Kesehatan Tubuh
Cara Menggunakan Insulin Pen yang Benar, Perlu Tahu

Table of Contents
Insulin pen adalah alat suntik yang digunakan untuk terapi insulin bagi penderita diabetes. Pada dasarnya, pemakaian insulin pen dapat dilakukan dengan cara menyuntikkan alat tersebut ke jaringan subkutan, yaitu lapisan kulit paling dalam. Untuk memahami cara menggunakan insulin pen selengkapnya, Anda dapat menyimak pembahasan di bawah ini sampai tuntas.
Apa itu Insulin Pen?
Insulin adalah hormon yang diproduksi secara alami oleh pankreas untuk membantu mengontrol kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh. Namun, pada penderita diabetes, hormon insulin ini tidak bisa bekerja secara optimal untuk mengendalikan kadar glukosa. Maka dari itu, penderita disarankan untuk menggunakan insulin pen guna mengontrol kadar gula darah sebagai salah satu cara mengatasi diabetes.
Insulin pen adalah perangkat yang dapat digunakan untuk menyuntikkan insulin ke dalam tubuh. Secara umum, insulin pen terdiri dari beberapa bagian, di antaranya sebagai berikut:
Sumber: Researchgate.net
-
Insulin reservoir: Wadah plastik bening yang menampung insulin buatan di dalam alat suntik.
-
Pen cap: Penutup yang berfungsi melindungi insulin reservoir dari kerusakan.
-
Segel karet: Tempat untuk menyambungkan jarum sekali pakai (single-use needle) pada perangkat.
-
Jarum: Jarum pada insulin pen bersifat disposable, sehingga penderita diabetes hanya bisa menggunakannya untuk satu kali suntikan. Setelah digunakan, jarum tersebut perlu dibuang.
-
Dosage knob: Kenop yang bisa diputar untuk memilih dosis insulin di dalam perangkat.
-
Dosage window: Bagian ini menunjukkan jumlah dosis insulin yang ada di dalam perangkat.
-
Injection button: Tombol yang perlu ditekan saat menyuntikkan dosis insulin ke tubuh.
Cara Menggunakan Insulin Pen yang Perlu Dipahami
Pada dasarnya, dokter dapat meresepkan insulin pen sesuai dengan kondisi pasien. Dokter akan menyesuaikan jumlah dosis insulin yang diberikan dengan aktivitas fisik, pola makan, serta berat badan pasien.
Selain itu, penting untuk dipahami cara penggunaan insulin pen yang benar agar terapi ini dapat bekerja secara optimal. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan saat menggunakan insulin pen:
-
Persiapan Perlengkapan
Setelah menerima resep obat dari dokter dan mengetahui dosis yang harus digunakan, siapkan beberapa perlengkapan berikut:
-
Jarum injeksi baru.
-
2 alcohol wipes (lap alkohol).
-
Tisu bersih.
-
Plastik khusus limbah tajam.
-
Tempat sampah medis.
-
Persiapan Insulin Pen
-
Lepaskan tutup pena dan letakkan di meja.
-
Pastikan cairan di dalam pena benar-benar bening. Jika berubah warna atau keruh, jangan gunakan dan buang insulin pen tersebut, lalu gunakan yang baru.
-
Buka lap alkohol dan bersihkan segel karet di bagian atas insulin pen. Buanglah lap alkohol ke tempat sampah setelah digunakan.
-
Lepaskan tab pelindung dari jarum pena yang baru dan buanglah.
-
Putar jarum pena ke bagian atas hingga behenti berputar. Pastikan jarum tetap lurus saat diputar.
-
Lepaskan tutup luar jarum setelah jarum terpasang pada pena.
-
Lepaskan tutup dalam jarum dan buanglah.
-
Tes Keamanan / Priming Insulin Pen
Tes keamanan, juga dikenal sebagai priming insulin pen, adalah salah satu langkah penting dalam penggunaan insulin pen. Proses ini dilakukan untuk memastikan fungsi pena dan jarum berfungsi dengan baik, juga memastikan dosis yang diberikan sesuai dan tidak ada udara yang tersisa dalam jarum.
-
Perhatikan dosage window. Putar dosage knob hingga mencapai 2 unit. Pastikan panah pada dosage window sejajar dengan angka dosis.
-
Pegang insulin pen dengan posisi jarum mengarah ke atas.
-
Tekan tombol injeksi dan periksa apakah ada tetesan insulin yang keluar dari ujung jarum. Jika tidak ada insulin yang keluar, putar lagi dosage knob ke 2 unit dan tekan tombol injeksi untuk kedua kalinya. Jika masih tidak keluar, ulangi lagi langkah tersebut dan tekan tombol injeksi untuk ketiga kalinya.
-
Jika insulin masih tidak keluar setelah tiga kali percobaan, pasanglah kembali tutup luar jarum. Lepaskan jarum dari insulin pen dengan memutarnya, lalu buang jarum ke dalam plastik khusus limbah tajam yang sudah disiapkan. Pasanglah jarum baru pada insulin pen dan ulangi tahapan priming.
-
Mengatur Dosis Insulin
-
Setelah melakukan priming, dosage knob seharusnya kembali ke nol. Jika tidak, putar kembali dosage knob hingga mencapai angka nol.
-
Putar dosage knob hingga panah sesuai dengan jumlah dosis yang diresepkan.
-
Jika Anda tidak dapat memutar ke jumlah unit dosis yang dibutuhkan, hal ini mungkin menunjukkan bahwa insulin pen hampir kosong. Buang pena tersebut dan gunakan pena yang baru.
-
Jangan menyuntikkan dosis kurang dari yang diresepkan atau membagi dosis menjadi dua suntikan.
-
Memilih Lokasi Penyuntikan
Sumber: diabeteswhatsnext.com
Setelah insulin pen siap digunakan, pilihlah lokasi tubuh yang akan disuntikkan. Insulin umumnya diberikan dengan suntikan di bawah kulit (subkutan), misalnya di perut sekitar pusar ke samping, kedua lengan atas bagian luar, atau kedua paha bagian samping luar.
Hindari menyuntikkan insulin di area yang sama 2 kali berturut-turut atau bersebelahan dari titik penyuntikan sebelumnya. Hal ini penting karena penggunaan berulang di satu tempat dapat menyebabkan pengerasan pada area tersebut (lipohipertrofi).
Anda dapat menggunakan pola rotasi untuk membantu mengingat pergantiannya, yaitu dengan membagi tempat penyuntikan menjadi empat bagian atau kuadran, atau beberapa bagian bila menggunakan paha atau bokong. Gunakan satu kuadaran per minggu. Lokasi antar suntikan setidaknya berjarak 1–5 cm dari lokasi terakhir Anda menyuntikkan insulin. Hal ini untuk membantu mencegah rasa nyeri dan pembentukan jaringan parut.
Hindari juga menyuntikkan insulin di dekat area luka, bekas sayatan, atau bekas luka. Hindari penyuntikan pada bagian tengah perut, daerah dengan parut atau strecth mark, dekat persendian, dan area selangkangan.
Pada wanita hamil dengan diabetes melitus (DM), penyuntikan insulin sebaiknya dilakukan dengan mengangkat lipatan kulit. Hindari juga penyuntikan di area sekitar pusar guna mengurangi risiko cedera pada jaringan di sekitarnya dan memastikan penyerapan insulin yang optimal.
Sebelum menyuntikkan insulin, pastikan lokasi kulit yang akan disuntik dalam kondisi bersih. Jika Anda membersihkan kulit dengan alkohol, suntikkan insulin ketika alkohol telah sepenuhnya kering untuk menghindari rasa nyeri.
-
Menyuntikkan Insulin Pen
-
Gunakan salah satu tangan untuk memegang insulin pen dengan posisi ibu jari berada pada tombol injeksi. Pastikan untuk tidak menekan tombol injeksi sebelum jarum dimasukkan ke kulit.
-
Masukkan seluruh jarum ke dalam kulit secara cepat. Arahkan pada sudut 90 derajat (pada orang dewasa) atau 45 derajat (pada anak kecil dan orang dewasa yang sangat kurus). Anda tidak perlu mencubit kulit, kecuali jika Anda menggunakan jarum yang lebih panjang (6,8 hingga 12,7 mm).
-
Pastikan jarum sudah masuk sepenuhnya ke dalam kulit. Suntikkan insulin perlahan dan pastikan injection button telah sepenuhnya tertekan.
-
Hitunglah hingga 10 detik sebelum Anda menarik jarum.
-
Tarik jarum secara lurus keluar dari kulit.
-
Jika terdapat tetesan di lokasi suntikan, tekanlah area tersebut dengan lembut menggunakan jari atau tisu. Hindari menggosok lokasi suntikan setelah menyuntikkan obat, karena dapat membuat insulin bekerja terlalu cepat.
-
Setelah Injeksi
-
Setelah selesai menyuntikkan insulin, pasang kembali tutup luar jarum pada jarum. Putar dan lepaskan jarum dari insulin pen, lalu buanglah ke dalam plastik khusus limbah tajam.
-
Pasang kembali tutup pena pada insulin pen.
-
Simpan insulin pen sesuai dengan ketentuan pada kemasan obat.
Hindari menggunakan jarum suntik yang telah dipakai secara berulang dan jangan berbagi jarum atau pena dengan orang lain. Selalu cabut jarum tepat setelah Anda menyuntikkan dosis dan buanglah ke tempat sampah medis.
-
Teknik Penyimpanan Insulin Pen
-
Simpan insulin pen yang sudah digunakan pada suhu kamar maksimal satu bulan setelah pemakaian pertama dan sebelum tanggal kedaluwarsa.
-
Simpan insulin pen yang belum digunakan di dalam kulkas, namun jangan simpan di dalam freezer.
-
Cloudy insulin harus dicampur dengan baik sebelum digunakan. Putarlah secara perlahan sebanyak 20 kali atau dengan memiringkannya hingga kristal di dalamnya kembali larut ke dalam suspensi, menghasilkan larutan yang berwarna putih susu. Istilah cloudy insulin merujuk pada insulin dalam bentuk suspensi, seperti human insulin dan insulin campuran.
Perlu diingat, penggunaan insulin pen harus bersifat individual. Artinya, satu perangkat insulin pen hanya bisa digunakan untuk satu orang. Di samping itu, agar pengobatan bisa berjalan secara optimal, penderita diabetes juga perlu mengimbangi terapi insulin ini dengan pola hidup sehat.
Itulah penjelasan mengenai cara menggunakan insulin pen yang perlu dipahami oleh penderita diabetes. Di samping itu, perlu diketahui pula bahwa insulin pen hanya bisa digunakan apabila diagnosis diabetes sudah ditegakkan. Penggunaan insulin pen juga harus berdasarkan dosis yang dianjurkan oleh dokter, agar tidak memicu terjadinya berbagai efek samping.
Dalam hal ini, apabila Anda memiliki keluhan terkait dengan penyakit diabetes, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals guna memperoleh diagnosis yang akurat serta saran perawatan yang tepat.
Dokter dan tenaga medis profesional mungkin akan melakukan tahapan pemeriksaan serta metode pengobatan yang bervariasi, tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia di setiap rumah sakit. Namun, seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan tersebut akan dipastikan tetap sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Untuk memudahkan Anda, Siloam Hospitals juga menyediakan aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan fitur untuk melihat informasi jadwal praktik hingga reservasi dengan dokter terkait. Selain itu, aplikasi tersebut juga dapat digunakan untuk konsultasi langsung dengan dokter pilihan secara virtual.
Sumber
Cleveland Clinic. Insulin Pen Injections. Diakses pada 2024 | Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Mengenal Cara Pemakaian Insulin yang Praktis dan Mudah. Diakses pada 2024 | Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Pedoman Terapi Insulin pada Pasien Diabetes Melitus 2019. Diakses pada 2024 | ResearchGate. Evaluation of Subcutaneous Glucose Monitoring Systems under Routine Environmental Conditions. Diakses pada 2024 | Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Petunjuk Praktis Terapi Insulin Pada Pasien Diabetes Melitus. Diakses pada 2024 | Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Dasar Diabetes
5 Service/Item
Rp350.000
TERPOPULER
Skrining Komplikasi Diabetes
6 Service/Item
Rp690.000
TERPOPULER
Paket Pemeriksaan Diabetes Basic
Skrining Lite
4 Service/Item
Rp350.000
TERPOPULER
Paket Pemeriksaan Diabetes Advanced
Skrining Lite
10 Service/Item
Rp700.000
Kunjungan Dokter Spesialis Penyakit Dalam - Homecare
Rp640.000






