Kesehatan Tubuh
Apa Itu Saraf Terjepit? Kenali Gejala hingga Pengobatannya

Table of Contents
Saraf terjepit adalah gangguan saraf yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti usia, kebiasaan sehari-hari, hingga kondisi medis tertentu. Kondisi yang dikenal juga sebagai kecetit ini membutuhkan penanganan medis secara tepat untuk menghindari risiko kerusakan permanen pada saraf. Mari simak informasi selengkapnya mengenai saraf terjepit melalui artikel berikut.
Apa Itu Saraf Terjepit?
Saraf terjepit adalah kondisi yang terjadi karena adanya tekanan berlebih pada saraf oleh jaringan-jaringan di sekitarnya, seperti jaringan tulang dan otot. Gangguan saraf ini dapat terjadi di seluruh bagian tubuh, seperti leher, tulang belakang, pergelangan tangan, dan siku. Tanda yang paling umum dirasakan penderita saat mengalami saraf terjepit adalah rasa nyeri terpusat di area tubuh terkait.
Dengan istirahat dan pengobatan, penderita saraf terjepit dapat pulih dalam beberapa hari atau minggu. Namun dalam beberapa kasus, operasi mungkin diperlukan untuk meredakan nyeri akibat saraf terjepit.
Penyebab Saraf Terjepit
Tekanan yang terlalu besar dari jaringan-jaringan tubuh terhadap saraf mengakibatkan seseorang mengalami saraf terjepit. Aktivitas duduk terlalu lama karena remote working, menjadi salah satu penyebab yang berdampak pada saraf terjepit. Namun, apa saja yang menyebabkan saraf terjepit terjadi? Berikut beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya saraf terjepit:
-
Usia. Kelenturan bantalan tulang belakang akan berkurang seiring bertambahnya usia sehingga meningkatkan risiko terjadinya saraf terjepit pada lansia.
-
Obesitas atau berat badan berlebih.
-
Cedera akibat olahraga terlalu berat atau terjatuh.
-
Mengangkat beban berat dengan posisi yang kurang tepat.
-
Jarang bergerak atau berolahraga.
-
Melakukan kegiatan secara berulang atau berlebihan, seperti membungkuk.
Gejala Saraf Terjepit
Saraf tidak bisa berfungsi dengan normal ketika mendapat tekanan berlebih dari jaringan yang berada di sekitarnya. Oleh karena itu, indikasi terjadinya saraf terjepit dapat dirasakan dari timbulnya rasa nyeri. Rasa nyeri ini sering disalahartikan sebagai rasa nyeri biasa sehingga tak sedikit yang menyepelekan penyakit ini. Padahal, terdapat tanda dan gejala saraf terjepit lainnya yang bisa diamati, yaitu:
-
Bagian tubuh terasa sakit disertai sensasi terbakar.
-
Kesemutan.
-
Mati rasa atau kebas.
-
Otot melemah di bagian tubuh yang terkena saraf terjepit.

Diagnosis Saraf Terjepit
Selain mengamati gejala-gejalanya, pemeriksaan penunjang fisik yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis saraf terjepit adalah:
-
Sinar-X (rontgen).
Pengobatan Saraf Terjepit
Apakah saraf terjepit bisa sembuh? Perlu diketahui bahwa saraf terjepit bisa sembuh apabila pasien mendapatkan penanganan yang tepat. Cara mengatasi saraf terjepit tergantung dari tingkat keparahannya. Apabila tergolong ringan, maka pengobatan saraf terjepit dapat dilakukan di rumah secara mandiri. Namun, jika tak kunjung membaik dalam beberapa waktu, maka dibutuhkan penanganan lebih lanjut oleh dokter.
A. Pengobatan Saraf Terjepit secara Mandiri di Rumah
Beberapa cara mengatasi saraf terjepit yang bisa diterapkan di rumah antara lain:
1. Kompres Dingin dan Hangat
Saraf terjepit dapat menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu. Oleh karena itu, penderita disarankan untuk memberikan kompres air dingin dan hangat secara bergantian pada bagian tubuh yang terdampak. Kompres air dingin bertujuan meredakan rasa nyeri. Sementara itu, kompres hangat berfungsi untuk memperlancar aliran darah sekaligus membuat otot menjadi lebih rileks sehingga mengurangi tekanan pada saraf dan mempercepat proses penyembuhan.
2. Istirahat
Jika masih tergolong ringan, saraf terjepit bisa sembuh dengan sendirinya. Penderita hanya perlu beristirahat hingga sepenuhnya pulih kembali. Penderita juga tetap diperbolehkan beraktivitas seperti biasa, namun penting untuk menghindari aktivitas yang terlalu berat agar tidak terjadi komplikasi lainnya.
3. Rutin Berolahraga
Penderita juga disarankan untuk mulai menerapkan gaya hidup yang lebih aktif dengan rutin melakukan olahraga untuk mengurangi risiko saraf terjepit. Cobalah gerakan atau jenis olahraga ringan terlebih dahulu, seperti berjalan kaki di pagi hari, jogging, atau berenang.
B. Pengobatan Saraf Terjepit secara Medis
Apabila kondisi tak kunjung membaik setelah melakukan beberapa langkah di atas, segera kunjungi dokter untuk memperoleh pengobatan saraf terjepit secara medis. Berikut beberapa cara mengatasi saraf terjepit dengan pendekatan medis.
1. Pemberian Obat Pereda Nyeri oleh Dokter
Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri dengan dosis sesuai kondisi medis pasien. Pasien pun diharuskan untuk mengonsumsi obat-obatan tersebut sesuai anjuran dokter. Hindari konsumsi obat di luar dosis yang telah diresepkan.
2. Terapi
Cara lain dari pengobatan saraf terjepit adalah melalui terapi. Terapi ini bertujuan untuk menguatkan sekaligus meregangkan otot di bagian tubuh yang mengalami saraf terjepit. Namun, penderita harus menjalani terapi secara rutin agar dapat pulih sepenuhnya.
3. Operasi
Tindakan terakhir untuk menangani saraf terjepit adalah operasi. Operasi saraf terjepit dapat direkomendasikan oleh dokter jika pengobatan yang sudah dilakukan sebelumnya tidak membuahkan hasil. Selain itu, operasi juga dapat dilakukan saat tekanan pada tulang belakang menyebabkan komplikasi yang mengganggu kesehatan.
Perlu diketahui bahwa jenis operasi saraf terjepit yang dilakukan pada bagian tubuh tertentu bisa saja berbeda dengan bagian tubuh lainnya. Dokter akan memeriksa terlebih dahulu lokasi saraf yang terjepit untuk menentukan jenis operasi yang paling tepat. Misalnya gangguan pada tulang belakang, operasi minimal invasif UESS dapat direkomendasikan.
Demikian informasi seputar saraf terjepit yang penting untuk dipahami. Saraf terjepit adalah kondisi yang tidak boleh disepelekan. Jaringan saraf memang bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi jaringan ini juga dapat menjadi rusak permanen apabila tidak diatasi dengan benar. Maka dari itu, penanganan oleh dokter sangat dibutuhkan jika saraf terjepit tidak kunjung sembuh setelah beberapa minggu.
Dalam hal ini, Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat. Namun, perlu dipahami bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter bisa berbeda-beda di setiap rumah sakit, tergantung dari fasilitas yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Untuk membuat janji temu dengan dokter terkait, Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga bisa mengakses berbagai fitur kesehatan lainnya dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







