Kesehatan Tubuh
Apakah Diabetes Menyebabkan Stroke? Ketahui Faktanya!

Table of Contents
Diabetes adalah salah satu penyakit yang bila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan sejumlah komplikasi serius pada berbagai organ tubuh, termasuk otak. Lantas, apakah diabetes menyebabkan stroke? Bagaimana hal ini bisa terjadi? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apakah Diabetes Menyebabkan Stroke?
Diabetes atau diabetes melitus adalah kondisi yang menyebabkan kadar gula darah meningkat. Dilansir dari American Heart Association, kadar gula darah puasa yang mencapai 126 mg/dL atau lebih tinggi termasuk berbahaya atau perlu diwaspadai. Kondisi ini dapat berujung pada diabetes yang bisa mengakibatkan sejumlah komplikasi jika tidak dikelola dengan baik.
Salah satu komplikasi yang sering ditanyakan adalah stroke. Lalu, apakah diabetes menyebabkan stroke? Penelitian dalam Journal of Stroke menyebutkan bahwa penderita diabetes memiliki risiko stroke 1,5–2 kali lebih tinggi dibandingkan orang tanpa diabetes. Risiko ini dapat meningkat seiring lamanya menderita diabetes.
Selain itu, penderita diabetes juga cenderung memiliki hasil pemulihan yang lebih buruk dan risiko stroke berulang lebih tinggi. Dalam Journal of Stroke juga disebutkan bahwa diabetes meningkatkan risiko stroke melalui beberapa mekanisme, di antaranya:
-
Aterosklerosis pembuluh besar (penyempitan arteri besar), seperti pada arteri karotis dan arteri intrakranial, sehingga dapat menyebabkan penyempitan atau penyumbatan aliran darah ke otak.
-
Penyakit pembuluh darah kecil di otak.
-
Diabetes dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan jantung seperti fibrilasi atrium. Hal ini dapat dikarenakan diabetes dapat meningkatkan risiko terbentuknya trombus (gumpalan dari jantung) yang jika lepas dapat menyumbat pembuluh darah di otak.
Bagaimana Diabetes dapat Meningkatkan Risiko Stroke?
Sebelumnya, perlu dipahami bahwa glukosa atau gula darah adalah sumber energi utama bagi tubuh yang berasal dari makanan. Setelah dicerna, glukosa akan masuk ke aliran darah dan membutuhkan insulin agar bisa masuk ke sel lalu digunakan sebagai energi. Insulin adalah hormon diproduksi oleh pankreas.
Namun, pada diabetes tipe 1, pankreas tidak menghasilkan insulin sama sekali. Sementara pada diabetes tipe 2, produksi insulin kurang atau tubuh tidak merespons insulin dengan baik. Hal ini menyebabkan kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi.
Dilansir dari American Heart Association, kadar glukosa yang terlalu tinggi dalam darah dapat menyebabkan penumpukan lemak dan gumpalan darah di pembuluh darah. Gumpalan ini berisiko menyumbat pembuluh darah di otak atau leher yang membuat aliran darah ke otak terhenti dan memicu terjadinya stroke.
Selain diabetes, beberapa faktor risiko stroke lainnya adalah sebagai berikut:
-
Lemak perut yang berlebihan.
-
Tekanan darah tinggi.
-
Glukosa darah tinggi (hiperglikemia).
-
Kolesterol tinggi.
-
Kebiasaan merokok.
Pengobatan Stroke pada Diabetes
Apabila risiko stroke atau stroke teridentifikasi sejak dini pada penderita diabetes, beberapa perawatan yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:
-
Pemberian obat untuk memecah gumpalan darah pada stroke iskemik.
-
Pemasangan stent dalam pembuluh darah untuk membuka dan meningkatkan aliran darah melalui prosedur pembedahan.
-
Pembedahan untuk mengangkat lemak yang menyumbat arteri melalui prosedur endarterektomi karotis.
Pada pasien yang mengalami stroke dan memiliki efek jangka panjang, dokter dapat merekomendasikan rehabilitasi yang mencakup:
-
Terapi okupasi untuk mempelajari kembali cara melakukan tugas-tugas penting sehari-hari, seperti menulis dan berpakaian.
-
Terapi fisik untuk mendapatkan kembali kekuatan dan fungsi lengan serta kaki.
-
Konseling psikologis untuk menangani masalah mental yang dapat menyerang penderita stroke.
-
Terapi wicara untuk mempelajari cara berbicara yang lebih baik jika stroke memengaruhi kemampuan berbicara.
Pencegahan Stroke pada Penderita Diabetes dan Pradiabetes
Risiko stroke pada penderita diabetes dan pradiabetes dapat dilakukan dengan mengelola kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol. Adapun beberapa upaya yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:
-
Periksa HbA1c, tekanan darah, dan kolesterol setidaknya setahun sekali sebagai bagian dari pemantauan rutin diabetes.
-
Kurangi konsumsi alkohol. Minum alkohol secara berlebihan dan terus-menerus dapat meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung.
-
Berhenti merokok. Merokok dapat menghambat aliran darah ke bagian-bagian penting tubuh.
-
Terapkan pola makan yang sehat dan seimbang, kaya akan serat, rendah lemak jenuh, dan minim gula tambahan.
-
Melakukan aktivitas secara rutin. Melakukan aktivitas fisik 3–5x seminggu dengan selama 30–60 menit dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah.
-
Menjaga berat badan ideal. Usahakan untuk menurunkan berat badan jika memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
-
Minum obat sesuai resep dokter. Beberapa obat dirancang untuk melindungi jantung dengan menurunkan tekanan darah atau kolesterol.
Itulah penjelasan mengenai diabetes dan stroke, bagaimana kedua kondisi ini bisa saling berkaitan. Tidak hanya menjaga kadar gula darah tetap stabil, penderita diabetes juga perlu memantau kesehatan jantung dan pembuluh darah secara rutin untuk mencegah komplikasi yang lebih serius, seperti stroke.
Oleh karenanya, jika Anda atau kerabat memiliki diabetes atau faktor risiko lainnya, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan berkonsultasi dengan tenaga medis yang kompeten. Dalam hal ini, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrinologi Metabolik dan Diabetes di Siloam Hospitals terdekat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
American Stroke Association. The Connection Between Diabetes and Stroke. Diakses pada 2025 | American Stroke Association. Diabetes and Stroke Prevention. Diakses pada 2025 | DiABETES UK. Diabetes and Stroke. Diakses pada 2025 | Journal of Stroke. Diabetes and Stroke: What Are the Connections?. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Diabetes and Stroke. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini






