Waspada, Kenali Faktor Risiko Kanker Darah dan Pengobatannya!
Kesehatan Tubuh

Waspada, Kenali Faktor Risiko Kanker Darah dan Pengobatannya!

28 Juli 2025 4 menit waktu baca
kanker darah adalah

 

Kanker darah adalah jenis penyakit yang disebabkan karena adanya sel kanker yang tumbuh secara tidak terkendali di dalam darah yang diproduksi di sumsum tulang. Jika tidak segera mendapat pengobatan yang tepat, kondisi keganasan ini bisa berujung fatal.

 

Lantas, apa penyebab kanker darah dan apa saja faktor risiko kanker darah? Simak jawabannya di bawah ini.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Darah

 

Kanker darah disebabkan oleh adanya mutasi (perubahan) pada sel di sumsum tulang. Penyebab mutasi ini masih belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat berbagai faktor yang berpotensi meningkatkan risiko seseorang terkena kanker darah. 

 

Beberapa faktor risiko kanker darah adalah sebagai berikut:

 

1. Jenis Kelamin

 

Jenis kelamin merupakan salah satu faktor risiko kanker darah. Pria lebih berisiko terkena penyakit kanker darah dibandingkan dengan perempuan, sama halnya dengan penyakit limfoma Hodgkin atau kanker kelenjar getah bening. Sebagai informasi, kanker kelenjar getah bening sendiri merupakan sejenis kanker darah yang menyerang sistem limfatik pada tubuh manusia.

 

2. Riwayat Pengobatan Kanker

 

Walaupun jarang terjadi, beberapa kasus pengobatan dengan radioterapi dan kemoterapi dapat menjadi pemicu kanker darah. Sinar radiasi memang umum digunakan sebagai salah satu terapi pengobatan kanker. Namun, paparan radiasi yang terlalu tinggi dapat memicu produksi sel darah yang abnormal. 

 

Seseorang yang pernah mendapatkan pengobatan kemoterapi seperti agen alkilasi, agen platinum, hingga inhibitor topoisomerase II lebih rentan untuk terkena kanker darah. Efek samping dari obat kemoterapi ini dapat menyebabkan sindrom mielodisplastik, yaitu gangguan yang diakibatkan oleh kelainan sel darah merah. 

 

Perlu diketahui bahwa meski riwayat pengobatan kanker berisiko menimbulkan kanker darah, manfaat yang bisa didapatkan lebih besar daripada risikonya.

 

3. Paparan Radiasi

 

Paparan radiasi yang terlalu tinggi atau sering berisiko menyebabkan kanker darah. Selain untuk radioterapi, paparan radiasi bisa terjadi saat di tempat kerja atau dalam kasus tertentu, yaitu ketika seseorang bekerja di pabrik senjata nuklir atau mengalami kecelakaan reaktor nuklir.

 

4. Paparan Bahan Kimia

 

Selain radiasi, paparan bahan kimia juga dapat menimbulkan risiko terkena kanker darah. Salah satu bahan kimia yang dapat menyebabkan risiko kanker darah adalah benzene. Bahan ini terkandung dalam asap rokok, sehingga bisa berbahaya bagi perokok aktif dan perokok pasif.

 

Jenis Pengobatan Kanker Darah 

 

Apakah kanker darah bisa sembuh? Meskipun hingga sekarang masih belum ditemukan pengobatan yang secara khusus dapat menyembuhkan kondisi ini, penanganannya bisa membantu penderita kanker darah mencapai remisi, yaitu kondisi ketika kanker dinyatakan hilang.

 

Secara medis, metode pengobatan kanker ditentukan berdasarkan jenis kanker, umur, dan kondisi kesehatan penderita kanker darah. Beberapa jenis pengobatan kanker darah adalah sebagai berikut:

 

1. Kemoterapi

 

Salah satu metode pengobatan kanker darah yang utama adalah kemoterapi. Lewat metode ini, pasien akan mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan resep dokter atau melalui suntikan. Kemoterapi ini harus dilakukan secara berkala agar sel-sel kanker tidak menyebar ke organ tubuh lainnya. 

 

2. Radioterapi

 

Metode lain dari pengobatan kanker darah adalah melalui radioterapi yang menggunakan sinar radiasi khusus untuk membunuh sel-sel kanker dalam tubuh. Radioterapi diberikan sebagai tambahan terapi untuk beberapa tipe kanker darah dan cukup efektif untuk pengobatan kanker stadium awal. 

 

3. Transplantasi Sel Punca atau Sumsum Tulang 

 

Selain kemoterapi dan radioterapi, transplantasi sel punca atau sumsum tulang juga menjadi salah satu cara mengobati kanker darah. Transplantasi ini bertujuan untuk menanam sel punca (stem cell) yang dapat menggantikan fungsi sumsum tulang yang rusak dalam memproduksi sel darah.

 

Sebelum prosedur, dokter akan mengevaluasi kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu untuk memastikan bahwa pasien memenuhi syarat. Transplantasi ini terdiri dari dua metode: transplantasi sel punca autolog dan alogenik. Dokter akan menentukan metode yang digunakan berdasarkan usia, kebutuhan pasien, dan hasil pemeriksaan.

 

Perlu diingat, informasi yang disebutkan di atas tidak selalu secara spesifik mewakili faktor risiko kanker darah secara keseluruhan. Dengan kata lain, faktor risiko yang disebutkan dalam artikel bisa saja mengarah pada kondisi medis lainnya.

 

Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. 

 

Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani terkait kanker darah mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

message

ArticleDetail