Kesehatan Tubuh
Pulpitis - Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya

Table of Contents
Pulpitis adalah peradangan pada jaringan ikat yang berada di bagian tengah gigi (pulpa). Peradangan ini terjadi sebagai respons terhadap infeksi bakteri pada struktur gigi. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada penderitanya. Mari kenali penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahan pulpitis melalui artikel berikut ini.
Apa itu Pulpitis?
Seperti yang sudah dijelaskan, pulpitis adalah peradangan pada pulpa gigi atau bagian tengah gigi yang terdiri dari jaringan ikat lunak, sel-sel, matriks, kolagen, saraf, dan pembuluh darah. Pulpa gigi berfungsi untuk memasok darah dan nutrisi ke lapisan luar gigi yang keras agar kesehatan gigi tetap terjaga.
Jenis-Jenis Pulpitis
Terdapat dua jenis pulpitis, yaitu reversible pulpitis dan irreversible pulpitis. Reversible pulpitis adalah peradangan ringan pada pulpa sehingga rasa nyeri yang ditimbulkan tidak bertahan lama. Pada kondisi ini, penderita dapat mengalami gigi berlubang namun tidak terlalu dalam, sehingga tidak terjadi pertumbuhan bakteri di dalam rongga pulpa dan pulpa masih dapat diselamatkan.
Sementara itu, irreversible pulpitis adalah salah satu gangguan gigi yang biasanya memerlukan perawatan medis sesegera mungkin. Kondisi ini terjadi ketika bakteri telah merusak pulpa, menyebar ke saraf, dan menyebabkan peradangan yang signifikan pada pulpa.
Pada kondisi irreversible pulpitis, penderita dapat merasakan nyeri hebat yang bersifat spontan, bertahan lama, dan menjalar. Gejala ini bahkan dapat menyebabkan penderitanya terbangun saat tidur di malam hari.
Apabila bakteri yang tumbuh di dalam pulpa menyebabkan kematian saraf, hal itu dapat menimbulkan infeksi di ujung gigi yang dikenal dengan sebutan nekrosis pulpa atau kematian pulpa. Kondisi ini mengakibatkan terbentuknya kantong nanah di ujung akar gigi (abses periapikal atau abses gigi) yang dapat memicu rasa nyeri hebat, terutama saat menggigit makanan.
Selain itu, penanganan yang tidak cepat dan tepat juga meningkatkan risiko penyebaran infeksi ke bagian tubuh lainnya, seperti sinus, rahang, dan otak.
Penyebab Pulpitis
Penyebab utama pulpitis adalah infeksi bakteri dari gigi yang berlubang (lesi karies), trauma/cedera, atau kebiasaan menggertakan gigi. Selain itu, masih ada beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan pulpitis. Berikut adalah uraian lengkapnya.
-
Gigi berlubang yang tidak segera mendapatkan pengobatan tepat waktu.
-
Peradangan kronis di gusi.
-
Gigi patah.
-
Cedera akibat pukulan, memar, atau pengaruh eksternal lainnya.
-
Paparan asam, alkali, obat-obatan, atau bahan kimia beracun lainnya.
-
Infeksi yang menyebar melalui aliran darah. Infeksi ini dapat menembus ke dalam pulpa melalui lubang karies dan juga mengakibatkan sepsis.
-
Kecenderungan terhadap abrasi gigi dan pembentukan endapan mineral di ruang pulpa.
Adapun sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya pulpitis adalah sebagai berikut:
-
Terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis.
-
Tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut.
-
Menderita diabetes.
-
Melakukan aktivitas fisik yang dapat menyebabkan cedera pada gigi, seperti olahraga tinju.
Gejala Pulpitis
Gejala awal pulpitis adalah gigi mulai terasa nyeri serta menjadi lebih sensitif terhadap makanan dingin/panas dan rangsangan lainnya. Kemudian, disusul dengan rasa nyeri berdenyut yang bisa semakin parah saat malam hari atau saat berbaring. Nyeri bisa muncul secara spontan atau saat dipicu oleh faktor yang dapat menyebabkan iritasi.
Tingkat keparahan gejala pulpitis berbeda-beda, tergantung dari jenisnya. Adapun gejala umum dari reversible pulpitis meliputi:
-
Tidak ada rasa sakit saat dokter mengetuk gigi.
-
Tidak ada sensitivitas berlebihan terhadap panas.
-
Sensitivitas terhadap dingin atau makanan manis bisa hilang dengan cepat.
Jika penderita mengalami irreversible pulpitis, gejala yang muncul akan lebih parah. Adapun sejumlah gejala irreversible pulpitis adalah sebagai berikut:
-
Nyeri hebat yang bertahan lama, sekalipun faktor pemicunya sudah hilang.
-
Demam.
-
Rasa tidak enak di mulut.
-
Bau mulut (halitosis).
-
Kesulitan makan.
-
Pembengkakan di wajah atau pipi.
-
Pembengkakan kelenjar getah bening.
Diagnosis Pulpitis
Dalam proses penegakan diagnosis pulpitis, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) dan pemeriksaan gigi. Anamnesis dilakukan untuk mengetahui gejala, riwayat kesehatan, serta faktor yang dapat memicu rasa sakit pada gigi pasien.
Sementara pada pemeriksaan gigi, dokter akan menyemprotkan air atau mengetuk gigi yang bermasalah menggunakan alat khusus. Bila diperlukan, dokter bisa melakukan pemeriksaan rontgen gigi untuk melihat kondisi gigi secara lebih jelas.
Cara Mengobati Pulpitis
Apakah pulpitis bisa sembuh? Ya, kondisi ini bisa disembuhkan dengan perawatan yang cepat dan tepat. Pengobatan pulpitis bisa dilakukan dengan mengombinasikan antara pemberian obat-obatan dan tindakan medis, berikut penjelasan selengkapnya.
-
Pemberian obat untuk menghilangkan rasa nyeri dan peradangan. Namun, obat ini hanya bersifat sementara.
-
Pulpektomi, yaitu prosedur pengangkatan seluruh jaringan pulpa dari seluruh akar dan korona gigi.
-
Pulpotomi, yaitu prosedur pengangkatan jaringan pulpa bagian koronal yang meradang/berpenyakit.
-
Terapi pulpa vital (VPT), yaitu perawatan gigi pada pulpa yang rusak tanpa dilakukan pengangkatan atau penggalian penuh dari semua jaringan pulpa yang sehat.
Pencegahan Pulpitis
Langkah utama dalam pencegahan pulpitis adalah menjaga kebersihan dan kesehatan gigi untuk mencegah gigi berlubang, seperti rajin menggosok gigi minimal 2 kali sehari, membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi, rajin berkumur dengan air garam atau obat kumur, menghindari rokok, serta melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali.
Apabila Anda mengalami sejumlah keluhan yang mengarah pada pulpitis atau gangguan gigi dan mulut lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospitals secara virtual melalui layanan Telekonsultasi. Layanan ini dapat Anda akses secara mudah dari mana dan kapan saja lewat aplikasi MySiloam.
Jika dokter menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan penanganan atau pengobatan yang tepat dari dokter. Mari percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
drg. Besar Riyanto, SpKG
Kedokteran Gigi
Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
drg. Rudy, SpKG, SH, FISQua, FICD
Kedokteran Gigi
Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Mataram
Tersedia :
Tersedia hari ini







