Hepatitis B pada Bayi: Penyebab hingga Pencegahannya
Ibu dan Anak

Hepatitis B pada Bayi: Penyebab hingga Pencegahannya

29 Januari 2026 4 menit waktu baca
hepatitis b pada bayi

Hepatitis B pada bayi merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan hati. Infeksi ini umumnya terjadi melalui penularan dari ibu saat proses persalinan sehingga bayi dapat terpapar sejak dilahirkan.

 

Bayi yang terinfeksi virus hepatitis B memiliki risiko sekitar 90% untuk berkembang menjadi infeksi kronis (jangka panjang). Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja penyebab, gejala, hingga langkah pencegahannya agar risiko komplikasi di kemudian hari dapat diminimalkan. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

Penyebab Hepatitis B pada Bayi

 

Umumnya, hepatitis B pada bayi terjadi akibat penularan saat proses persalinan dari ibu yang terinfeksi hepatitis B. Selama proses persalinan, mata, hidung, atau mulut bayi dapat terpapar darah ibu yang mengandung virus hepatitis B. Risiko penularan akan meningkat apabila bayi tidak segera mendapatkan tindakan pencegahan setelah lahir. Selain itu, penularan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh selain saat persalinan tergolong jarang dan bukan merupakan penyebab utama hepatitis B pada bayi.

 

Gejala Hepatitis B pada Bayi

 

Sebagian besar bayi yang terinfeksi virus hepatitis B tidak menunjukkan gejala saat lahir sehingga infeksi sering kali tidak terdeteksi sejak dini. Pada kasus tertentu, gejala baru dapat muncul seiring pertumbuhan anak, seperti:

 

  • Kulit atau mata menguning.

  • Urine berwarna gelap seperti teh.

  • Perut membesar.

  • Tinja berwarna pucat.

 

Selain itu, dapat pula muncul gejala yang bersifat tidak spesifik, seperti demam, mudah lelah, mual, muntah, atau penurunan nafsu makan.

 

Diagnosis Hepatitis B pada Bayi

 

Penegakan diagnosis hepatitis B pada bayi dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan medis. Dokter akan menanyakan riwayat medis ibu, termasuk memastikan apakah ibu telah menjalani skrining hepatitis B saat masa kehamilan trimester pertama, terlepas dari riwayat vaksinasi ibu.

 

Pada bayi yang terlahir dari ibu dengan hepatitis B positif, dokter dapat melakukan postvaccination serologic testing (PVST) setelah seluruh rangkaian vaksinasi hepatitis B selesai. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan bahwa tubuh bayi telah membentuk kekebalan terhadap virus hepatitis B atau terbukti telah terinfeksi virus hepatitis B.

 

PVST dilakukan melalui pemeriksaan berupa HBsAg dan Anti-HBs. PVST umumnya dilakukan saat bayi berusia 9–12 bulan, atau sekitar 1–2 bulan setelah seluruh seri vaksin hepatitis B selesai jika jadwal imunisasi mengalami keterlambatan.

 

Pengobatan Hepatitis B pada Bayi

 

Hingga saat ini, belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan hepatitis B. Pada bayi yang telah terinfeksi, penanganan bersifat suportif, yaitu meredakan gejala dan menjaga kondisi tubuh tetap stabil, termasuk kecukupan cairan. 

 

Pemantauan fungsi hati secara berkala juga penting dilakukan sepanjang hidup. Meski tersedia obat antivirus untuk hepatitis B, penggunaannya umumnya tidak dianjurkan pada bayi karena potensi efek samping.

 

Pencegahan Hepatitis B pada Bayi

 

Perlu dipahami bahwa bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B tidak serta-merta terinfeksi, dan risiko penularan dapat ditekan secara signifikan apabila langkah pencegahan dilakukan dengan tepat sejak lahir.

 

Pencegahan hepatitis B pada bayi dimulai sejak lahir melalui pemberian vaksin hepatitis B. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, jika ibu diketahui positif hepatitis B, bayi perlu segera mendapatkan vaksin hepatitis B dan hepatitis B immunoglobulin (HBIg) dalam waktu 12 jam setelah lahir, tanpa memandang berat badan. Tindakan ini disebut post-exposure immunoprophylaxis.

 

Selain melengkapi vaksin dasar, pemberian vaksin lanjutan (booster) juga berperan penting dalam perlindungan jangka panjang dan dilakukan sesuai jadwal anjuran dokter. Pencegahan juga dapat dilakukan dari sebelum kehamilan. Ibu dapat melakukan skrining hepatitis B sebelum program hamil untuk memastikan bayi terhindar dari risiko infeksi.

 

Demikian penjelasan mengenai hepatitis B pada bayi, mulai dari penyebab hingga langkah pencegahannya. Namun, perlu dipahami bahwa informasi di atas disajikan sebagai edukasi semata sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis langsung dari dokter. 

 

Apabila bayi lahir dari ibu dengan hepatitis B atau menunjukkan keluhan yang mengarah pada hepatitis B, seperti kulit atau mata menguning, tubuh lemas, atau tinja berwarna pucat, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Pediatrik (Anak) Subspesialis Gastrohepatologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, langkah pemeriksaan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung fasilitas yang tersedia. Namun, tenaga medis memastikan bahwa setiap bayi mendapatkan pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya sehingga diagnosis dapat ditegakkan secara akurat.

 

Untuk mengakses layanan kesehatan Anda dengan lebih mudah, gunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda dapat mengakses berbagai layanan kesehatan secara praktis, mulai dari melihat jadwal praktik dokter, memesan janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan medis secara online. Mari unduh MySiloam untuk mendapatkan pengalaman layanan kesehatan yang lebih cepat dan nyaman.

Sumber

Nature Communications. Retrospective Cohort Study of Hepatitis B Immunization Strategy Effects in Beijing Across 30 Years. Diakses pada 2026 | Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak IDAI 2023. Diakses pada 2026 | Merck Manual. Hepatitis B Virus (HBV) Infection in Newborns. Diakses pada 2026 | CDC. Clinical Overview of Perinatal Hepatitis B. Diakses pada 2026 | Healthline. What to Know If You Have a Baby with Hepatitis B. Diakses pada 2026 | World Health Organization. Hepatitis B Vaccination and Prevention of Mother-to-Child Transmission. Diakses pada 2026 | World Health Organization. Melindungi Kesehatan Ibu dan Anak: Pemberian Antivirus untuk Pencegahan Penularan Hepatitis B di Indonesia. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail