Kenali Hernia Umbilikalis pada Bayi, Penyebab dan Gejalanya
Kesehatan Tubuh

Kenali Hernia Umbilikalis pada Bayi, Penyebab dan Gejalanya

16 Maret 2026 5 menit waktu baca
hernia umbilikalis pada bayi

Hernia umbilikalis pada bayi adalah kondisi medis yang ditandai dengan adanya benjolan di area pusar akibat celah pada otot perut. Kondisi ini sering ditemukan pada bayi baru lahir dan umumnya terlihat jelas saat bayi menangis. Meskipun sebagian besar kasus tidak berbahaya dan dapat sembuh sendiri, hernia umbilikalis tetap perlu dipahami dengan baik agar orang tua mengetahui penyebab, gejala, serta kapan diperlukan pemeriksaan dan penanganan medis.

 

Apa Itu Hernia Umbilikalis pada Bayi?

 

Hernia umbilikalis merupakan kondisi berupa adanya benjolan di sekitar pusar yang sering ditemukan pada bayi baru lahir hingga usia di bawah 6 bulan. Sebagian besar kondisi ini tidak menimbulkan nyeri maupun masalah serius dan dapat menutup sendiri seiring pertumbuhan bayi, umumnya sebelum usia 4–5 tahun.

 

Hernia umbilikalis pada bayi terjadi akibat adanya celah pada otot di sekitar pusar sehingga sebagian usus atau jaringan di dalam rongga perut menonjol keluar. Benjolan di area pusar ini biasanya tampak lebih jelas saat tekanan di dalam perut meningkat, misalnya ketika bayi menangis keras, berusaha buang air, atau mengalami batuk.

 

Jenis-Jenis Hernia Umbilikalis pada Bayi

 

Hernia umbilikalis pada bayi dibagi menjadi dua jenis utama berdasarkan titik munculnya benjolan di area pusar. Letak tonjolan ini membantu dokter menilai pola perkembangannya dan kemungkinan menutup tanpa tindakan medis. Beberapa di antaranya:

 

A. Hernia Umbilikalis Sentral (Langsung)

 

Hernia umbilikalis langsung atau sentral adalah jenis hernia umbilikalis yang paling umum ditemukan kasusnya pada bayi. Bayi dikatakan mengalami hernia umbilikalis sentral apabila benjolannya muncul tepat di bagian tengah pusar. Pada kebanyakan kasus, hernia umbilikalis sentral dapat mengecil serta menutup sendiri seiring menguatnya otot perut bayi.

 

B. Hernia Umbilikalis Sekitar Pusar (Tidak Langsung)

 

Jika hernia umbilikalis diketahui dapat mengecil dengan sendirinya, jenis hernia umbilikalis sekitar pusar (tidak langsung) memiliki karakteristik yang berbeda. Hernia umbilikalis ini membutuhkan pemantauan medis lebih lanjut karena benjolannya umumnya tidak dapat mengecil seiring waktu. 

 

Benjolan ini biasanya muncul pada area sekitar pusar, posisinya bisa sedikit di atas atau di bawah pusar. Namun, kasus hernia umbilikalis sekitar pusar cukup jarang ditemukan pada bayi yang baru lahir dan lebih sering terjadi di kemudian hari pascakelahiran anak.

 

Penyebab Hernia Umbilikalis pada Bayi

 

Hernia umbilikalis pada bayi terjadi akibat adanya celah pada otot perut di area pusar yang seharusnya menutup setelah kelahiran. Celah ini berada pada cincin umbilikalis, yaitu bagian dinding perut yang menjadi jalur masuk tali pusat saat bayi masih berada di dalam kandungan. Ketika cincin tersebut tidak menutup dengan sempurna, sebagian usus dapat menonjol keluar dan membentuk benjolan di sekitar pusar.

 

Faktor Risiko Hernia Umbilikalis pada Bayi

 

Kemunculan hernia umbilikalis pada bayi berkaitan dengan kondisi yang berkaitan dengan perkembangan dinding perut sejak masa awal kehidupan. Beberapa bayi memiliki faktor risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini, terutama jika terdapat gangguan pada proses pertumbuhan jaringan dan otot. Adapun faktor yang diketahui dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya hernia umbilikalis meliputi:

 

  • Kelahiran prematur, ketika perkembangan otot perut belum optimal.

  • Berat badan lahir yang rendah pada bayi.

  • Adanya kelainan genetik trisomi autosomal, seperti trisomi 13, 18, dan 21.

  • Bayi dengan sindrom tertentu atau kondisi dismorfik, seperti sindrom Beckwith-Wiedemann, Down, Ehlers-Danlos, dan Marfan.

 

Gejala Hernia Umbilikalis pada Bayi

 

Gejala hernia umbilikalis pada bayi umumnya mudah dikenali dari adanya benjolan di area pusar. Adapun beberapa gejala yang umum terlihat meliputi:

 

  • Benjolan lunak di sekitar pusar.

  • Benjolan lebih tampak lebih jelas saat tekanan di dalam perut meningkat, seperti ketika bayi menangis keras, batuk, atau berusaha buang air.

  • Benjolan dapat mengecil atau tidak terlihat saat bayi dalam keadaan tenang atau beristirahat.

 

Meski jarang terjadi, hernia umbilikalis dapat menimbulkan komplikasi jika usus terperangkap di dalam lubang dan tidak bisa kembali ke dalam rongga perut. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

 

  • Rasa nyeri atau tidak nyaman di sekitar pusar.

  • Tonjolan atau pembengkakan yang semakin besar di sekitar pusar.

  • Kulit di sekitar pusar berubah warna.

  • Muntah.

  • Sulit atau tidak bisa BAB.

 

Diagnosis Hernia Umbilikalis pada Bayi

 

Diagnosis hernia umbilikalis pada bayi dilakukan melalui rangkaian pemeriksaan yang dimulai dari wawancara medis (anamnesis), yaitu penggalian informasi terkait keluhan yang muncul, termasuk gejala yang dirasakan dan riwayat kesehatan bayi. Setelah itu, dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk memastikan adanya hernia dan menilai kondisinya.

 

Beberapa tahapan pemeriksaan yang umumnya dilakukan untuk menegakkan diagnosis hernia umbilikalis meliputi:

 

  • Mengamati dan meraba area pusar untuk melihat adanya benjolan atau pembengkakan.

  • Menilai perubahan ukuran benjolan saat tekanan di dalam perut meningkat, seperti ketika bayi menangis atau mengejan, serta saat bayi dalam kondisi tenang.

  • Menekan benjolan secara perlahan untuk memastikan apakah hernia masih dapat dimasukkan kembali ke dalam rongga perut dan tidak mengalami penjepitan.

 

Apabila terdapat kecurigaan komplikasi atau kondisi tertentu, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan. Pemeriksaan lanjutan yang biasanya dilakukan yaitu USG perut untuk menilai kondisi jaringan di sekitar pusar dan memastikan tidak terjadi penjepitan usus.

 

Pengobatan Hernia Umbilikalis pada Bayi

 

Pada sebagian besar kasus, hernia umbilikalis pada bayi tidak memerlukan penanganan khusus karena dapat menutup dengan sendirinya seiring pertumbuhan anak. Meskipun benjolan di pusar terlihat jelas, dokter umumnya menyarankan pemantauan rutin terlebih dahulu, karena celah pada otot perut dapat mengecil secara alami tanpa tindakan medis.

 

Tindakan operasi baru dipertimbangkan apabila hernia tidak mengalami perbaikan atau menimbulkan keluhan tertentu. Dokter biasanya merekomendasikan operasi bila ditemukan kondisi berikut:

 

  • Hernia tidak mengecil hingga anak berusia sekitar 4–5 tahun.

  • Ukuran hernia cukup besar, lebih dari 1,5 cm, atau disertai penonjolan yang sangat luas.

  • Hernia tidak dapat dimasukkan kembali ke dalam rongga perut atau terjadi penjepitan usus.

  • Muncul rasa nyeri atau gangguan pada saluran pencernaan.

 

Demikian pembahasan mengenai hernia umbilikalis pada bayi, mulai dari jenis, penyebab, faktor risiko, diagnosis, hingga pengobatannya. Perlu diingat bahwa informasi yang disampaikan bertujuan sebagai edukasi kesehatan dan tidak dapat menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun saran medis langsung dari dokter.

 

Apabila muncul tanda seperti benjolan pusar yang semakin membesar, tidak dapat didorong kembali, disertai nyeri atau perubahan warna kulit di sekitar pusar, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Anak di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan kondisi bayi serta menentukan apakah diperlukan pemantauan lanjutan atau tindakan medis tertentu.

 

Perlu diketahui bahwa tahapan pemeriksaan dan penanganan hernia umbilikalis dapat berbeda di setiap rumah sakit, tergantung pada fasilitas dan kondisi klinis bayi. Meski demikian, tenaga medis akan memastikan proses diagnosis dan pengobatan dilakukan secara aman, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien.

 

Untuk kemudahan layanan kesehatan, Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda dapat mengecek jadwal praktik dokter, membuat janji temu, serta mengakses hasil pemeriksaan medis secara online. Unduh MySiloam dan manfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Kids Health. Umbilical Hernias. Diakses pada 2026 | StatPearls. Pediatric Umbilical Hernia. Diakses pada 2026 | NHS. Umbilical Hernia. Diakses pada 2026 | WebMD. Umbilical Hernia. Diakses pada 2026 | Mayo Clinic. Umbilical Hernia. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-kurniawan-oki-spba

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kurniawan Oki, SpBA., SubSp.UA(K),. MH

Bedah Anak

Subspesialis Bedah Urogenital Anak


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-leo-rendy-kristandyo-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Leo Rendy Kristandyo, SpB, SubSp.Ped (K)

Bedah Anak

Spesialis Bedah Anak


Siloam Hospitals Bogor

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-iwan-hermawan-spba

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Iwan Hermawan, SpBA, FIAPS

Bedah Anak

Spesialis Bedah Anak


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail