Mengapa Detak Jantung Naik Saat Olahraga? Simak Penjelasannya!
Kesehatan Tubuh

Mengapa Detak Jantung Naik Saat Olahraga? Simak Penjelasannya!

02 Mei 2025 4 menit waktu baca
detak jantung saat olahraga

 

Saat beraktivitas fisik, detak jantung meningkat untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen dan nutrisi yang lebih tinggi. Itulah sebabnya, detak jantung cenderung akan meningkat saat berolahraga. Kendati demikian, penting untuk memahami berapa detak jantung saat olahraga yang normal agar bisa meningkatkan performa sekaligus menjaga kesehatan. Simak informasi selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Detak Jantung saat Olahraga

 

Salah satu indikator untuk memprediksi tingkat kesehatan dan kebugaran adalah mengukur detak jantung saat olahraga. Ketika seseorang telah mencapai detak jantung target, maka kemungkinannya untuk mendapatkan manfaat optimal dari setiap gerakan olahraganya menjadi lebih besar. 

 

Pada dasarnya, terdapat berbagai manfaat aktivitas fisik bagi kesehatan jantung, seperti membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar kolesterol sehat, hingga mengurangi risiko diabetes tipe 2 yang merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit jantung.

 

Kesehatan detak jantung dapat diukur di berbagai situasi, mulai dari detak jantung istirahat, maksimum, hingga target. Berikut uraian selengkapnya mengenai detak jantung saat olahraga.

 

A. Detak Jantung Istirahat (Resting Heart Rate)

 

Detak jantung istirahat adalah jumlah detak jantung per menit saat seseorang beristirahat. Waktu yang tepat untuk memeriksanya adalah pada pagi hari setelah tidur malam yang cukup, sebelum bangun dari tempat tidur ataupun mengonsumsi minuman/makanan pertama. Dilansir dari American Heart Association, detak jantung normal saat istirahat antara 60–100 bpm (beats per minute).

 

Namun, detak jantung biasanya akan menurun ketika fungsi jantung menjadi lebih baik. Misalnya, atlet yang rutin melakukan latihan mungkin memiliki detak jantung istirahat sekitar 40 bpm, dengan catatan bahwa ini merupakan kondisi optimal untuk individu dengan kebugaran sangat baik. Detak jantung juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti stres, hormon, kecemasan, dan pengobatan. 

 

Dalam hal detak jantung saat istirahat, semakin rendah semakin baik. Biasanya, hal ini berarti otot jantung dalam kondisi yang lebih baik dan tidak perlu bekerja keras untuk menjaga detak jantung tetap stabil. Sementara itu, detak jantung saat istirahat yang lebih tinggi dikaitkan dengan kebugaran fisik yang lebih rendah, tekanan darah yang lebih tinggi, dan berat badan berlebih.

 

B. Detak Jantung Maksimum

 

Istilah detak jantung maksimum merujuk pada batas atas kemampuan sistem kardiovaskuler selama seseorang melakukan aktivitas fisik. Menentukan angka ini bisa didapatkan secara akurat melalui tes latihan kardiopulmonal yang melacak reaksi paru-paru, jantung, pembuluh darah, dan otot selama latihan.

 

Mengukur detak jantung maksimum bisa juga dilakukan menggunakan rumus umum agar lebih praktis, yaitu 220 dikurangi usia saat ini. Kendati demikian, menggunakan usia untuk mengukur detak jantung maksimum hanyalah panduan kasar karena banyak faktor lain, seperti tingkat kebugaran, faktor genetik, penyakit penyerta (komorbid), yang dapat memengaruhi angka ini.

 

C. Detak Jantung Target (Target Heart Rate)

 

Detak jantung target adalah detak jantung saat olahraga yang dianjurkan. Angka ini ditentukan oleh target intensitas olahraga dan merupakan persentase dari detak jantung maksimum, biasanya berkisar antara 50–85% detak jantung maksimum, tergantung dari intensitas olahraga.

 

Umumnya, denyut jantung target selama aktivitas intensitas sedang adalah sekitar 50–70% dari denyut jantung maksimum. Sedangkan selama aktivitas fisik yang berat, denyut jantung target adalah sekitar 70–85% dari denyut jantung maksimum. Perlu dicatat, bahwa angka tersebut merupakan rata-rata yang digunakan sebagai panduan umum sehingga tidak bisa menjadi acuan untuk setiap orang.

 

Lebih jelasnya, dilansir dari American Heart Association, berikut tabel detak jantung target dan maksimum sesuai usia seseorang:



Usia 

Detak Jantung Target (50–85%)

Detak Jantung Maksimum yang Diperkirakan Berdasarkan Usia

20 tahun

100–170 bpm

200 bpm

30 tahun

95–162 bpm

190 bpm

35 tahun

93–157 bpm

185 bpm

40 tahun

90–153 bpm

180 bpm

45 tahun

88–149 bpm

175 bpm

50 tahun

85–145 bpm

170 bpm

55 tahun

83–140 bpm

165 bpm

60 tahun

80–136 bpm

160 bpm

65 tahun

78–132 bpm

155 bpm

70 tahun

75–128 bpm

150 bpm

 

Tips Menjaga Detak Jantung Normal saat Olahraga

 

Detak jantung saat olahraga perlu dijaga agar tetap stabil, dengan begitu manfaat yang didapatkan bisa lebih optimal. Untuk memantau detak jantung dengan mudah, cobalah menggunakan smartwatch. Anda juga bisa menggunakan alat khusus bila sedang berada di pusat kebugaran.

 

Adapun beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaga detak jantung saat olahraga tetap normal adalah sebagai berikut:

 

  • Mulailah dari awal. Apabila sebelumnya jarang berolahraga, mulailah dengan tingkat detak jantung target senyaman Anda, misalnya 50% dari detak jantung maksimum lalu meningkatkannya secara bertahap.

  • Memahami kondisi tubuh. Selain detak jantung, terdapat indikator lain yang menunjukkan seberapa keras seseorang berolahraga. Segera hentikan aktivitas bila Anda mulai merasa tidak nyaman, seperti pusing, sesak napas, atau rasa penuh di dada.

  • Ingatlah bahwa target detak jantung hanyalah panduan. Idealnya, angka-angka tersebut bertujuan mendorong seseorang untuk bekerja sedikit lebih keras. Jadi, jangan menjadikan angka tersebut sebagai acuan.

 

Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan saran dari dokter. Apabila ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai kesehatan jantung, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh saran kesehatan yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Kesehatan Jantung yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

 

Aplikasi My Siloam

Sumber

American Heart Association. Target Heart Rates Chart. Diakses pada 2024 | Johns Hopkins Medicine. Understanding Your Target Heart Rate. diakses pada 2024 | Harvard Health Publishing. All about your heart rate. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail