terasa seperti ada pasir atau rasa mengganjal di mata.
Jika pertumbuhan selaput pterygium sudah semakin menyebar, penderita dapat mengalami beberapa gejala lain, seperti:
-
Penampilan mata menjadi terganggu akibat ukuran selaput yang semakin membesar.
-
Penglihatan menjadi kabur atau ganda (jika pterygium tumbuh hingga menyentuh kornea atau menutupi pupil).
Diagnosis Pterygium
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter spesialis mata akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan gejala yang dialami pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk melihat tanda-tanda pterygium dengan mengamati pertumbuhan selaput jaringan di bola mata.
Dalam memeriksa kondisi mata, dokter akan menggunakan alat khusus seperti kaca pembesar yang dilengkapi cahaya bernama slit lamp. Jika diperlukan, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan lebih detail dengan mengukur kemampuan penglihatan, memeriksa kornea pasien, dan pengambilan foto mata pasien.
Pengobatan Pterygium
Apabila tidak menimbulkan keluhan yang menyebabkan penderitanya merasa tidak nyaman, pterygium tidak memerlukan penanganan secara khusus. Biasanya, pengobatan untuk mata merah dan iritasi akibat pterygium cukup dilakukan dengan obat tetes mata atau salep untuk meredakan peradangan.
Sementara itu, jika penderita merasa terganggu dengan tumbuhnya selaput jaringan tersebut, dokter dapat merekomendasikan tindakan operasi. Namun, dokter biasanya menyarankan operasi jika pterygium sudah menutupi penglihatan atau saat penderita merasa kondisi tersebut mengganggu penampilan atau penglihatan.
Komplikasi Pterygium
Meski jarang terjadi, pterygium berpotensi menimbulkan komplikasi berupa luka pada kornea yang dapat menyebabkan hilangnya penglihatan (kebutaan). Selain itu, beberapa efek samping yang mungkin muncul setelah operasi penanganan pterygium adalah:
-
Iritasi.
-
Kambuhnya pterygium setelah operasi.
Itulah penjelasan mengenai pterygium yang perlu diketahui. Sebenarnya, penyakit ini dapat dicegah dengan cara memakai kacamata hitam dan topi saat beraktivitas di luar ruangan, terutama jika terpapar sinar matahari secara langsung.
Selain itu, Anda juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin guna mencegah pterygium dan menjaga kesehatan mata secara keseluruhan. Dalam hal ini, Anda dapat mengunjungi dokter spesialis mata di Siloam Hospitals terdekat.
Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dan cepat. Segera unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini







