Ibu dan Anak
Mengenal Bedah Nuss pada Anak, Tujuan & Efek Samping

Table of Contents
Bedah Nuss pada anak adalah prosedur perbaikan untuk mengatasi pectus excavatum (dada cekung). Prosedur ini termasuk dalam metode bedah invasif minimal yang hanya melibatkan sayatan kecil sehingga memiliki risiko infeksi pascaoperasi yang rendah. Selain itu, waktu pemulihannya pun relatif singkat. Simak penjelasan selengkapnya mengenai bedah Nuss pada anak di bawah ini.
Apa itu Bedah Nuss?
Bedah Nuss adalah prosedur perbaikan untuk kondisi pectus excavatum. Pectus excavatum adalah kondisi kongenital ketika tulang dada tidak berkembang dengan baik. Dilansir dari Pediatric Annals, kondisi ini terjadi pada 1 dari 300 orang hingga 1 dari 1000 orang. Pada pectus excavatum, tulang dada atau tulang dada anak terlihat cekung atau masuk ke dalam. Selain itu, tulang rusuk mungkin terlihat tidak rata.
Prosedur ini disebut juga sebagai Minimally Invasive Repair of Pectus Excavatum (MIRPE). Bedah Nuss dilakukan dengan menggunakan batang titanium untuk mendorong tulang dada anak yang cekung ke arah luar. Kemudian, titanium tersebut akan tetap terpasang di dada anak, kurang lebih selama 3 tahun.
Bedah Nuss pada anak biasanya baru dilakukan pada saat remaja. Pasalnya, dokter umumnya tidak menyarankan prosedur ini dilakukan ketika anak masih berusia di bawah 14 tahun. Tidak ada batasan usia untuk melakukan prosedur ini. Artinya, orang dewasa juga bisa menjalani bedah Nuss.
Tujuan Bedah Nuss pada Anak
Seperti yang sudah dijelaskan, pada dasarnya bedah Nuss merupakan salah satu cara mengatasi pectus excavatum (dada cekung). Prosedur ini bisa membantu jantung atau paru-paru penderita untuk bekerja lebih baik dibandingkan sebelum operasi serta dapat membantu mengurangi beberapa gejala berikut:
-
Nyeri dada.
-
Jantung berdebar-debar.
-
Tidak mampu berolahraga dalam waktu lama.
Prosedur Bedah Nuss pada Anak
Sebelum menjalani bedah Nuss, dokter biasanya akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu terkait keluhan anak, riwayat kesehatan pasien, dan riwayat kesehatan keluarga. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh pada anak..
Selain itu, pasien juga dapat diarahkan untuk menjalani beberapa pemeriksaan, termasuk tes paru-paru dan tes pencitraan, seperti CT scan serta MRI untuk melihat gambaran dada anak. Kemudian, saat hendak melakukan prosedur pembedahan, dokter akan memberikan anestesi umum agar anak tertidur selama tindakan berlangsung. Pada prosedur ini, dokter akan:
-
Membuat sayatan kecil di setiap sisi dada anak.
-
Memasukkan kamera kecil di salah satu sayatan untuk melihat kondisi di dalam dada.
-
Melakukan krioablasi atau pembekuan saraf dada untuk mengendalikan rasa sakit setelah operasi.
-
Memasukkan batang titanium melengkung melalui salah satu sayatan dan menempelkannya ke dinding dada anak dengan jahitan. Batang titanium ini berbentuk melengkung sesuai dengan bentuk tubuh anak, diletakkan di bawah tulang dada untuk mengangkat tulang anak yang cekung.
-
Memasukkan batang kedua atau ketiga jika batang pertama tidak cukup untuk mengatasi masalah.
-
Mengeluarkan kamera, lalu menutup sayatan.
Prosedur bedah Nuss pada anak biasanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 4 jam. Setelah tindakan ini, pasien perlu menjalani rawat inap setidaknya 1 malam di rumah sakit (bisa lebih lama jika diperlukan, namun jarang terjadi).
Guna membantu proses pemulihan, dokter biasanya juga akan meminta anak untuk berlatih pernapasan dengan cara duduk di tempat tidur dan bernapas dalam-dalam. Selain itu, dokter juga menyarankan anak berjalan meski dengan jarak pendek atau menggunakan alat bantu jalan. Dokter akan meninjau kembali aktivitas anak secara bertahap dengan detail.
Selama anak menggunakan batang titanium di dadanya, dokter akan menjadwalkan kunjungan setiap 3 sampai 6 bulan sekali guna memantau perkembangan kondisi kesehatan anak. Setelah kurang lebih 3 tahun, batang titanium tersebut akan dilepas. Prosedur ini lebih sederhana daripada prosedur pemasangan.
Risiko Bedah Nuss pada Anak
Secara umum, prosedur ini aman untuk dilakukan. Namun, sama halnya seperti prosedur pembedahan lain, bedah Nuss pada anak mungkin bisa menimbulkan sejumlah efek samping yang perlu diwaspadai. Efek samping tersebut, di antaranya:
-
Perdarahan.
-
Infeksi.
-
Nyeri.
-
Batang titanium berpindah dari tempat asalnya.
Penting untuk diketahui bahwa prosedur bedah Nuss pada anak hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis ditegakkan. Dokter perlu memastikan bahwa kondisi kesehatan anak memenuhi persyaratan untuk menjalani prosedur ini. Oleh karena itu, cobalah berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular di Siloam Hospitals Agora Cempaka Putih, Siloam Hospitals Bogor, atau Siloam Hospitals Bekasi Timur guna mendapatkan evaluasi, diagnosis, dan saran perawatan yang tepat.
Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan di masing-masing rumah sakit mungkin berbeda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis akan memastikan bahwa pasien mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi medisnya.
Untuk membuat janji temu dengan Dokter Spesialis Pediatri, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ivan Joalsen M.T, Sp.BTKV (K), SubsSp-Ve. McPhleb
Bedah Toraks Kardiovaskular
Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Putu Wisnu Arya Wardana, SpBTKV, FIATCVS
Bedah Toraks Kardiovaskular
Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Hariadi Hadibrata, SpBTKV (K)
Bedah Toraks Kardiovaskular
Subspesialis Bedah Toraks
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini







