LINAC dan CT-linac, Kenali Perbedaannya!
Kesehatan Tubuh

LINAC dan CT-linac, Kenali Perbedaannya!

23 April 2026 4 menit waktu baca
perbedaan linac dan ct linac

Radioterapi merupakan salah satu pilihan penanganan bagi pasien kanker. Sebagai contoh, alat radioterapi yang banyak digunakan adalah LINAC atau linear accelerator, yaitu alat berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker pada tubuh.

 

Seiring perkembangan teknologi, kini tersedia pula LINAC yang terintegrasi dengan alat pencitraan medis CT scan. Teknologi yang disebut integrated CT-linac ini dirancang untuk mendukung perencanaan dan pemberian radiasi secara lebih terarah. Lantas, apa saja perbedaan antara LINAC dan CT-linac? Simak penjelasannya di artikel berikut.

 

Perbedaan LINAC dan CT-linac

 

LINAC atau linear accelerator adalah alat radioterapi eksternal yang menggunakan sinar radiasi tinggi dari luar tubuh. Alat ini digunakan untuk menghancurkan sel kanker tanpa merusak jaringan sekitarnya. 

 

Di sisi lain, CT-linac merupakan pengembangan dari teknologi LINAC yang diintegrasikan dengan CT scan. LINAC dan CT-linac sama-sama bertujuan untuk menangani jenis kanker yang terletak pada area vital, seperti kepala dan leher, tetapi sistem LINAC yang terintegrasi dengan CT scan membantu membuat proses radioterapi berjalan dengan lebih efisien, presisi, dan berfokus pada kenyamanan pasien.

 

Beberapa hal yang membedakan LINAC dan CT-linac adalah sebagai berikut:

 

1. Integrasi dengan CT Scan

 

Sebelum radiasi diberikan, dokter perlu melakukan pencitraan untuk membantu pemetaan dan perencanaan target radiasi. Pada LINAC, tahapan pencitraan umumnya dapat dilakukan dengan MRI atau CT scan. Akan tetapi, alat pencitraan ini tidak terintegrasi secara langsung dengan alat LINAC, sehingga proses pencitraan tidak bisa dilakukan sekaligus dan memakan waktu lebih lama. 

 

Sementara itu, CT-linac menggabungkan LINAC dan CT scan dalam satu sistem, sehingga pencitraan dapat dilakukan langsung pada alat yang sama sebelum penyinaran. Integrasi ini juga membantu menjaga posisi pasien tetap konsisten dan mendukung perencanaan radiasi yang lebih cepat dan tepat. 

 

2. Dukungan Teknologi Artificial Intelligence (AI)

 

Dalam radioterapi LINAC, dokter perlu melalui tahap delineasi dan perencanaan. Pada LINAC konvensional, area target radiasi ditentukan oleh dokter dengan menggambar organ tubuh pasien lapis demi lapis, lalu diikuti dengan penentuan arah sinar radiasi yang disesuaikan. 

 

Pada CT-linac, kedua hal tersebut juga dilakukan. Namun, dengan dukungan integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam CT-linac, dokter dapat menggunakan template gambar organ tubuh dari sistem. Selain itu, sistem auto-planning pada CT-linac juga bisa merekomendasikan arah sinar radiasi sesuai kondisi pasien. Meski demikian, dokter akan tetap melakukan penyesuaian untuk memastikan ketepatan terapi.

 

3. Waktu yang Dibutuhkan 

 

Secara umum, LINAC dan CT-linac memiliki tahapan radioterapi yang serupa, mulai dari CT simulation, pemetaan area tubuh yang memerlukan radiasi, perencanaan, hingga penyinaran. Perbedaannya terletak pada waktu yang dibutuhkan, di mana CT-linac memungkinkan seluruh proses dilakukan dengan lebih cepat.

 

Karena terintegrasi dengan CT scan, tahapan seperti penyesuaian posisi dan pemindahan data dapat diminimalkan, sehingga waktu CT simulation dapat dipersingkat dari sekitar 20 menit menjadi 5–10 menit. Selain itu, proses delineasi dan perencanaan yang pada LINAC konvensional dapat memakan waktu hingga 2–6 jam, pada CT-linac dapat dilakukan dalam waktu sekitar 10–15 menit dengan bantuan AI.

 

Dengan begitu, rangkaian proses radioterapi yang sebelumnya membutuhkan waktu beberapa hari bisa diselesaikan dalam satu hari. Dengan alur yang efisien, perubahan fisik dan ukuran tumor pasien yang memengaruhi akurasi prosedur bisa diminimalkan.

 

Apakah Risiko Efek Samping LINAC dan CT-linac Sama?

 

Meski LINAC dan CT-linac merupakan prosedur yang umumnya aman untuk dilakukan, keduanya tetap saja memiliki risiko efek samping yang patut untuk diwaspadai. Secara umum, risiko efek samping dari kedua alat ini hampir sama karena lebih bergantung pada area tubuh yang diobati dan dosis radiasi yang diberikan. 

 

 Beberapa risiko efek samping yang mungkin terjadi setelah radioterapi meliputi:

 

  • Kelelahan.

  • Lemas.

  • Mual dan muntah.

  • Rambut rontok pada area yang ditangani.

  • Penurunan nafsu makan untuk sementara waktu.

  • Perubahan pada kulit. 

  • Reaksi alergi pada pasien yang sensitif terhadap zat kontras.

 

Itulah perbedaan LINAC dan CT-linac yang perlu diketahui. Perlu diingat bahwa radioterapi hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis dikonfirmasi dan kondisi pasien dipastikan sesuai dengan kriteria untuk menjalani prosedur ini.

 

Apabila memerlukan arahan lebih lanjut terkait rencana perawatan radioterapi, Anda dapat mencari informasi tambahan melalui konsultasi second opinion. Pertimbangkan layanan berstandar internasional, teknologi medis terkini, serta tenaga medis berpengalaman saat memilih rumah sakit kanker terbaik untuk konsultasi dan pengobatan Anda.

 

Anda juga dapat mengunjungi Dokter Spesialis Onkologi Radiasi di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi jika Anda maupun orang terdekat memerlukan evaluasi, diagnosis, serta saran perawatan lebih lanjut.

 

Layanan CT-linac yang pertama di Asia Tenggara kini telah hadir di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Teknologi ini menggabungkan CT scan dan LINAC dalam satu rangkaian terapi agar perawatan kanker menjadi semakin presisi, efisien, dan nyaman bagi pasien. 

 

Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi kanker dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

International Journal of Radiation Oncology, Biology, Physics. Radiation-induced anatomic changes during fractionated head & neck radiotherapy: a pilot study using an integrated CT-LINAC system. Diakses pada 2026 | United Imaging Healthcare. Radiotherapy System: CT-linac & uRT. Diakses pada 2026

Dokter Kami
dr-denny-handoyo-sponkrad

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Denny Handoyo Kirana, SpOnkRad (K), MH

Onkologi Radiasi

Subspesialisasi Onkologi Radiasi Keganasan Abdomino-Pelviks


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

drdr-fielda-djuita-sponkrad

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Fielda Djuita, SpRad (K) Onk.Rad

Onkologi Radiasi

Spesialis Onkologi Radiasi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dr-dewi-syafriyetti-soeis-spradkonkrad

Kunjungi Rumah Sakit

DR. dr. Dewi Syafriyetti Soeis, SpRad (K) Onk

Onkologi Radiasi

Spesialis Onkologi Radiasi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail