Kesehatan Tubuh
Mengenal Choledochal Cyst, Ini Penyebab dan Gejalanya

Table of Contents
Choledochal cyst adalah salah satu kondisi medis langka yang sering kali luput dari perhatian karena menyerupai gangguan pencernaan biasa. Apabila tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini berisiko berkembang menjadi komplikasi serius, seperti kanker. Mari waspadai kondisi ini dengan mengenal penyebab, gejala, hingga pengobatannya pada artikel berikut.
Apa Itu Choledochal Cyst (Kista Koledokus)?
Choledochal cyst adalah pelebaran abnormal pada saluran empedu, yaitu saluran yang mengalirkan empedu dari hati dan kantong empedu ke usus halus. Kista koledokus dapat diklasifikasikan ke dalam lima tipe, yaitu:
-
Tipe I: Terdapat pelebaran pada sebagian atau seluruh saluran empedu yang berada di luar organ hati.
-
Tipe IA: Berbentuk seperti kantong (saccular) dan hampir seluruh atau seluruh saluran empedu di luar hati mengalami pelebaran.
-
Tipe IB: Berbentuk seperti kantong, namun pelebaran hanya terjadi pada sebagian kecil saluran empedu.
-
Tipe IC: Berbentuk seperti tabung memanjang (fusiform), hampir seluruh atau seluruh saluran empedu di luar hati mengalami pelebaran.
-
Tipe II: Terdapat pelebaran berupa kantong kecil (divertikulum) yang tumbuh atau menempel dari dinding saluran empedu utama.
-
Tipe III (choledochocele): Pelebaran pada saluran empedu utama yang terletak di dalam duodenum (usu dua belas jari).
-
Tipe IV:
-
Tipe IVA: Terdapat sejumlah pelebaran pada saluran empedu, baik yang berada di dalam hati maupun di luar hati.
-
Tipe IVB: Terdapat sejumlah pelebaran pada saluran empedu yang berada di luar hati.
-
Tipe V (penyakit Caroli): Terdapat sejumlah pelebaran pada saluran empedu yang berada di dalam hati.
Perlu diketahui, kista koledokus dapat bersifat bawaan (kongenital) maupun terdeteksi ketika dewasa. Penelitian berjudul Choledochal Cyst: Case Variations and Management (2024) menyebutkan bahwa choledochal cyst dapat terjadi pada semua usia, tetapi 80% kasus diketahui terjadi pada bayi dan anak-anak.
Kondisi ini membutuhkan penanganan dengan segera. Pasalnya, saluran empedu yang melebar dapat menyebabkan gangguan aliran empedu, penumpukan zat beracun di dalam tubuh, hingga peradangan dan kerusakan organ hati jika tidak segera ditangani.
Penyebab Choledochal Cyst
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab choledochal cyst. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini dipicu oleh anomalous pancreaticobiliary junction (APBJ), yaitu kelainan pada persimpangan antara saluran pankreas dan saluran empedu di luar dinding usus.
Akibatnya, enzim pankreas yang seharusnya mengalir ke usus justru berbalik ke saluran empedu, sehingga menyebabkan iritasi kronis dan pelebaran saluran. Beberapa kasus choledochal cyst juga terjadi akibat kondisi kongenital, yakni terjadi ketika bayi masih berada di dalam kandungan.
Gejala Choledochal Cyst
Gejala choledochal cyst dapat bervariasi tergantung dari usia dan tingkat keparahan kondisi. Bahkan, pada beberapa kasus, kondisi ini dapat tidak menunjukkan gejala apa pun. Khusus pada bayi dan anak-anak, gejala kista koledokus dapat berupa benjolan di perut yang bisa diraba. Sementara itu, gejala umum yang dapat dialami oleh pasien antara lain:
-
Massa perut.
-
Nyeri perut bagian kanan atas.
-
Penyakit kuning, ditandai dengan warna kuning pada kulit dan mata.
-
Mual dan muntah.
-
Demam.
Diagnosis Choledochal Cyst
Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) yang mendalam terhadap pasien. Dokter akan menanyakan riwayat keluhan, seperti kapan gejala mulai muncul, bagaimana frekuensinya, dan apakah ada faktor pemicu tertentu.
Riwayat keluarga dan kondisi kesehatan lain yang menyertai juga akan digali untuk membantu memastikan diagnosis. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, terutama untuk mendeteksi pembesaran hati atau adanya massa di perut. Selanjutnya, beberapa pemeriksaan penunjang bisa dilakukan, seperti:
-
Tes laboratorium darah, untuk menghitung darah lengkap, mengevaluasi fungsi hati, melihat tanda-tanda infeksi atau peradangan, menilai kadar elektrolit, dan lain-lain.
-
USG abdomen, untuk mengidentifikasi kista koledokus, lokasi, serta pelebarannya.
-
CT scan atau MRI, untuk memberikan gambaran struktur saluran empedu yang lebih detail.
-
Kolangiografi, untuk visualisasi radiografi saluran empedu anak dengan akurasi lebih tinggi dibandingkan USG.
-
MRCP (magnetic resonance cholangiopancreatography), yaitu pemeriksaan penunjang berupa pencitraan khusus untuk mengevaluasi sistem bilier dengan sensitivitas yang sangat tinggi.
Komplikasi Choledochal Cyst
Apabila choledochal cyst tidak segera ditangani, kondisi ini berisiko menimbulkan komplikasi serius, seperti:
-
Pembentukan batu empedu.
-
Pecahnya kista yang bisa menyebabkan peritonitis.
Pada kasus yang lebih parah, kista koledokus bisa mengalami transformasi ganas (malignant transformation). Sebagaimana dalam jurnal Diagnosis and Management of Choledochal Cysts (2022) menyatakan bahwa terdapat sekitar 3–5% kasus pasien dengan choledochal cyst mengalami perubahan ganas menjadi kanker. Belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, namun risiko ini diketahui meningkat seiring bertambahnya usia pasien.
Pengobatan Choledochal Cyst
Penanganan choledochal cyst umumnya akan disesuaikan dengan tipe kista dan tingkat kerusakan saluran empedu. Tindakan operasi dini dianjurkan untuk mencegah risiko fibrosis hati dan mempercepat pemulihan fungsi hati. Adapun beberapa metode pengobatan untuk kista koledokus adalah sebagai berikut:
-
Pengobatan kista koledokus tipe I dan IV: Dilakukan dengan mengangkat seluruh saluran empedu utama dan mengembalikan aliran empedu menggunakan metode Roux-en-Y hepaticojejunostomy (HJ) atau hepaticoduodenostomy (HD).
-
Pengobatan kista koledokus tipe II: Dilakukan dengan operasi pengangkatan kista atau diverticulectomy.
-
Pengobatan kista koledokus tipe III: Dilakukan dengan sfingterotomi atau ERCP (endoscopic retrograde cholangiopancreatography).
-
Pengobatan kista koledokus tipe V: Penanganan kista koledokus tipe V dapat dilakukan melalui pengangkatan bagian hati yang terdampak atau transplantasi hati ortotopik.
Penting untuk diketahui bahwa gejala-gejala yang disebutkan pada artikel ini tidak secara spesifik mewakili kondisi choledochal cyst. Artinya, gejala-gejala tersebut mungkin saja mengindikasikan kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterohepatologi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat, terlebih jika Anda mengalami nyeri perut yang tak kunjung membaik.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan langkah diagnosis dan penanganan yang paling tepat sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter spesialis hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Science Direct. Diagnosis and management of choledochal cysts. Diakses pada 2025 | Patient. Choledochal Cysts. Diakses pada 2025 | StatPearls. Choledochal Cyst. Diakses pada 2025 | Boston Children’s Hospital. Choledochal Cysts. Diakses pada 2025 | University of California San Fransisco. Choledochal Cysts. Diakses pada 2025 | Biologi Tropis. Choledochal Cyst: Case Variations and Management. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini






