Tes HbA1c untuk Kondisi Diabetes, Kapan Harus Cek?
Kesehatan Tubuh

Tes HbA1c untuk Kondisi Diabetes, Kapan Harus Cek?

03 Juni 2025 4 menit waktu baca
hba1c adalah

 

Hemoglobin A1c (HbA1c) adalah salah satu parameter utama dalam evaluasi pengelolaan diabetes. Berbeda dengan pemeriksaan gula darah sewaktu atau puasa, tes HbA1c lebih spesifik memberikan gambaran rata-rata kadar glukosa dalam darah selama tiga bulan terakhir.

 

HbA1c adalah pemeriksaan kadar gula darah jangka panjang sehingga penting untuk menentukan efektivitas terapi dan risiko komplikasi yang mungkin ditimbulkan. Mari pahami lebih lanjut mengenai tujuan, prosedur, hingga efek samping pemeriksaan HbA1c melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa Itu Pemeriksaan HbA1c?

 

Hemoglobin A1c (HbA1c) adalah indikator kontrol glikemik secara keseluruhan dan menggambarkan atau mencerminkan kadar gula darah (glukosa) rata-rata selama 3 bulan terakhir. Sebagai catatan, glukosa adalah jenis gula dalam darah yang berasal dari makanan yang dikonsumsi. Sel-sel tubuh menggunakan glukosa agar mendapatkan energi. Proses pengolahan glukosa ini dibantu oleh hormon yang disebut insulin.

 

Pada penderita diabetes, tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup atau sel-sel tidak bisa menggunakannya dengan baik. Akibatnya, kadar gula darah lebih tinggi karena tidak dapat diolah menjadi energi. Ketika kadar glukosa meningkat, akan lebih banyak hemoglobin yang dilapisi glukosa. HbA1c dapat mengukur persentase sel darah merah yang memiliki hemoglobin berlapis glukosa. 

 

Tujuan Pemeriksaan HbA1c

 

Tujuan pemeriksaan HbA1c adalah mengukur kadar glukosa dalam 3 bulan terakhir. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan kadar glukosa rata-rata selama tiga bulan terakhir karena glukosa menempel pada hemoglobin selama sel darah merah masih hidup. Sel darah merah sendiri bisa bertahan sekitar tiga bulan.

 

Pemeriksaan HbA1c bermanfaat untuk mendeteksi atau mendiagnosis:

 

  • Diabetes: Pada kondisi ini, kadar glukosa darah menjadi terlalu tinggi karena tubuh tidak memproduksi cukup insulin untuk memindahkan gula darah ke sel-sel. Bisa juga karena sel-sel tubuh berhenti merespons insulin. 

HbA1c dapat digunakan untuk mendeteksi diabetes secara keseluruhan, baik DM tipe 1 atau DM tipe 2. DM tipe 1 adalah kondisi ketika tubuh tidak bisa memproduksi insulin secara cukup akibat gangguan sistem kekebalan tubuh. Sementara itu, DM tipe 2 adalah kondisi ketika tubuh tidak bisa menggunakan insulin secara efektif yang cenderung disebabkan oleh gaya hidup. Kedua kondisi ini sama-sama menyebabkan lonjakan gula darah.

  • Prediabetes: Pada kondisi ini, kadar glukosa darah lebih tinggi dari normal, namun tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes. Perubahan gaya hidup dapat membantu mencegah atau menunda prediabetes menjadi diabetes tipe 2.

  • Menentukan dan mengevaluasi keberhasilan pengobatan diabetes. Hasil HBa1c pertama dapat menentukan pilihan terapi untuk menangani diabetes. Hasil HbA1c selanjutnya akan dibandingkan dengan yang sebelumnya, untuk untuk melihat seberapa baik penanganan diabetes.

 

Kapan dan Siapa yang Disarankan Menjalani Pemeriksaan HbA1c?

 

Pemeriksaan HbA1c disarankan untuk penderita pradiabetes dan diabetes jika:

 

  • Berusia di atas 45 tahun: Jika hasilnya normal, pasien tetap perlu mengulang pengujian setiap 3 tahun, sedangkan bila hasilnya menunjukkan pasien memiliki pradiabetes, biasanya diminta periksa setiap 1–2 tahun. Sementara itu, jika hasilnya menunjukkan pasien menderita diabetes, pemeriksaan perlu dilakukan setahun dua kali.

  • Berusia di bawah 45 tahun dan lebih berisiko mengalami diabetes, karena:

    • Mengidap pradiabetes.

    • Kelebihan berat badan atau obesitas.

    • Memiliki keluarga dengan diabetes tipe 2.

    • Mengidap hipertensi atau kadar kolesterol tinggi.

    • Mengidap penyakit jantung.

    • Pernah stroke.

    • Beraktivitas kurang dari 3 kali seminggu.

    • Mengidap diabetes gestasional.

    • Mengidap PCOS.

 

Dokter biasanya juga merekomendasikan pemeriksaan HbA1c untuk pasien dengan gejala diabetes, seperti:

 

  • Sering merasa sangat haus (polidipsia).

  • Sering buang air kecil (poliuria).

  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

  • Sering merasa lapar (polifagia).

  • Penglihatan kabur.

  • Tangan atau kaki mati rasa.

  • Kesemutan di kaki atau tangan.

  • Kelelahan.

  • Kulit kering.

  • Luka yang sembuhnya lambat.

  • Mengalami lebih banyak infeksi dari biasanya.

 

Prosedur Pemeriksaan HbA1c

 

Prosedur ini tidak memerlukan persiapan khusus. Tes HbA1c dilakukan dengan mengambil sampel darah dari vena di lengan menggunakan jarum suntik kecil. Kemudian, darah akan dikumpulkan ke dalam tabung reaksi atau botol kecil. Prosedur ini cukup sederhana sehingga hanya memerlukan waktu singkat, bahkan kurang dari 5 menit.

 

Setelah prosedur selesai, pasien biasanya diminta menunggu untuk mengetahui hasil pemeriksaan HbA1c. Untuk mendiagnosis diabetes atau pradiabetes, persentase yang umum digunakan dalam HbA1c adalah:

 

  • Normal: HbA1c di bawah 5,7%.

  • Prediabetes: HbA1c antara 5,7% dan 6,4%.

  • Diabetes: HbA1c 6,5% atau lebih tinggi.

 

Sering kali, dokter menggunakan lebih dari satu tes untuk mendiagnosis diabetes. Jadi, jika hasil HbA1c menunjukkan kadar glukosa lebih tinggi dari normal, dokter mungkin meminta pasien menjalani tes HbA1c lain atau jenis tes diabetes yang berbeda, seperti tes glukosa darah puasa atau tes toleransi glukosa.

 

Risiko Efek Samping Pemeriksaan HbA1c

 

Tes darah umumnya memiliki risiko yang sangat rendah. Prosedur ini tergolong aman dan jarang menimbulkan komplikasi serius. Meskipun demikian, beberapa orang mungkin mengalami sedikit rasa nyeri, sensasi tidak nyaman, atau munculnya memar ringan di area kulit tempat jarum suntik dimasukkan. Reaksi ini merupakan hal yang wajar dan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu singkat tanpa memerlukan penanganan khusus.

 

Perlu diketahui bahwa pemeriksaan ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya, misalnya untuk mendiagnosis kondisi medis tertentu. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini. Oleh karena itu, hasil pemeriksaan akan dijelaskan secara langsung oleh dokter.

 

Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan HbA1c atau mengalami keluhan yang mengarah pada beberapa kondisi diabetes, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan Paket Cek Darah, termasuk untuk HbA1c yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

Sumber

MedlinePlus. Hemoglobin A1C (HbA1c) Test. Diakses pada 2025 | Health Direct. HbA1c test. Diakses pada 2025 | StatPearls Publishing. Hemoglobin A1C. diakses pada 2025 | Perkeni. Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa di INDONESIA - 2021. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail