Prediabetes: Penyebab, Gejala, Diagnosis, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Prediabetes: Penyebab, Gejala, Diagnosis, & Pengobatannya

22 Mei 2025 4 menit waktu baca
prediabetes adalah

 

Prediabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah (glukosa) meningkat, tetapi belum mencapai ambang batas untuk didiagnosis sebagai diabetes. Risiko terkena diabetes bagi penderitanya akan lebih tinggi apabila tidak ditangani dengan tepat. Sebagai bentuk antisipasi, mari simak penjelasan tentang pengertian prediabetes, penyebab, gejala, faktor risiko hingga pengobatannya.

 

Apa itu Prediabetes?

 

Prediabetes adalah kondisi saat kadar gula dalam darah tinggi dan melebihi batas normal tetapi belum mencapai tingkat diabetes melitus. Walaupun prediabetes belum dapat dikategorikan sebagai diabetes, kondisi ini memerlukan perhatian serius karena dapat menjadi indikator awal perkembangan penyakit diabetes mellitus tipe 2 di kemudian hari.

 

Jadi, apa perbedaan prediabetes dan diabetes? Orang dengan prediabetes memiliki kadar gula darah puasa antara 100–125 mg/dL. Kemudian, bisa dikatakan diabetes bila kadar gula darah puasa mencapai 126 mg/dL atau lebih. Prediabetes adalah tanda bahwa sensitivitas tubuh terhadap insulin mulai menurun.

 

Lalu, apakah prediabetes bisa sembuh? Ya, kondisi prediabetes dapat diobati agar tidak berkembang menjadi diabetes melitus. Jadi, ketika kondisi ini sudah terdeteksi lebih awal, pastikan untuk mendapatkan penanganan yang tepat sedini mungkin.

 

Penyebab Prediabetes

 

Pada dasarnya, penyebab prediabetes kurang lebih sama dengan diabetes melitus. Namun, tingkat keparahannya yang berbeda. Prediabetes adalah kondisi ketika proses pengolahan glukosa menjadi sumber energi terganggu akibat sel-sel tubuh tidak merespons dengan baik terhadap insulin, walaupun pankreas menghasilkan insulin lebih banyak namun tidak cukup untuk mengimbanginya.

 

Hal tersebut membuat glukosa yang seharusnya masuk ke sel tubuh dan diolah menjadi energi justru menumpuk dalam aliran darah. Prediabetes juga bisa terjadi pada seseorang dengan riwayat keturunan atau genetik dari orang tua. Selain itu, memiliki berat badan berlebih serta kurang beraktivitas juga bisa menyebabkan prediabetes.

 

Gejala Prediabetes

 

Prediabetes sering kali tidak menunjukkan gejala tertentu. Namun, berikut beberapa gejala prediabetes yang dapat dialami penderitanya:

 

  • Penglihatan kabur.

  • Apabila terluka, tidak kunjung mengering.

  • Intensitas buang air kecil lebih sering.

  • Sering merasa kesemutan di telapak tangan dan kaki.

  • Mudah merasakan lelah.

  • Sering merasa lapar dan haus.

 

Diagnosis Prediabetes

 

Diagnosis prediabetes adalah tahapan penting yang hanya dapat dilakukan oleh dokter melalui serangkaian tes. Berikut penjelasan terkait tes yang diperlukan untuk diagnosis prediabetes.

 

1. Tes Toleransi Glukosa Oral

 

Sebelum tes ini dilakukan, pasien diharuskan untuk berpuasa, kemudian mengonsumsi minuman gula khusus. Setelah itu, pasien akan menjalani tes gula darah 2 jam setelah minum larutan tersebut. Seseorang dikatakan menderita prediabetes ketika kadar gula darahnya menunjukkan angka 140–199 mg/dL.

 

2. Tes Gula Darah Puasa (GDP)

 

Tes ini bertujuan untuk memeriksa kadar gula darah dalam keadaan perut kosong. Karena itu, pasien diharuskan berpuasa 8 jam sebelum dilakukan pemeriksaan. Jika hasil menunjukkan kadar gula darah antara 100–125 mg/dL, maka pasien dianggap mengalami prediabetes.

 

3. Tes Hemoglobin A1c (HbA1c)

 

Tujuan tes hemoglobin pada prediabetes adalah untuk mengetahui rata-rata kadar gula darah dalam 3 bulan terakhir. Tes ini dilakukan dengan cara mengukur persentase gula darah yang melekat pada hemoglobin. Melalui tes diagnosis ini, pasien dikatakan mengalami prediabetes apabila kadar HbA1c berkisar antara 5,7– 6,4%.

 

Faktor Risiko Prediabetes

 

Prediabetes adalah suatu kondisi yang bisa menyerang siapa saja. Akan tetapi, beberapa orang dengan kondisi berikut ini diketahui memiliki risiko lebih tinggi menderita prediabetes:

 

  • Memiliki riwayat genetik prediabetes atau diabetes.

  • Berusia di atas 45 tahun.

  • Mempunyai kebiasaan merokok.

  • Kurang berolahraga.

  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman manis.

  • Menderita diabetes gestasional saat hamil.

  • Penderita PCOS, hipertensi, dan overweight atau obesitas.

 

Komplikasi Prediabetes

 

Prediabetes adalah suatu kondisi yang berpotensi besar berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2. Selain itu, penderita prediabetes juga bisa mengalami beberapa komplikasi jika tidak mendapatkan penanganan tepat, seperti:

 

 

Pencegahan Prediabetes

 

Meski tidak separah diabetes melitus, namun prediabetes adalah kondisi yang perlu diantisipasi. Sebagai upaya pencegahan, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

 

  • Olahraga secara rutin.

  • Beristirahat dengan cukup dengan waktu tidur teratur.

  • Mengoptimalkan asupan makanan bergizi seimbang.

  • Menghentikan atau menghindari kebiasaan merokok.

  • Melakukan tes kadar gula darah secara rutin.

  • Menjaga berat badan tetap ideal untuk menghindari obesitas.

 

Pengobatan Prediabetes

 

Tanda prediabetes telah normal ketika kadar gula darah puasa menunjukkan angka normal yaitu kurang dari 100 mg/dL. Lantas, pengobatan apa yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan penderita prediabetes? Berikut di antaranya:

 

  • Menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang.

  • Menurunkan berat badan berlebih.

  • Berhenti merokok.

  • Lebih aktif melakukan olahraga, setidaknya 150 menit/minggu untuk olahraga ringan dan 75 menit/minggu untuk olahraga sedang atau berat.

  • Mengonsumsi obat diabetes sesuai anjuran dokter.

 

Perlu dipahami bahwa tanda dan gejala yang disebutkan pada artikel ini tidak secara spesifik mewakili kondisi prediabetes. Pasalnya, beberapa gejala yang disebutkan di atas juga dapat terjadi pada kondisi medis lain sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang tepat.

 

Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.


Untuk membuat janji temu dengan dokter secara praktis, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia dalam aplikasi MySiloam. Bahkan, aplikasi ini juga memungkinkan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter pilihan dari mana pun dan kapan pun.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 5

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail