Kenali Jenis-Jenis Obat yang Bisa Menyebabkan Konstipasi
Kesehatan Tubuh

Kenali Jenis-Jenis Obat yang Bisa Menyebabkan Konstipasi

06 Oktober 2025 3 menit waktu baca
efek obat penyebab konstipasi

Konstipasi atau sembelit merupakan salah satu gangguan pencernaan yang cukup sering dialami banyak orang. Kondisi ini umumnya ditandai dengan sulit buang air besar, feses yang keras, hingga rasa tidak tuntas setelah buang air besar (BAB). Penyebab konstipasi bisa beragam, mulai dari pola makan rendah serat, kurang cairan, hingga gaya hidup yang minim aktivitas fisik. Lantas, apakah mengonsumsi obat dapat menyebabkan konstipasi? Simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apakah Mengonsumsi Obat Dapat Menyebabkan Konstipasi?

 

Sembelit atau konstipasi adalah kondisi ketika seseorang sulit atau jarang buang air besar, minimal kurang dari tiga kali dalam seminggu. Selain dapat dipicu oleh kondisi medis tertentu, beberapa orang mungkin bertanya-tanya, apakah mengonsumsi obat dapat menyebabkan konstipasi? Secara umum, konstipasi bisa menjadi efek samping dari berbagai jenis obat. 

 

Dilansir dari Harvard Health Publishing, orang dewasa diketahui lebih rentan mengalami konstipasi akibat efek samping obat karena cenderung memiliki sistem pencernaan yang tidak seimbang. Kondisi ini dapat disebabkan oleh proses penuaan alami atau masalah medis tertentu sejak usia muda, namun tidak lagi terjadi seiring bertambahnya usia.

 

Adapun beberapa gejala sembelit atau konstipasi yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut:

 

  • Tidak BAB selama empat hari atau lebih.

  • Adanya darah saat BAB.

  • Perut kembung atau terasa penuh.

  • Muntah atau kram perut yang berlangsung lebih dari 2 jam.

  • Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya.

  • Kehilangan nafsu makan.

 

Jenis-Jenis Obat yang Dapat Menyebabkan Konstipasi

 

Terdapat beberapa jenis obat yang bisa menyebabkan konstipasi atau sembelit sebagai efek samping. Penelitian berjudul Exploring the top 30 drugs associated with drug-induced constipation based on the FDA adverse event reporting system (2024) menyebutkan 30 jenis obat yang bisa menyebabkan konstipasi, yaitu:

 

  1. Sevelamer carbonate.

  2. Patiromer.

  3. Salofenacin succinate.

  4. Orlistat.

  5. Erenumab.

  6. Niraparib.

  7. Semaglutide.

  8. Nintedanib.

  9. Cabozantinib.

  10. Lenalidomide.

  11. Pomalidomide.

  12. Enzalutamide.

  13. Varenicline.

  14. Palbociclib.

  15. Dulaglutide.

  16. Teriparatide.

  17. Dalfampridine.

  18. Capecitabine.

  19. Clozapine.

  20. Vedolizumab.

  21. Exenatide.

  22. Dimethyl fumarate,

  23. Bevacizumab.

  24. Duloxetine hydrochloride.

  25. Alendronate sodium.

  26. Oxycodone.

  27. Pregabalin.

  28. Adalimumab.

  29. Infliximab.

  30. Etanercept. 

 

Mengapa Obat Bisa Menyebabkan Konstipasi?

 

Pada dasarnya, sebagian besar obat bertujuan untuk mengubah cara kerja tubuh agar menjadi lebih baik, namun perubahan ini terkadang menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Sembelit atau konstipasi sendiri merupakan salah satu efek samping yang paling umum terjadi.

 

Penyebab konstipasi akibat setiap jenis obat bisa berbeda-beda. Misalnya, obat opioid, seperti oxycodone, dapat menyebabkan sembelit karena memperlambat gerakan peristaltik yang mendorong makanan melalui usus. Sementara itu, antidepresan, seperti duloxetine hydrochloride dan clozapine, dapat memengaruhi sistem pencernaan secara kompleks melalui hubungan antara otak dan usus (gut-brain axis). 

 

Cara Mengatasi Konstipasi Akibat Obat-obatan

 

Bila mengalami sembelit akibat obat-obatan, penderita sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter mengenai langkah penanganan yang tepat. Pasalnya, beberapa jenis obat tidak bisa dihentikan konsumsinya tanpa saran dari dokter. Selanjutnya, langkah-langkah umum yang biasanya direkomendasikan oleh dokter untuk mengatasi efek obat penyebab konstipasi adalah sebagai berikut:

 

  • Meningkatkan asupan cairan, kecuali memiliki kondisi tertentu seperti penyakit ginjal atau gagal jantung.

  • Minum teh hangat atau minuman hangat lainnya sekitar 30 menit sebelum waktu buang air besar.

  • Menambahkan makanan tinggi serat ke dalam pola makan harian, seperti buah, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan jenis sayuran lainnya.

  • Mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen serat setelah berkonsultasi dengan dokter agar aman dengan kondisi dan obat yang sedang digunakan.

  • Rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari.

  • Melakukan teknik relaksasi untuk mengurangi stres, misalnya setelah melakukan pekerjaan tertentu.

  • Mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi konstipasi sesuai anjuran dari dokter.

 

Cara Mencegah Konstipasi Akibat Obat-obatan

 

Meski konstipasi adalah salah satu efek samping obat yang cukup umum terjadi, sebaiknya pasien tetap berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan obat-obatan yang berpotensi menyebabkan sembelit agar efek samping tidak semakin serius. Selain itu, pasien juga dianjurkan meningkatkan asupan cairan dan serat dalam makanan. Tujuan umum penanganan konstipasi adalah agar pasien dapat buang air besar setiap 1–2 hari sekali. 

 

Itulah penjelasan mengenai efek obat pada terjadinya konstipasi atau sembelit. Jika konstipasi muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya jangan diabaikan. Meskipun dalam beberapa kasus kondisi ini bisa mereda dengan perubahan pola makan atau gaya hidup, ada kalanya sembelit perlu ditangani lebih serius melalui anjuran dokter.

 

Untuk memastikan penyebabnya serta mendapatkan penanganan yang tepat, konsultasikan keluhan Anda dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat. Dengan pemeriksaan menyeluruh, dokter dapat menyesuaikan pengobatan maupun memberikan rekomendasi solusi yang aman bagi kesehatan Anda.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail