Ibu dan Anak
Pengobatan DBD pada Bayi Beserta Cara Pencegahannya

Table of Contents
Cara pengobatan DBD pada bayi benar-benar harus dipahami orang tua karena penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di sebagian negara Asia, termasuk Indonesia. Adapun penyebab penyebaran penyakit DBD berasal dari nyamuk Aedes aegypti betina. Mari simak cara pengobatan penyakit DBD pada bayi beserta cara pencegahan DBD melalui artikel di bawah ini.
Gejala Penyakit DBD pada Bayi
Gejala DBD pada bayi sangat beragam. Umumnya, gejala ini mulai muncul setelah empat hingga sepuluh hari pasca gigitan nyamuk. Virus dengue yang ada pada nyamuk inilah yang menjadi pemicu terjadinya demam berdarah.
Umumnya, terdapat sembilan gejala DBD pada bayi yang biasa muncul:
- Demam tinggi mulai dua hingga tujuh Suhu demam bervariasi dari mulai 39oC hingga 41oC (derajat Celcius).
- Gangguan pencernaan yang disertai dengan nyeri perut, mual, dan muntah.
- Sama sekali tidak mau menyusu dan nafsu makan berkurang secara drastis.
- Selalu terlihat mengantuk.
- Tanpa disadari, bayi jadi jauh lebih rewel dibandingkan biasanya.
- Muncul ruam pada kulit.
- Demam disertai gusi berdarah atau mimisan.
- Terdapat darah pada muntah, urine, atau kotoran.
- Mengalami sesak napas.
Apabila gejala-gejala di atas terlihat muncul pada si kecil, pastikan untuk membawanya segera ke rumah sakit agar bisa mendapatkan cara pengobatan DBD pada bayi lebih lanjut untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Cara Pengobatan Penyakit DBD pada Bayi
Sampai saat ini sebenarnya tidak ada metode pengobatan khusus yang diklaim mampu mengobati DBD pada bayi. Pihak rumah sakit dan dokter ahli akan membantu untuk meminimalkan gejala yang muncul pada si kecil dan menghindari potensi terjadinya penyakit komplikasi. Pada dasarnya, pihak rumah sakit akan memberikan penanganan khusus agar tubuh bayi menjadi kuat dan bisa melawan virus dengue secara alami.
Mengobati DBD pada anak sebaiknya dilakukan di rumah sakit dan dipantau langsung oleh dokter ahli hingga kondisinya benar-benar membaik. Apabila dokter sudah mengizinkan si kecil untuk pulang ke rumah, tentu saja ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan oleh orang tua seperti:
- Pastikan bayi tidak mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Berikan asupan cairan dengan intensitas lebih tinggi dari biasanya. Untuk bayi berusia 0 hingga 6 bulan, hanya ASI yang bisa diberikan. Asupan air bisa diberikan untuk bayi yang berusia 6 bulan atau lebih.
- Untuk meredakan demam pada bayi, orang tua bisa memberikan obat penurun demam yang diberikan oleh dokter ketika pemeriksaan awal dilakukan.
- Pastikan bayi mendapatkan porsi istirahat yang cukup.
Selain itu, cara pengobatan DBD pada bayi yang dapat dilakukan adalah memastikan jika bayi Anda tidak kembali digigit oleh nyamuk Aedes aegypti selama proses penyembuhan berlangsung. Hingga saat ini, belum ada vaksin yang bisa mencegah penyebaran virus dengue pada bayi. Vaksin dengue sendiri hanya bisa diberikan kepada anak yang sudah berusia 9 hingga 16 tahun.
Cara Mencegah Penyakit DBD pada Bayi
Memahami tindakan pencegahan sama pentingnya dengan memahami cara pengobatan DBD pada bayi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua agar bayi terhindar dari penyakit DBD:
- Oleskan obat anti nyamuk dengan kandungan DEET 7-20% pada bayi Anda atau bisa juga menggunakan IR3535 dan picaridin. Penting untuk dipahami jika obat tersebut hanya diperuntukkan bagi bayi yang sudah berusia 2 bulan atau lebih.
- Berikan bayi pakaian dari bahan katun yang longgar dan menutupi permukaan tangan dan kakinya, terutama ketika hendak dibawa ke luar rumah.
- Pasang kelambu atau jaring anti nyamuk pada stroller atau kereta bayi dan tempat tidur bayi untuk menghindarkan bayi dari nyamuk yang berkeliaran.
- Jika memungkinkan, pasang juga jaring anti nyamuk tersebut pada pintu dan jendela rumah Anda. Tujuannya agar nyamuk tidak bisa masuk ke dalam rumah dan menggigit bayi Anda.
- Jangan lupa untuk membersihkan semua jenis tempat penampungan yang ada di rumah seperti vas bunga, bak mandi, ember, saluran air, dan lain sebagainya. Tempat-tempat tersebut berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti yang sangat berbahaya.
- Setelah dibersihkan, tutup barang atau tempat yang berpotensi menampung air tersebut. Jika memang tidak terlalu sering digunakan, sebaiknya segera disimpan atau buang ke tempat sampah karena barang-barang tersebut sangat mudah dijadikan sarang oleh nyamuk.
- Jika kondisi kesehatan si kecil semakin memburuk, segera kunjungi dokter ahli atau rumah sakit terdekat.
Demikian informasi mengenai cara mengobati DBD pada bayi. Penting untuk diketahui bahwa gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi DBD pada bayi. Artinya, gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Pediatri (Anak) di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahap pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait DBD pada bayi dapat berbeda tergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







