Kolik pada Bayi - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Ibu dan Anak

Kolik pada Bayi - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
 kolik pada bayi

Kolik pada bayi adalah keadaan yang umum terjadi dan biasanya bukan dianggap sebagai masalah kesehatan, terutama jika terjadi pada bayi baru lahir. Gejala ini sering kali ditandai dengan tangisan berjam-jam yang sulit diredakan.

 

Salah satu penyebab kolik adalah ketidaknyamanan yang dirasakan oleh bayi, baik terkait dengan pencernaan maupun suhu lingkungan. Kolik terjadi karena bayi belum dapat mengekspresikan perasaannya. Lantas, bagaimana cara mengatasi kolik pada bayi? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan lengkap di bawah ini.

 

Apa itu Kolik pada Bayi?

 

Kolik adalah kondisi ketika bayi menangis tanpa henti selama berjam-jam dan tanpa alasan yang jelas. Hal ini dikarenakan bayi masih belum mampu mengekspresikan rasa tidak nyaman yang tengah ia rasakan.

 

Bayi dengan kolik biasanya menangis lebih dari 3–4 jam sehari dan dialami ketika memasuki usia sekitar 6–8 minggu. Kondisi ini akan berangsur membaik ketika si kecil berusia 8–14 minggu. Meski umumnya tidak membahayakan, sebaiknya ibu jangan menyepelekan kondisi kolik pada bayi. Sebab, ada berbagai gejala mirip kolik yang bisa menimbulkan komplikasi bila tidak segera ditangani.

 

Penyebab Kolik pada Bayi

 

Pada umumnya kondisi kolik pada bayi terjadi ketika bayi merasakan ketidaknyamanan pada area perut. Mengingat bahwa di usianya saat itu, bayi masih sulit dalam mencerna makanan. Kolik juga bisa dipicu oleh lingkungan yang menurut si kecil tidak nyaman, seperti suhu ruangan yang terlalu panas atau dingin. Selain itu, bayi dengan kelahiran prematur, memiliki ibu perokok, atau ketika sistem sarafnya belum berkembang dengan baik juga lebih berisiko mengalami kolik.

 

Gejala Kolik pada Bayi

 

Menangis dan rewel adalah perilaku yang cukup normal pada bayi. Namun, terdapat beberapa perbedaan tangisan pada bayi yang menderita kolik. Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat dijadikan pembeda antara tangisan biasa dengan kolik pada bayi, antara lain:

 

  • Menangis secara intens dan tidak dapat dihentikan. Tangisan karena kolik biasanya terdengar sengsara dan bernada tinggi, bahkan dapat membuat wajah bayi memerah.

  • Waktu menangis dapat diprediksi. Sering kali bayi dengan kolik menangis pada waktu yang sama, yaitu saat sore dan malam hari.

  • Tidak ada penyebab pasti. Normalnya, tangisan pada bayi disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti lapar atau popok yang penuh. Namun, jika tangisan tersebut tidak disertai alasan yang jelas, maka menandakan bahwa bayi mengalami kolik.

  • Perubahan postur bayi. Ketika mengalami kolik, bayi juga akan menunjukkan perubahan postur tubuh, seperti kaki melingkar, tangan mengepal, dan otot perut mengencang.

 

Tanda Bayi Kolik yang Perlu Diwaspadai

 

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, kolik pada bayi adalah kondisi yang normal. Namun, segera konsultasikan pada dokter jika tangisan bayi disertai dengan tanda-tanda lain yang mengkhawatirkan, seperti:

 

  • Usia bayi di atas 4 bulan.

  • Pola buang air kecil dan BAB tidak normal, seperti konsistensi lebih lembek/padat, berbau busuk/asam, perubahan warna, dan frekuensi BAB.

  • Suara tangisan terdengar seperti teriakan.

  • Berat badan bayi tidak mengalami peningkatan.

  • Tubuh bayi terkulai ketika diangkat.

  • Bayi kehilangan nafsu makan.

  • Beberapa bagian kulit bayi terlihat pucat.

  • Ubun-ubun bayi terlihat lebih menonjol.

  • Mengalami kesulitan bernapas.

 

Komplikasi Akibat Kolik pada Bayi

 

Pada umumnya tidak ada komplikasi serius yang timbul pada bayi dengan kolik. Namun, kondisi ini rentan berpengaruh pada kondisi kesehatan orang tua bayi karena stres dan cemas. Apabila ibu mengalami stres, maka dampaknya adalah sebagai berikut:

 

  • Risiko depresi pasca persalinan atau baby blues syndrome meningkat.

  • Ibu dipenuhi rasa bersalah, marah, tidak berdaya, dan lelah.

  • Ibu enggan menyusui dan berhenti menyusui dini.

  • Dalam kondisi parah, orang tua dapat mengguncang bayi tanpa sadar, sehingga dapat memicu kondisi shaken baby syndrome.

 

Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya orang tua mempelajari materi-materi parenting untuk bayi dan memahami kemungkinan adanya gangguan atau kondisi yang dialami bayi setelah lahir, salah satunya seperti kolik.

 

Mintalah bantuan keluarga atau teman untuk menangani kondisi ini. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter atau psikolog agar mendapatkan bantuan yang tepat dalam menjaga kesehatan mental Anda.

 

Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran orang tua terhadap kondisi kolik. Ingatlah bahwa kondisi ini hanya berlangsung sementara dan fase ini akan terlewati. Berhenti menyalahkan diri sendiri dan usahakan beristirahat dengan cukup.

 

Cara Mengatasi Kolik pada Bayi

 

Kolik pada bayi memang sulit dihentikan. Bahkan, tidak ada perawatan medis khusus yang terbukti efektif dalam mengatasi kondisi ini. Pilihan perawatan untuk kolik adalah pemberian obat pereda gas, bisa juga dengan probiotik untuk menjaga keseimbangan alami bakteri baik di saluran pencernaan. Meski begitu, hal ini masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut.

 

Sementara itu, beberapa strategi perawatan kolik pada bayi di rumah yang bisa dilakukan oleh orang tua antara lain:

 

  • Usahakan memberi ASI eksklusif.

  • Memastikan bayi tidak dalam kondisi perut kosong terlalu lama.

  • Mengganti popok yang sudah penuh agar tetap nyaman.

  • Memberikan dot bayi.

  • Memandikan bayi dengan air hangat agar bayi merasa lebih tenang.

  • Menepuk pelan dan mengusap punggung bayi.

  • Mencoba berinteraksi dengan bayi.

  • Membawa bayi jalan-jalan dengan stroller.

  • Menempatkan bayi di ayunan atau kursi bergetar.

  • Memutarkan musik dengan volume pelan (di bawah 70 desibel).

  • Melakukan konsultasi dengan dokter anak.

 

Itulah informasi seputar penyebab kolik pada bayi dan cara mengatasinya. Jika si kecil menunjukkan gejala kolik yang tidak kunjung berhenti setelah mencoba beberapa cara di atas, segera kunjungi Dokter Spesialis Pediatri (Anak) di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 5

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail