Pentingnya Cek Fungsi Hati Rutin untuk Pengobatan Penyakit Liver
Kesehatan Tubuh

Pentingnya Cek Fungsi Hati Rutin untuk Pengobatan Penyakit Liver

01 November 2025 6 menit waktu baca
pentingnya pengecekan fungsi hati untuk kondisi pasien pengobatan jangka panjang

Cek fungsi hati adalah salah satu skrining kesehatan yang penting dilakukan secara rutin oleh penderita penyakit liver untuk mengevaluasi efektivitas pengobatan yang sedang dijalani serta menghindari berbagai risiko komplikasi serius. Lantas, apa saja prosedur cek fungsi hati yang perlu dilakukan? Mari simak ulasannya dalam artikel berikut.

 

Pentingnya Cek Fungsi Hati untuk Mengontrol Penyakit Liver Jangka Panjang

 

Cek fungsi hati merupakan prosedur pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk mengukur kadar zat kimia tertentu yang menjadi biomarker atau penanda fungsi hati. 

 

Selain untuk mengantisipasi berbagai gangguan kesehatan, cek fungsi hati juga penting dilakukan oleh penderita penyakit liver untuk mengevaluasi efektivitas pengobatan jangka panjang serta mengantisipasi efek samping penggunaan obat-obatan yang dapat memengaruhi liver (misal, obat-obatan anti tuberkulosis). Kenapa demikian?

 

Dengan melakukan skrining fungsi hati secara menyeluruh, penderita penyakit liver dapat mengetahui perkembangan penyakit dan efektivitas pengobatan yang sedang dijalani. Sedangkan untuk pasien tuberkulosis, pemeriksaan ini digunakan untuk memantau fungsi hati selama mengonsumsi obat anti tuberkulosis. Selain itu, beberapa hal yang menjadi alasan pentingnya melakukan cek fungsi hati adalah sebagai berikut:

  • Menjaga kesehatan hati secara menyeluruh.
  • Memantau perkembangan penyakit liver.
  • Memeriksa tingkat kerusakan yang terjadi pada hati.
  • Mengevaluasi keberhasilan pengobatan penyakit liver serta memantau kemungkinan timbulnya efek samping dari pengobatan.

 

Prosedur Cek Fungsi Hati

 

Cek fungsi hati dilakukan dengan memeriksa berbagai zat kimia yang berkaitan dengan fungsi hati di dalam darah, seperti kadar enzim SGOT, SGPT, GGT, albumin, bilirubin, dan lain-lain. Berikut penjelasan lengkapnya.



1. Pemeriksaan Fungsi Hati SGPT (ALT)

 

Pemeriksaan fungsi hati SGPT atau alanine aminotransferase (ALT) merupakan salah satu jenis pemeriksaan fungsi hati untuk mendeteksi kadar SGPT (serum glutamic pyruvic transaminase) di dalam darah.

 

Pada kondisi normal, enzim SGPT ini lebih banyak ditemukan pada sel-sel hati dan hanya sedikit yang masuk ke dalam darah. Normalnya, kadar enzim ALT di dalam darah yaitu sekitar 7–55 U/L. Namun, jika organ hati mengalami peradangan atau kerusakan, enzim SGPT tersebut akan melebihi batas normal.

 

2. Pemeriksaan Fungsi Hati SGOT (AST)

 

Pemeriksaan fungsi hati SGOT atau aspartate transaminase (AST) dilakukan dengan memeriksa kadar enzim SGOT (serum glutamic-oxaloacetic transaminase) di dalam darah.

 

Serupa dengan enzim SGPT, enzim SGOT juga lebih banyak ditemukan pada jaringan atau sel-sel hati, meski dapat ditemukan pula pada organ jantung atau ginjal. Apabila ditemukan enzim SGOT dalam darah dengan kadar tinggi, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya kerusakan pada organ hati. Perlu diketahui, kadar normal enzim AST pada orang dewasa adalah sekitar 8–48 U/L.

 

3. Pemeriksaan Fungsi Hati SGOT-SGPT

 

Pemeriksaan fungsi hati SGOT-SGPT merupakan skrining kesehatan yang mengombinasikan pemeriksaan kadar enzim SGOT serta enzim SGPT di dalam darah. Tujuan pemeriksaan fungsi hati satu ini adalah untuk mendeteksi penyakit hepatitis atau sirosis hati hingga menilai efektivitas pengobatan.

 

4. Pemeriksaan Fungsi Hati Gamma GT

 

Pemeriksaan fungsi hati gamma GT adalah skrining kesehatan dengan memeriksa kadar enzim gamma-glutamyl transferase (GGT) di dalam darah. Enzim tersebut dapat meningkat di dalam darah apabila terjadi kerusakan pada organ hati dan saluran empedu.

 

Karena itu, pemeriksaan ini sering kali digunakan untuk mendiagnosis gangguan liver atau masalah pada saluran empedu seperti kerusakan hati akibat konsumsi alkohol berlebihan, perlemakan hati, hepatitis kronik, dan lain-lain. 

 

5. Pemeriksaan Enzim Fosfatase Alkali

 

Enzim fosfatase alkali atau alkaline phosphatase (ALP) merupakan senyawa kimia yang berfungsi untuk membantu memecah protein di dalam tubuh. Salah satu organ tubuh yang bertugas memproduksi enzim ALP adalah hati.

 

Oleh karenanya, pemeriksaan enzim fosfatase alkali umum dilakukan dalam cek fungsi hati guna membantu mendiagnosis serta mengevaluasi penyakit sirosis dan peradangan pada hati. Selain untuk mengevaluasi fungsi hati, pemeriksaan enzim fosfatase alkali ini juga dapat membantu mendeteksi gangguan pada tulang ataupun kekurangan protein.

 

Sebelum menjalani pemeriksaan ini, pasien dianjurkan untuk berpuasa selama 12 jam sebelum pengambilan sampel darah.

 

6. Pemeriksaan Kadar Albumin

 

Albumin adalah protein yang diproduksi oleh hati. Apabila pemeriksaan kadar albumin menunjukkan hasil yang terlalu rendah, yaitu kurang dari 3,5 g/dL, maka hal tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan hati.

 

7. Pemeriksaan Kadar Albumin dan Globulin

 

Pemeriksaan kadar albumin dan globulin sering digunakan untuk mendeteksi gangguan pada produksi protein serta mengevaluasi fungsi hati dalam menjalankan proses metabolisme tubuh.

 

8. Pemeriksaan Kadar Bilirubin

 

Bilirubin adalah zat berwarna oranye-kuning yang diproduksi organ hati dari hasil proses metabolisme sel darah merah yang telah mati. Pemeriksaan kadar bilirubin ini penting dilakukan untuk mendeteksi kerusakan pada organ hati atau masalah pada saluran empedu. Seseorang dapat dicurigai menderita penyakit liver atau masalah saluran empedu apabila kadar bilirubin di dalam darahnya melebihi 1,2 mg/dL.

 

9. Pemeriksaan Hepatitis

 

Pemeriksaan hepatitis juga termasuk salah satu skrining fungsi hati untuk mendeteksi keberadaan antibodi ataupun antigen virus hepatitis. Beberapa metode pemeriksaan yang umum dilakukan dalam skrining hepatitis adalah:

 

Antibodi Hepatitis A (IgM)

 

Tes antibodi hepatitis A dilakukan dengan memeriksa keberadaan antibodi IgM dari virus hepatitis A (HAV) di dalam darah. Pemeriksaan ini kerap digunakan untuk mendiagnosis penyebab penyakit kuning (jaundice) serta menilai kekebalan tubuh terhadap penyakit hepatitis A.

 

Antigen Hepatitis B

 

Tes antigen hepatitis B bertujuan untuk mendeteksi risiko penyebaran virus hepatitis B (HBV).

 

Antibodi Hepatitis B

 

Skrining antibodi hepatitis B merupakan prosedur pemeriksaan yang digunakan untuk menentukan status kekebalan tubuh terhadap infeksi virus hepatitis B (HBV), menilai kebutuhan seseorang untuk memperoleh vaksinasi hepatitis B, menilai respons vaksinasi hepatitis B, hingga mendiagnosis infeksi HBV.

 

Antibodi Hepatitis C

 

Skrining antibodi hepatitis C adalah pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi infeksi virus hepatitis C (HCV), menilai kekebalan tubuh terhadap infeksi HCV, serta mencegah perkembangan komplikasi dari berbagai penyakit liver, seperti sirosis hati dan gagal hati.

 

10. Pemeriksaan Penanda Tumor Hati (AFP)

 

Alpha fetoprotein (AFP) merupakan protein yang berperan sebagai penanda tumor hati di dalam tubuh. Protein ini dapat dideteksi melalui pengambilan sampel darah untuk membantu diagnosis kanker hati.

 

Selain itu, pemeriksaan penanda tumor hati (AFP) juga dapat dilakukan untuk memantau perkembangan hasil pengobatan kanker hati serta mendeteksi keberadaan kanker hati yang berisiko muncul kembali setelah menjalani prosedur pengobatan.

 

Cegah Komplikasi Penyakit Liver dengan Cek Fungsi Hati secara Rutin

 

Siloam Hospitals menjadi salah satu penyedia layanan kesehatan yang menyediakan paket cek fungsi hati secara menyeluruh. Tak perlu ragu, Siloam Hospitals telah dilengkapi oleh fasilitas medis dan peralatan laboratorium berteknologi canggih sehingga dapat memberikan hasil pemeriksaan yang komprehensif dan akurat.

 

Kunjungi laman Cek Laboratorium pada situs web Siloam Hospitals untuk memesan paket skrining fungsi hati dengan mudah dan praktis. Bahkan, tersedia pula fitur Patient Portal yang dapat diakses melalui aplikasi MySiloam untuk memantau hasil pemeriksaan secara online.

 

Seperti yang telah dijelaskan, cek fungsi hati merupakan prosedur pemeriksaan yang penting dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pengobatan serta untuk menghindari risiko berbagai komplikasi penyakit liver. Maka dari itu, lakukan pemeriksaan fungsi hati secara rutin dengan memesan paket Medical Check Up - Skrining Fungsi Hati dari Siloam Hospitals sekarang juga.


Untuk menentukan metode pemeriksaan fungsi hati yang sesuai dengan kondisi tubuh, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospitals terdekat di kota Anda. Buat jadwal pertemuan dengan dokter Siloam Hospitals secara praktis melalui fitur Cari Dokter yang tersedia pada aplikasi MySiloam. Mulai dengan satu langkah, mari lakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail