Kesehatan Tubuh
Apakah Akupunktur Bisa Menyembuhkan Sciatica? Ini Faktanya!

Table of Contents
Sciatica merupakan kondisi yang sering menimbulkan nyeri hebat, kesemutan, hingga kelemahan otot yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Berbagai metode pengobatan pun dicari untuk meredakan keluhan ini, salah satunya adalah terapi alternatif seperti akupunktur. Namun, masih banyak yang mempertanyakan efektivitasnya secara medis. Pertanyaan yang kerap muncul adalah apakah akupunktur bisa menyembuhkan sciatica? Untuk menjawabnya mari simak ulasan di bawah ini.
Apakah Akupunktur Bisa Menyembuhkan Sciatica?
Apakah akupunktur bisa menyembuhkan sciatica? Akupunktur tidak secara langsung menyembuhkan sciatica, tetapi terapi ini dapat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Sciatica adalah salah satu jenis saraf kejepit yang ditandai dengan rasa nyeri mendalam di punggung dan/atau kaki. Kondisi ini terjadi akibat tekanan pada saraf skiatik (saraf yang membentang dari punggung bawah hingga tepat di bawah lutut).
Sebuah penelitian di Tiongkok berjudul Acupuncture vs Sham Acupuncture for Chronic Sciatica From Herniated Disk menunjukkan bahwa akupunktur asli dapat mengurangi nyeri dua kali lebih efektif dan menurunkan risiko disabilitas hampir tiga kali lebih besar dibandingkan akupunktur palsu (sham acupuncture). Efek positif ini bertahan selama 52 minggu tanpa efek samping serius yang dilaporkan.
Akupunktur adalah terapi tradisional yang berasal dari Tiongkok yang telah dipraktikkan sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan menusukkan jarum tipis secara dangkal ke titik-titik tertentu di tubuh.
Akupunktur diyakini dapat membantu meredakan nyeri pada penderita sciatica dengan merangsang pelepasan zat kimia tubuh yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami. Adapun manfaat lain akupunktur untuk sciatica adalah sebagai berikut:
-
Merilekskan otot yang tegang di sekitar saraf terjepit.
-
Meningkatkan aliran darah di area yang nyeri.
-
Merangsang pelepasan hormon endorfin yang berfungsi sebagai pereda nyeri.
-
Memodulasi sistem saraf pusat dengan meningkatkan pelepasan penghambat neuropeptida, yaitu zat yang bisa menurunkan rasa sakit akibat gangguan saraf.
Akupunktur juga merangsang otak dan sumsum tulang belakang untuk melepaskan zat kimia seperti kalium, kalsium, serotonin, dan peptida opioid. Zat-zat ini membantu mengubah sinyal nyeri dalam sistem saraf, sehingga menimbulkan efek analgesik (penghilang nyeri).
Selain itu, teknik tambahan seperti moxibustion atau moxa, yaitu terapi akupunktur yang melibatkan pemanasan titik-titik akupunktur menggunakan bahan herbal, dapat memperlebar pembuluh darah kecil, meningkatkan sirkulasi darah dan limfa, serta mempercepat pembuangan zat pemicu peradangan. Dengan demikian, efek pereda nyeri dari akupunktur bisa menjadi lebih optimal.
Titik Akupunktur untuk Sciatica
Terapis akupunktur akan memilih titik-titik tertentu sesuai gejala dan penyebab utama sciatica karena tidak semua kasus saraf kejepit memiliki pola nyeri yang sama. Adapun titik-titik akupunktur untuk sciatica adalah sebagai berikut:
1. Bladder Meridian (BL)
Meridian ini berjalan di sepanjang punggung, pinggul, dan kaki bagian belakang sehingga sering digunakan dalam terapi akupunktur untuk sciatica. Titik-titik penting dalam meridian ini meliputi:
-
BL 23 (Shenshu): Di punggung bawah, dekat area ginjal.
-
BL 25 (Dachangshu): Di punggung bawah.
-
BL 36 (Chengfu): Di bagian belakang paha, tepat di bawah bokong.
-
BL 40 (Weizhong): Di belakang lutut.
2. Gallbladder Meridian (GB)
Meridian ini membentang dari sudut mata ke sisi tubuh hingga ke jari kaki terkecil. Titik-titik yang digunakan untuk sciatica termasuk:
-
GB 30 (Huantiao): Di belakang pinggul, tempat bokong bertemu dengan pinggul.
-
GB 33 (Xiyangguan): Di sisi lutut, bagian luar kaki.
-
GB 34 (Yanglingquan): Di bawah lutut bagian luar kaki.
Proses Akupunktur untuk Sciatica
Berikut adalah uraian mengenai proses akupunktur untuk sciatica, mulai dari persiapan, pemasangan jarum, hingga perawatan setelahnya.
-
Sesi pertama: Pada sesi ini akan dilakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien.
-
Persiapan jarum: Terapis akan memilih jarum sesuai usia, bentuk tubuh, dan titik yang akan ditusuk.
-
Pemasangan jarum: Terapi menusukkan jarum secara dangkal pada titik-titik yang sesuai dengan sciatica. Umumnya, terapi ini tidak menimbulkan rasa nyeri, hanya sensasi ringan seperti kesemutan atau tertusuk kecil.
-
Proses terapi: Jarum akan dibiarkan selama 20–30 menit. Selama periode ini, pasien akan diminta rileks dan merasakan hangat atau sensasi geli ringan di sekitar titik jarum. Ini merupakan reaksi normal dan sering dianggap menenangkan.
-
Setelah terapi: Terapis akan melepaskan jarum dengan hati-hati. Pasien biasanya merasa sangat rileks sehingga disarankan bangun perlahan. Kemerahan atau memar mungkin terjadi namun bisa hilang dengan cepat. Setelah akupunktur, pasien disarankan untuk:
-
Minum air putih yang cukup.
-
Menghindari aktivitas berat selama beberapa jam.
-
Istirahat jika merasa lelah.
-
Menghindari alkohol dan kafein.
-
Lakukan peregangan ringan untuk mendukung efek terapi.
Risiko Efek Samping Setelah Akupunktur
Akupunktur adalah terapi yang aman. Setelah menjalani terapi akupunktur, pasien dapat merasa lebih rileks dan tenang ataupun merasa lebih berenergi. Namun, pasien mungkin akan merasakan beberapa respons yang menyebabkan ketidaknyamanan setelah menjalani terapi ini, seperti:
-
Sedikit nyeri, memar, kesemutan atau mati rasa di area bekas jarum, namun biasanya cepat hilang.
-
Haus.
-
Pelepasan emosi. Akupunktur kadang memicu pelepasan emosi, membuat seseorang merasa lebih sensitif atau ekspresif secara emosional.
Itulah penjelasan mengenai prosedur akupunktur untuk sciatica. Penting untuk dipahami bahwa prosedur ini hanya disarankan bagi pasien yang telah memperoleh diagnosis dari dokter. Sebelum memutuskannya, dokter akan terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi medis pasien guna memastikan bahwa pasien telah memenuhi persyaratan untuk menjalani tindakan ini.
Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai prosedur ini, Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Akupunktur Medik di Siloam Hospitals terdekat. Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Medical News Today. Acupuncture can help relieve sciatica pain, new evidence confirms. Diakses pad 2025 | BMJ Open. Acupuncture for chronic sciatica: protocol for a multicenter randomised controlled trial. Diakses pada 2025 | Frontiers. The efficacy and safety of acupuncture therapy for sciatica: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trails. Diakses pada 2025 | Very Well Health. Turning to Acupuncture for Sciatica. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Yudhi Perdana, S.Tr.Kes., Dipl. Akp. CM., Derm.
Akupunktur
Spesialis Akupunktur Medik
Siloam Hospitals Surabaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Mataram
Tersedia :
Tersedia hari ini






