Cara Menggunakan Turbuhaler untuk Redakan Sesak Napas
Kesehatan Tubuh

Cara Menggunakan Turbuhaler untuk Redakan Sesak Napas

30 Mei 2025 4 menit waktu baca
cara menggunakan turbuhaler

Asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah dua jenis gangguan pernapasan yang kerap membuat penderitanya kesulitan untuk bernapas. Untuk membantu meredakan gejala tersebut, penderita asma dan PPOK biasanya diresepkan inhaler oleh dokter. Berdasarkan bentuknya, inhaler dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah turbuhaler. Lantas, bagaimana cara menggunakan turbuhaler? Mari simak dalam artikel ini.

 

Apa itu Turbuhaler?

 

Sumber: HealthyWA

 

Turbuhaler adalah salah satu jenis dry powder inhaler yang dapat digunakan untuk membantu meredakan gejala asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Perangkat inhaler jenis ini tersedia dalam bentuk silinder berwarna putih dan bagian dasar (grip) yang berwarna. Turbuhaler juga dilengkapi dengan dose counter yang memungkinkan seseorang untuk melihat jumlah dosis yang tersisa di dalam perangkat.

 

Jenis inhaler turbuhaler tersedia untuk beberapa macam zat aktif, antara lain budesonide (kortikosteroid), terbutaline (bronkodilator), serta kombinasi formoterol (bronkodilator) dan budesonide (kortikosteroid).

 

Cara Menggunakan Turbuhaler

 

Perlu dipahami bahwa penggunaan turbuhaler tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Sebab, dilansir dari National Asthma Council Australia, penggunaan inhaler yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya kekambuhan (flare-up) yang berat dan perparahan penyakit pada penderita asma serta PPOK. Beberapa kesalahan umum yang kerap dilakukan oleh seseorang saat menggunakan turbuhaler adalah sebagai berikut:

 

  • Tidak mengembuskan atau mengeluarkan napas sepenuhnya sebelum menghirup turbuhaler.

  • Tidak memutar grip turbuhaler sepenuhnya.

  • Menghirup turbuhaler dengan terlalu lambat dan lemah.

  • Tidak menahan napas setelah menghirup obat.

  • Mengembuskan napas ke dalam perangkat turbuhaler (bisa meningkatkan kelembapan di dalam perangkat, sehingga berisiko merusak kandungan obat).

  • Tidak menutup turbuhaler dengan benar setelah digunakan.

  • Menggunakan inhaler yang kosong (tidak terisi obat) atau sudah kedaluwarsa.

  • Tidak memberikan jeda waktu dari satu dosis ke dosis berikutnya. 

  • Tidak menyimpan turbuhaler dengan benar.

 

Dalam hal ini, National Asthma Council Australia juga menginformasikan cara menggunakan turbuhaler yang tepat agar terhindar dari kesalahan-kesalahan di atas yang bisa memengaruhi efektivitas obat. Lebih jelasnya, berikut adalah langkah-langkah penggunaan turbuhaler:

 

  1. Buka penutup turbuhaler dengan menarik tutupnya yang berwarna putih ke atas.

  2. Periksa penghitung dosis obat (dose counter) pada perangkat turbuhaler.

  3. PastikantTurbuhaler tetap dalam posisi tegak lurus, lalu putar grip turbuhaler yang berada di bagian bawah sebanyak dua kali. Lakukan putaran kedua ke arah yang berlawanan dari putaran pertama sampai terdengar bunyi ‘klik’.

  4. Pastikan untuk tidak mengguncangkan turbuhaler.

  5. Embuskan napas terlebih dahulu sebelum menggunakan turbuhaler. Jauhkan inhaler dari mulut dan pastikan untuk tidak mengembuskan napas ke dalam turbuhaler.

  6. Dengan dagu sedikit terangkat, masukkan corong perangkat turbuhaler ke dalam mulut dan tutup bibir rapat-rapat. Pastikan juga untuk tidak menggigit corong Ttrbuhaler maupun menutupi ventilasi udara pada perangkatnya.

  7. Tarik napas dengan kuat sedalam mungkin.

  8. Tahan napas selama kurang lebih 5–10 detik.

  9. Keluarkan turbuhaler dari mulut.

  10. Embuskan napas secara perlahan (jauh dari turbuhaler).

  11. Jika diperlukan lebih dari satu dosis, Anda bisa mengulangi langkah-langkah di atas. Pastikan memberikan jeda waktu antar pemberian dosis.

  12. Membersihkan bagian mouthpiece dengan tisu kering.

  13. Pasang kembali tutup turbuhaler dengan rapat.

  14. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun setelah menggunakan inhaler.

  15. Berkumur setelah menggunakan inhaler untuk membantu mencegah infeksi pada mulut.

 

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menggunakan Turbuhaler

 

Selain memahami cara menggunakan turbuhaler yang tepat, penting pula bagi penderita asma dan PPOK untuk memperhatikan hal-hal lainnya. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan turbuhaler adalah sebagai berikut:

 

  • Memeriksa tanggal kedaluwarsa turbuhaler. Efektivitas obat yang kedaluwarsa biasanya sudah menurun atau bahkan bisa memicu efek samping tertentu ketika digunakan, seperti memburuknya sesak napas.

  • Selalu memeriksa sisa dosis obat di dalam perangkat turbuhaler.

  • Jangan lupa untuk selalu membawa turbuhaler, terutama bagi penderita asma dan PPOK yang sering mengalami kekambuhan.

  • Menghindari menggunakan turbuhaler bersama dengan orang lain. Sebab, hal tersebut bisa meningkatkan risiko penularan berbagai penyakit lain.

  • Menghindari menggunakan turbuhaler lebih dari dosis yang dianjurkan oleh dokter.

  • Berkumur setelah menggunakan turbuhaler untuk meminimalkan risiko terjadinya iritasi, mulut kering, karies gigi, gusi bengkak, periodontitis (peradangan yang terjadi pada gusi dan struktur di sekitar gigi), dan kandidiasis. Beberapa zat yang terkandung di dalam turbuhaler, seperti kortikosteroid bisa menempel di mulut dalam jangka waktu yang lama, sehingga rentan memicu berbagai efek samping tersebut.

  • Menyimpan turbuhaler dengan tepat. Pastikan untuk meletakkan turbuhaler di suhu ruang, terhindari dari cahaya matahari langsung dan kelembaban, serta jauh dari jangkauan anak-anak.

 

Demikian penjelasan mengenai cara menggunakan turbuhaler yang perlu diperhatikan agar efektif menangani gangguan pernapasan. Namun, perlu diketahui bahwa penggunaan turbuhaler harus tetap disesuaikan dengan anjuran dokter. Selain itu, pasien juga hanya bisa menggunakan obat ini apabila diagnosis telah ditegakkan oleh dokter.

 

Maka dari itu, akan lebih baik untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pulmonologi (Paru) di Siloam Hospitals terdekat terlebih dahulu guna memperoleh penanganan yang tepat terkait dengan keluhan masalah pernapasan.

 

Sebagai informasi, prosedur pemeriksaan dan metode pengobatan yang dilakukan di setiap rumah sakit mungkin bisa berbeda, tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh prosedur medis tersebut sudah sesuai dengan kondisi pasien.

Apabila direkomendasikan oleh dokter, Anda juga bisa melakukan Skrining Kesehatan Paru dengan memesan paketnya melalui aplikasi MySiloam. Dengan memesan paket ini, Anda bisa mendapatkan pemeriksaan darah lengkap, rontgen dada, spirometri, serta layanan chat untuk konsultasi virtual dengan dokter pilihan.

Sumber

Kemenkes. Tips Penggunaan Turbuhaler sebagai Pengontrol Sesak. Diakses pada 2024 | Kemenkes. Penggunaan Dry Powder Inhaler dan Nebulizer pada Gangguan Pernapasan. Diakses pada 2024 | Healthy WA. How to Use a Turbuhaler. Diakses pada 2024 | National Asthma. Inhaler Technique for People with Asthma od COPD. Diakses pada 2024 | About Kisds Health. Asthma Using a Turbuhaler. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-oka-wijaya-spp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Oka Wijaya, SpP

Pulmonologi (Paru)

Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magdalena-sirait-spp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magdalena Sirait, SpP

Pulmonologi (Paru)

Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-victor-nugroho-wijaya-spp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Victor Nugroho Wijaya, SpP, F. Pulmonologi Intervensional Lanjut

Pulmonologi (Paru)

Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail